Mau Buat Franchise Makanan Jepang? Pelajari Dulu Resikonya


By on October 23, 2013
Mau Buat Franchise Makanan Jepang? Pelajari Dulu Resikonya

Anda mau buat franchise makanan Jepang? Hati-hati !! Anda perlu pelajari dulu bagaimana mekanisme franchise makanan Jepang. Tidak mudah untuk menjadi franchisor yang handal. Walaupun waralaba makanan termasuk jenis waralaba yang paling marak di Indonesia, bukan berarti Anda bisa dengan mudah membuat usaha makanan Jepang sistem waralaba.

Membuat franchise makanan Jepang ternyata juga cukup rentan dengan resiko. Resiko dari sisi sistem waralabanya dan resiko dari produknya. Ada beberapa resiko yang selalu mengintai Anda saat Anda membuat franchise makanan Jepang. Kenali 5 resiko di bawah ini, siapa tahu bisa membantu Anda untuk mengatasinya atau bahkan mencegahnya.

  1. Tidak ada franchisee.
    Nyawa dari bisnis Anda datang dari para pembeli hak waralaba alias franchisee. Semakin banyak Anda memiliki franchisee maka potensi usaha franchise restoran jepang Anda untuk berkembang semakin besar. Tapi jika sudah berjalan sekian waktu kok nggak muncul-muncul juga orang yang membeli hak franchise makanan Jepang Anda, maka tamatlah bisnis Anda.
  2. Franchise tidak punya konsumen.
    Ini nggak kalah gawat. Itu sama saja dengan produk Anda tidak laku. Kalau demikian, track record franchise makanan Jepang Anda akan buruk dan Anda akan kesulitan mendapat franchisee baru. Yang lama pada rontok, yang baru tidak ada. No new franchisee no new selling. No new selling, franchise makanan Jepang Anda bablas…
  3. Waralaba Anda di kloning.
    Franchisee Anda memang harus mengkloning waralaba Anda. Tapi kalau yang mengkloning usaha Anda adalah pesaing Anda bisa berabe. Dan itu resiko utama dari waralaba makanan jepang. Saking mudahnya di duplikasi franchisee Anda, maka bisa saja franchisee Anda dengan mudah membuat bisnis restoran jepang yang serupa dengan Anda. Dan bisa jadi, mereka membeli hanya untuk mencuri ide bisnis dan franchise masakan jepang Anda. Ingat kasus minuman bubble, Tela-tela dan sebagainya? Banyak yang duplikat sistem mereka tho?
  4. Franchisee tidak menduplikasi.
    Nah, yang satu ini juga sering terjadi di lapangan. Franchisee atau orang yang membeli franchise Anda tidak benar-benar membuat atau menjual produk Anda dengan cara yang sudah Anda ajarkan. Hal ini bisa merusak sistem secara keseluruhan dan jelas akan merusak branding franchise makanan Jepang Anda.
  5. Bad debt, tagihan tak terbayar.
    Franchisee Anda punya manajemen keuangan yang buruk. Saat mereka harus membayar bahan baku kepada Anda, mereka berhutang karena uangnya mereka pakai buat membiayai liabilitas mereka. Storinya bisa ditebak, Anda nggak tega untuk tidak memberikan bahan baku karena khawatir franchise makanan Jepang Anda tidak berkembang. Akhirnya, dana Anda macet di sana.

Well, sebelum Anda terlanjur berhadapan dengan resiko waralaba masakan Jepang di atas, kenali dan cari tahu cara mengatasi resiko tersebut. Buat perencanaan bisnis terbaik dan bersiap menghadapi kegagalan. “Bentar dok, kok ente bisa tahu resiko-resiko franchise makanan Jepang? Emangnya ente pernah buka dan gagal ya dok?”

Oo tidak… saya kan punya asisten online yang tahu info-info seperti itu. Lagian sekarang ane sudah berteman dengan mas Eko, ownernya Tela-Tela. Jadinya tahu deh seluk beluk waralaba minuman dan makanan. Dan masalah-masalah umumnya seperti yang saya sebutkan di atas berlaku juga untuk franchise makanan Jepang, begitu…

(sumber gambar : blog.lakupon.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *