5 Tips Jitu Memilih Waralaba Makanan Dan Minuman


By on October 20, 2013

Ada yang pernah iseng-iseng datang ke event pameran yang isinya khusus waralaba makanan dan minuman? Sering ya? Dan biasanya nih, setalah pulang dari pameran waralaba makanan dan minuman Anda malah makin bingung ya? Soalnya ternyata buaaanyyaaakkk banget waralaba makanan dan minuman yang menawarkan sistem kerjasama.

Pertanyaannya yang pertama kali muncul di benak Anda pasti bagaimana sih cara memilih usaha waralaba makanan dan minuman? Benar demikian? Dan parahnya lagi, tidak sedikit waralaba makanan dan minuman tersebut menawarkan produk yang serupa dengan sistem yang mirip-mirip. Jadi kalau sama semua begitu, apa istimewanya? Lantas bagaimana cara menentukan pilihan?

Dari pada bingung, mending Anda coba deh baca 5 tips jitu menjalankan waralaba makanan dan minuman ini. Sederhana sih, tapi paten punya. Okay, ini dia 5 tips jitu memilih waralaba makanan dan minuman…

  1. Lokasi dan Jenis Produk
    Pertama-tama, Anda harus menentukan dimana Anda akan membuka booth Anda. Soalnya lokasi ini nantinya yang bakal menentukan produk apa yang cocok Anda jajakan di booth Anda. Perhatikan karakteristik dari lokasi pilihan Anda dan amati makanan atau minuman apa yang cocok Anda jual di lokasi tersebut. Misalkan lokasi usaha booth Anda akan berada di kawasan dingin, cocok banget kan kalau produk yang Anda jual adalah waralaba minuman hangat macam wedang kacang atau minuman jahe merah atau bisnis waralaba makanan macam Bakso Malang Cak Eko. Nah tinggal Anda cari waralaba makanan dan minuman mana yang produknya cocok dengan kriteria tersebut.
  2. Peta Persaingan
    Sudah pilih lokasi buat franchise makanan dan minuman Anda? Kalau sudah, lihat peta persaingan. Ini sebenarnya masih berkaitan dengan pemilihan lokasi. Poin ini saya letakkan di nomer dua saja, karena Anda masih bisa menentukan lokasi duluan baru melihat kanan kiri, bagaimana situasi persaingannya. Misalkan Anda tertarik pada sebuah pertokoan baru, dan tertarik membuka booth minuman di sana. Nah, ini artinya Anda sudah menentukan lokasi kan? Setelah itu coba Anda berkeliling di sekitar pertokoan ini, waralaba makanan dan minuman apa yang sudah tersedia di kawasan tersebut. Sebaiknya hindari produk yang serupa. Dengan langkah ini, semakin tersaring waralaba makanan dan minuman apa yang nantinya bisa Anda pilih. “Tapi kalau kira-kira sudah sangat padat persaingannya gimana dok?” Tenang, jangan buru-buru pindah lokasi mas bro. Coba deh Anda hunting lagi dan temukan waralaba yang produknya unik dan baru yang bisa membangkitkan rasa penasaran.
  3. Kredibilitas Pemilik Waralaba
    Membeli hak waralaba sama saja dengan mengikat kontrak dengan pemilik waralaba. Jadi pastikan dulu kredibilitas dari pemilik dan pengelolanya. Ini menyangkut masa depan usaha Anda. Anda bisa mencari tahu kredibilitas si empunya waralaba ini dengan mencari tahu kondisi keuangan mereka. Anda bisa searching di internet atau mewawancara mereka-mereka yang sudah menjalankan kerjasama dengan waralaba makanan dan minuman tersebut. Ini yang paling “afdol”. Mereka akan terbuka bila Anda mengajukan beberapa pertanyaan penting seputar waralaba makanan dan minuman tersebut. Justru kalau mereka terlihat menutup-nutupi Anda patut curiga. Bisa jadi franchisor (pemilik waralaba) waralaba makanan dan minuman tersebut masih baru dalam bidangnya atau track record-nya mereka memang nggak bagus. Detailnya cara memilih franchisor, bisa Anda baca di sini.
  4. Biaya dan fasilitas
    Poin ini sangat penting dalam memilih waralaba. Setiap kerjasama pembelian hak waralaba, Anda pasti harus mengeluarkan sejumlah dana. Pastikan dana yang harus Anda keluarkan setara dengan fasilitas yang Anda dapatkan dari mereka. Jangan sampai Anda masih harus menyediakan beberapa peralatan sendiri. Memang ada sistem waralaba makanan dan minuman yang hanya menjual merek dan resep, sedangkan peralatan usaha menjadi tanggungan Anda. Tetapi intinya uang yang Anda keluarkan memang layak untuk Anda keluarkan. Selama biaya pembelian hak waralabanya masih masuk akal, no problem… Tapi kalau kelewat mahal, no way !!
  5. Isi Penawaran
    Kadang karena Anda sudah mantap dengan sebuah waralaba makanan dan minuman, Anda mengabaikan faktor penawaran mereka. Padahal penawaran ini nantinya akan menjadi dasar dari kontrak. Jangan sampai di kemudian hari Anda merasa menyesal.
    Periksa dengan detil bagaimana mereka akan menjalankan sistem kerjasama ini nantinya. Lihat apa keuntungan Anda dan apa resiko yang harus Anda tanggung baik secara bersama maupun secara pribadi. Ketika mereka mengajukan proyeksi hasil usaha dari rekanan mereka yang sudah berjalan, ada baiknya Anda cek langsung ke lapangan. Pokoknya jangan main tanda tangan aja, baca dulu dengan detil karena kebanyakan waralaba perlindungan hukumnya lemah di pihak si pembeli franchise.

Sudah punya gambaran bagaimana cara memilih waralaba makanan dan minuman? Kalau belum, baca 18 tips memilih waralaba. Tapi yang jelas, menggunakan sistem waralaba bisa menguntungkan karena Anda tidak lagi harus pusing dalam urusan merek, resep, peralatan dan sistem.

Tapi ingat… itu kalau Anda berhasil menemukan waralaba makanan dan minuman yang tepat. Kalau tidak, saya lebih menyarankan Anda untuk memulai bisnis dari nol, membangun bisnis Anda sendiri. Karena waralaba makanan dan minuman yang ideal biasanya harganya mahal. Jarang waralaba modal kecil yang semuanya sudah “komplit”.

(sumber gambar : www.iklandanpromo.com)

About L@dY-NoEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *