Sebelum Inovasi Produk Baru dan Diferensiasi Produk Anda Hancur, Baca Ini !!

By on March 8, 2014
Sebelum Inovasi Produk Baru dan Diferensiasi Produk Anda Hancur, Baca Ini !!

Tadi malam saya makan sate kambing bersama om Jack, rekan bisnis saya di usaha mesin usaha (*nah loh, bingung ya. Kalau bingung, klik link toko mesin… biar tahu apa itu usaha mesin usaha, ha..ha..ha..). Beliau memberikan sebuah kritikan sekaligus masukan yang cukup berarti buat perkembangan DokterBisnis.net.

Menurutnya, DokterBisnis.net ini sudah mulai melenceng dari positioning yang sudah “dikibarkan” selama ini. Dan apa yang beliau sampaikan sangat tepat… Memang benar, 3 hari yang lalu saya sedih melihat homepage website saya ini. Rasanya kok acak adut ya… Grrrrrr … !@#$%^&*%^

Dan endingnya, diskusi malam tadi membuat saya tergugah untuk “mengembalikan” kembali DokterBisnis.net ini ke “jalan yang benar”… Sesuai dengan positioning saya, memberikan artikel yang benar-benar berbeda dengan web tetangga sebelah (*mas Jack tentu tahu siapa tetangga sebelah yang ane maksud, kawan lama buddy… wkwkwkwkwkwk), benar-benar berbobot dan sesuai dengan pengalaman bisnis nyata saya… jebreeetttt !!

Well, kali ini saya akan berikan sebuah tips penting sebelum Anda melakukan inovasi produk baru atau men- diferensiasi produk baru Anda. Jadi bagi Anda yang ingin ber- inovasi produk makanan atau apapun produk Anda, silahkan terapkan tips yang satu ini.

Setiap pengusaha yang punya genre “menciptakan” pasti akan selalu haus untuk melakukan gebrakan inovasi produk baru. Mereka akan berusaha keras untuk melakukan diferensiasi produk agar produk yang mereka ciptakan bisa berbeda di pasaran. Tujuannya hanya satu, mengalahkan kompetitor mereka !!

Apakah Anda termasuk pengusaha yang beraliran garis keras seperti itu? Kalau ya, Anda harus perhatikan masalah yang satu ini… nilai saat penggunaan. Saya cetak tebal dan garis bawahi ya… NILAI SAAT PENGGUNAAN.

Apa itu nilai saat penggunaan? Nilai saat penggunaan adalah sebuah estimasi nilai bagi konsumen dengan melihat berapa biaya mereka saat menggunakan produk atau jasa mereka saat ini dan menghitung harga dari produk atau jasa baru yang akan membuatnya tidak berbeda antara produk mereka saat ini dengan yang baru.

Bentar, kok saya jadi pusing ya dengan penjelasan definisi yang saya tulis sendiri tentang nilai saat penggunaan di atas? Anda juga pusing nggak? Saya keliru kayaknya nih… Wait e seken, tak carikan definisi yang lebih mudah…

Begini, pada saat Anda akan melakukan inovasi produk baru sekaligus melakukan diferensiasi produk, Anda harus hitung dulu, kira-kira kalau konsumen memakai produk baru Anda tersebut biaya yang mereka keluarkan lebih mahal dari produk yang mereka pakai sebelumnya tidak?

Contoh inovasi produk by case-nya seperti ini… Anggap saja Anda punya perusahaan IT dan Anda akan menawarkan sebuah produk ke sebuah perusahaan. Problem perusahaan yang selalu ada di setiap tahunnya adalah mereka harus mengganti konektor kabel jaringan mereka yang harganya 1.000 rupiah per biji. Dan itu selalu terjadi setiap 4 bulan sekali alias 3 kali setahun.

Harga jasa pemasangan konektor kabel tersebut adalah 4 juta rupiah dan perusahaan tersebut butuh 500 biji untuk setiap satu kali pergantiannya. Kebetulan, mereka sudah bekerjasama dengan jasa maintenance jaringan selain Anda. Dan ternyata, jasa maintenance tersebut adalah “rival abadi” perusahaan Anda. Tetangge sebelah, wkwkwkwkwk…


Kemudian Anda datang dan menawarkan kepada mereka sebuah inovasi produk baru, konektor dengan harga 2.000 rupiah tetapi punya satu kelebihannya nyata… LEBIH AWET. Hanya butuh 2 kali penggantian dalam setahun. Jadi di mata perusahaan calon klien Anda tersebut jelas… Anda punya keunggulan NYATA dibandingkan kompetitor Anda. Apa keunggulannya? LEBIH AWET !!

Kemudian Anda mematok jasa untuk memasang ke-500 konektor tersebut adalah 6 juta rupiah di setiap kali penggantian dilakukan. Inovasi produk baru Anda ternyata butuh keahlian khusus dalam memasangnya sehingga harga layanan pemasangannya juga sedikit lebih mahal dari kompetitor Anda.

Pertanyaannya sekarang adalah, mampukah inovasi produk baru Anda menggeser kompetitor Anda? Mari saya jabarkan. 

Biaya pemasangan konektor jaringan kompetitor Anda :

  • Penggantian dilakukan setiap 4 bulan (3 kali setahun) @Rp. 4.000.000,-
  • Harga konektor pesaing Anda Rp. 1.000,-
  • 500 konektor yang dibutuhkan setiap kali penggatian.
  • Total biaya : (500 x 3 x Rp. 1.000,-) + (3 x Rp. 4.000.000,-) = Rp. 13.500.000,-

Biaya pemasangan konektor jaringan Anda :

  • Konektor jaringan hanya perlu diganti 2x setahun dengan biaya @ Rp. 6.000.000,-
  • Harga konektor jaringan Anda Rp. 2.000,-
  • Butuh 500 konektor pada setiap penggatian.
  • Total biaya : (500 x 2 x Rp. 2.000,-) + (2 x Rp. 6.000.000,-) = Rp. 14.000.000,-

Well, dapat disimpulkan bahwa secara matematis nilai saat penggunaan Anda lebih tinggi daripada kompetitor Anda. Mereka harus membayar 14 juta rupiah setiap tahunnya. Dan itu lebih mahal 500 ribu rupiah dibandingkan dengan produk tetangga sebelah Anda yang hanya Rp. 13.500.000,-.

Inilah pentingnya Anda harus memperhatikan NILAI SAAT PENGGUNAAN. Walaupun inovasi produk baru Anda brilian (*karena produk Anda lebih awet), belum tentu produk Anda diterima dan mampu mengalahkan kompetitor Anda. 

Dan biasanya nih, mentang-mentang produk Anda punya kelebihan, nafsu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih membuat Anda gelap mata. Anda mematok harga barang Anda terlalu tinggi dari yang seharusnya. Mengapa bisa demikian? Penyebabnya ada 2 :


  1. Lelah karena menciptakan inovasi produk baru membutuhkan tenaga dan pikiran yang ekstra, sehingga Anda merasa layak untuk dibayar mahal atas penemuan Anda.
  2. Inovasi produk baru yang mempunyai diferensiasi produk yang berbeda seringkali membutuhkan biaya riset yang tinggi, sehingga Anda ingin secepat mungkin mengembalikan biaya riset tersebut.

So, sebelum Anda melakukan inovasi produk baru yang maha dahsyat, ada baiknya Anda mempertimbangkan NILAI SAAT PENGGUNAAN di atas. Karena begitu Anda salah dalam hal menentukan nilai saat penggunaan, sehebat apapun diferensiasi produk Anda, buzzzzzzz… inovasi produk baru Anda akan hancur di pasaran. Sudah jelas sekarang? Ditunggu komentarnya…

(sumber gambar : younginnovator.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *