Menjalankan Franchise Terbaru Tidak Butuh Business Plan? Siapa Bilang !!


By on November 18, 2013
Menjalankan Franchise Terbaru Tidak Butuh Business Plan? Siapa Bilang !!

Memilih berinvestasi dengan memutuskan untuk membeli sebuah franchise terbaru sangat diminati banyak orang. Pilihan bisnis dengan model ini terbilang cukup praktis karena Anda sudah “memotong” banyak proses dalam membangun bisnis. Begitu Anda memutuskan untuk membeli waralaba, thoosss… semuanya sudah tersedia “rapi” dalam sebuah paket usaha.

Anda tidak lagi dipusingan dengan cara bagaimana membuat dan menyajikan sebuah produk, tidak lagi puyeng dengan masalah desain logo, rancangan booth dan taktik dan strategi promosi serta tidak lagi berinteraksi dengan proses pembuatan sistem manajemen bisnis. Semua sudah siap pakai !!

Tapi apa benar “semuanya sudah siap pakai” ?? Tidak guys !! Masalah produk yang dijual, konsep penjualan atau desain kemasan dan promosi hanyalah sebagian dari tahapan-tahapan memulai bisnis. Ketika Anda membeli sebuah usaha waralaba terbaru, Anda hanya memotong sebagian dari proses usaha… Tidak semuanya. Berapa banyak franchisee yang gagal meskipun si franchisor sudah menyiapkan segalanya.

So, Anda perlu membuat business plan. Anda perlu merancang dengan detil usaha waralaba Anda. Tanpa perencanaan dan strategi yang matang, Anda tidak bisa mencapai proyeksi keuntungan yang sudah dijelaskan oleh si franchisor. Setengahnya pun tidak !!

Ada beberapa pedoman taktis dalam membuat rencana usaha terkait dengan persiapan Anda dalam menjalankan bisnis waralaba terbaru.

  1. Melakukan survey pasar.
    Tahap ini adalah tahap awal dalam membuat business plan. Tujuan survei pasar adalah untuk mendapatkan keputusan yang paling tepat dalam memilih franchise terbaru baik dari sisi produk, peta persaingan, lokasi dan sistem bisnis yang paling nyaman. Untuk itu Anda perlu tahu franchise terbaru apa saja yang ada di pasaran dan sesuaikan dengan kondisi lapangan yang sudah Anda temukan seperti :
  • Lokasi yang tersedia di kawasan Anda;
  • Karakter dan kondisi pasar dari lokasi tersebut;
  • Kemampuan dan minat Anda terhadap sebuah produk dan proses pembuatannya;
  • Resiko-resiko dan peta persaingan.
  • Analisa pre kontrak.
    Setelah Anda menjatuhkan pilihan Anda sesuai dengan hasil survei dan penilaian Anda, Anda harus memeriksa dan mengevaluasi isi penawaran dan perjanjian bisnis franchise terbaru tersebut. Ini adalah tahapan penting dalam membuat business plan. Anda harus memastikan bahwa setiap isi dari kontrak tersebut tidak merugikan Anda. So, cari franchise terbaru yang menguntungkan dan bisa memberi Anda ruang yang cukup untuk berkreasi dalam batasan yang wajar dan masukkan poin ini ke dalam business plan Anda.
  • Perencanaan pra operasi.
    Kini Anda sudah memasukkan kriteria kontrak franchise terbaru yang tepat di dalam business plan Anda. Yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah menunggu booth dan segala perlengkapannya tiba di lokasi. Sampai pada titik ini, Anda harus sudah membereskan segala urusan lokasi seperti persewaan, perijinan hingga urusan air dan listrik. Jadi begitu booth datang, Anda tidak lagi direpotkan dengan masalah tersebut. Booth Anda siap setting. Well, rancang dan temukan solusi dari semua “masalah” di atas di dalam business plan Anda.
  • Perencanaan operasi.
    Sekarang bayangkan booth Anda sudah siap lengkap dengan mesin cup sealer dan drink jar yang sudah tertata rapi (misalkan waralaba Anda adalah franchise minuman). Ini artinya pada saat itu, Anda sudah 100% memiliki hak untuk menjalankan. Anda sudah punya rencana operasional? Jangan Anda mulai usaha waralaba Anda sebelum Anda menentukan bagaimana modal kerja Anda, siapa tenaga kerja Anda dan bagaimana sistem operasi yang tepat bagi franchise terbaru Anda.
  • Perencanaan promosi.
    Sudah pasti bahan promosi waralaba Anda disediakan oleh pihak franchisor seperti banner dan pamflet. Tapi banner dan pamflet ini tidak akan “terbang dan hinggap” begitu saja ke calon konsumen Anda kan? Anda harus tahu bagaimana semua pamflet itu tersebar dengan efektif dan bagaimana Anda bisa membuat semua alat promosi ini berhasil mendatangkan konsumen ke booth Anda. Ini adalah PR terbesar Anda. Buat rancangan promosi yang tepat seperti free sample atau yang semisalnya.
  • Perencanaan resiko.
    Ini yang terakhir. Semua kapal membutuhkan sekoci, begitu pula usaha waralaba baru Anda. Pikirkan dengan seksama bagaimana jika ternyata Anda salah memilih franchise baru sehingga produk yang Anda jual tidak laku? Langkah penyelamatan apa yang harus Anda lakukan? Rencanakan yang terbaik dan persiapkan yang terburuk, okay…

Nah dengan mengikuti 6 pedoman merancang business plan untuk franchise terbaru ini, insya Allah Anda sudah siap untuk memulai usaha baru dari SEKARANG…

(sumber gambar : creradio.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *