Waralaba Bubble Drink dan Jakarta Bubble Drink Masih Ngetrend Nggak Sih?


By on October 21, 2013
Bisnis Minuman Bubble Masih Ngetrend Nggak Sih?

Masih pada ingat nggak pada awal tahun 2000-an ketika peluang usaha franchise bubble tea baru muncul di Indonesia? Ketika itu minuman ini terbilang unik dan berhasil memikat pasar. Sampai-sampai bermunculan waralaba bubble drink di sana-sini, saking banyaknya penggemar.

Tapi waktu itu bisnis minuman bubble dan waralaba bubble drink memang dahsyat. Siapa sih yang tidak tertarik dengan minuman bubble kala itu? Benar-benar sebuah terobosan dalam inovasi minuman gelas take away. Eh… ngomong-ngomong Anda tahu kan seperti apa minuman bubble itu?

Minuman bubble adalah jenis minuman yang mengusung konsep teh susu dengan aneka aroma dan rasa buah. Dan “elemen” yang paling memikat adalah bulatan-bulatan kenyal yang terendam dalam gelas. Biasanya bulatan-bulatan tersbeut bisa dipesan di “Jakarta Bubble Drink”, produsen bubble yang bisa meng-custom rasa.

Dan seperti biasa, usaha ini dalam sekejab jadi booming bak jamur di musim hujan. Anda bisa menemui banyak booth waralaba bubble drink yang “meng-kloning” bisnis minuman bubble ini di kota-kota besar. Dan menariknya, meskipun begitu banyak usaha serupa tetapi tidak menyurutkan perolehan mereka dari bisnis minuman bubble ini. Padalah persaingan bisnis minuman bubble waktu itu cukup ketat.

Pada masa jayanya, satu booth waralaba bubble drink bisa mengantongi keuntungan yang cukup fantastis. Setidaknya dalam satu hari mereka bisa menjual sekitar 30 – 70 cup. Padahal pada awal tahun 2000-an, harga satu cup minuman bubble dibandrol dengan harga relatif tinggi oleh franchise bubble ice, sekitar 5 ribu – 7 ribu rupiah.

Sebagai pembandingan saja, harga beras ketika itu masih pada kisaran 3 ribu rupiah. Sedangkan sekarang harga satu kilo beras bisa sampai 8 ribu rupiah. Kebayang kan tingginya keuntungan waralaba bubble drink “tempo doeloe”?

“Eh dok, kok pembandingnya beras sih? Apa gara-gara denger curcolan para ibu-ibu tetangga barusan yang pada ngomel masalah harga beras di warung sembako yak? Jadinya nyasar ke sana deh pembandingnya.” Itu kata temen saya mas bro. Saya ngutip aja, wkwkwkwkwk.

Ok, back to the topic… Seandainya dalam satu hari sebuah booth waralaba bubble drink bisa menjual 50 cup dengan harga 6 ribu rupiah, maka dalam satu bulan booth ini bisa menghasilkan omset sekitar Rp 9 jutaan. Kira-kira menurut Anda bagaimana? Wow banget kan?

Eits… tunggu dulu !! Jangan gara-gara baca hitungan omset di atas Anda lantas buru-buru buka bisnis minuman bubble. Perhitungan tadi sudah tidak update. Maka dari itu saya coba mengulasnya sekarang apakah prospek dari bisnis minuman bubble masih se-greget dulu. Bahasa gaulnya adalah apakah trend usaha minuman bubble di Indonesia masih bisa berlanjut, gitu…

In fact, sekarang minat pasar terhadap minuman bubble tidak lagi sekuat dulu. Menjamurnya waralaba bubble drink beberapa tahun yang lalu menyebabkan konsumen menjadi jenuh. Apalagi sekarang inovasi baru dalam industri minuman terus berkembang. Belakangan Anda juga bisa lihat kan booth waralaba bubble drink mulai berguguran?

Tapi sebenarnya bukan tidak mungkin trend bisnis minuman bubble masih bisa Anda harapkan, meski tidak sekencang beberapa tahun lalu. Minuman bubble memiliki beberapa konsumen setia. Rasa kenyal di “bubble-nya” memang berhasil mempesona beberapa konsumen. Anda juga masih bisa mencoba mengembangkan bisnis minuman bubble di kota-kota kecil yang belum sempat tersentuh trend bisnis minuman bubble ini.

Untuk lebih jelasnya, saya akan coba berikan Anda beberapa pedoman untuk membaca situasi pasar terkait dengan trend waralaba bubble drink.

  1. Kota Kecil
    Beberapa kali saya melihat pola usaha minuman take away di kota kecil belum sekencang usaha minuman serupa di kota besar. Asal Anda bisa mengadaptasi produk minuman sesuai dengan pola konsumsi dan daya beli pasar, maka Anda bahkan bisa menjadi pioner bagi bisnis minuman bubble di kota kecil tersebut. Anda bisa beli franchise bubble drink ini kemudian Anda “hidupkan” di kota kecil tersebut. Masih ingat kan artikel saya tentang Product Life Cycle?
  2. Kawasan Mahasiswa dan Pelajar
    Mahasiswa dan pelajar terkenal sebagai pasar utama pengusaha bisnis jajanan. Hal ini disebabkan karena dalam kesehariannya, psikografi mereka selalu “dekat” dengan jajanan. So, sekalipun keberadaan waralaba minuman bubble di kota besar sudah menurun, Anda masih bisa menjual dengan cukup baik. Saya ingatkan sekali lagi bahwa kalangan ini biasanya daya belinya terbatas.
  3. Kawasan Wisata
    Bila Anda bisa mengincar lokasi kawasan pantai, danau buatan, alun-alun kota dan semua wilayah yang cenderung “berhawa panas”, Anda cukup beruntung. Kawasan ini berpotensi untuk “menghidupkan” kembali waralaba bubble drink. Dan satu lagi kelebihannya, untuk target pasar yang satu ini, Anda bisa lebih leluasa untuk menentukan harga jual peluang usaha bubble drink Anda.

Nah, jika Anda tidak berniat untuk membeli waralaba bubble drink, Anda bisa buat sendiri bisnis minuman bubble. Anda bisa pesan bubble di Bubble Drink Jakarta (*biasa disebut Jakarta Bubble Drink) dengan custom rasa sesuai dengan yang Anda inginkan.

Kemudian untuk bisa menjual minuman ini dengan harga yang lebih terjangkau tetapi tetap cantik, Anda harus mencoba mengemas minuman bubble dengan kemasan ekonomis yang bisa menekan harga jual. Salah satu caranya adalah dengan menjualnya dalam kemasan cup kecil yang Anda segel dengan mesin cup sealer.  

Pemasangan merek pada tutup plastik cup sealer lebih murah ketimbang pada gelas kemasan. Ini bisa menekan biaya untuk produk minuman bubble. Jadi Anda bisa menjual dengan margin lebih besar.

Well, meski trend waralaba bubble drink saat ini sudah tidak semarak seperti beberapa tahun lalu, tidak lantas menyurutkan potensi dari bisnis ini sepenuhnya. Anda masih bisa mengembangkan bisnis minuman bubble dengan sedikit kejelian, okay? Sekarang pilihannya terserah Anda.

Jika Anda yakin masih bisa, monggo… selamat berjuang. Jika tidak, never mind. Just relax and see another opportunity. Anda bisa coba usaha minuman lainnya seperti bisnis minuman coklat, okay?

(sumber gambar waralaba bubble drink dan Jakarta bubble drink : www.pilarsulut.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

4 Comments

  1. andry

    November 21, 2013 at 20:42

    Saya mo Tanya gimana klw mo bisnis minuman bubble drink…n brp biaya yang dikeluarkan…thx

  2. irwan dzeka

    October 5, 2014 at 17:11

    Cara pemesanan frences gmn,brrapa biayanya..

    • Nuri

      November 19, 2014 at 13:44

      Aku pingin buka usaha ini… Gimana carax ya? Dn kira” modal awalnya berapa,.pingin nyoba jualan di depan rumah gitu

  3. Dian Permono

    July 10, 2016 at 09:43

    Gimana cara mesen nya aku pengen coba usaha ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *