Ini Dia Contoh Positioning Produk yang Harus Anda Hindari


By on March 9, 2014
Ini Dia Contoh Positioning Produk yang Harus Anda Hindari
Ini Dia Contoh Positioning Produk yang Harus Anda Hindari

Ini Dia Contoh Positioning Produk yang Harus Anda Hindari

Contoh Positioning Produk – Di awal-awal saya mempelajari internet marketing, saya sering bergonta-ganti tempat “tongkrongan” yang menyediakan internet gratis. Hal itu saya lakukan karena suasana baru selalu bisa membuat saya tidak cepat jenuh, terutama saat mempelajari internet marketing.

Dan dari sekian tempat yang saya kunjungi, ada satu tempat favorit saya. Sebut saja “warung makan X”. Sebenarnya warung makan X tersebut biasa saja, bukan termasuk warung makan yang bagus dan nyaman dengan makanan dan minumannya yang lezat.

Lalu apa kelebihan warung makan X tersebut sehingga saya sering berkunjung kesana? Sederhana saja… Warung makan X selalu sepi, sehingga memudahkan saya untuk berkonsentrasi mempelajari materi-materi yang sayau “curi” dari para mastah-mastah di bisnis online, ha..ha..ha..

Nah, pada suatu saat tiba-tiba muncul pertanyaan di pikiran saya. “Nih tempat ngapa ya kok tiap hari sepi aja kerjaannya? Kasian pegawainya… bengong terus tiap hari.” Setelah saya perhatikan dengan seksama ternyata warung makan tersebut positioning-nya kurang pas. Lebih tepatnya… tidak punya positioning yang jelas.

Warung makan X ini memang menawarkan jenis makanan dan minuman yang banyak. Tetapi rasa dari makanan dan minumannya terlalu biasa. Bahkan seringkali rasanya nggak karu-karuan. Sudah gitu banyak menu yang kosong.

Warung makan X juga menambahkan nilai lebih, yaitu internet gratis dengan menggunakan wifi. Sayangnya, koneksi internet tempat tersebut lambat jika pengguna internet di warung makan X tersebut lebih dari 4 orang. Sudah begitu interior ruangannya terlalu standar… Itu jika si pemilik inginnya warung makannya dijadikan tempat nongkrong.

So, jika warung X dikatakan punya positioning “Warung Makan dengan Pilihan Rasa yang Banyak” kayaknya nggak pas. Banyak yang kosong menunya. Dibilang “Tempat Nongkrong yang Nyaman” juga nggak tepat. Desain interiornya lebih pas buat orang yang ingin makan siang.

Apalagi kalau positioningnya adalah “Pilihan Tepat Buat Tempat Surfing dan Browsing”… jelas nggak cocok banget. Lha internetnya aja lemot, interiornya nggak cocok buat tempat nge-net.

IMHO, warung makan X adalah contoh positioning produk yang buruk. Dan prediksi saya, maaf, mungkin si pemilik warung makan X tidak paham apa itu positioning. Positioning adalah… Eh sebentar, jangan-jangan Anda tidak tahu apa pengertian positioning pemasaran? Sudah tahu kan arti positioning? Kalau belum, baca dulu artikel positioning produk.

Balik lagi ke topik, mengapa saya bilang warung makan X adalah contoh positioning produk yang buruk? Karena semua yang ada pada warung tersebut tidak ada yang menonjol. Selain itu, semua yang ditawarkan oleh warung makan X tidak pas dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Semuanya strategi positioning warung makan X tersebut setengah-setengah.

Well, saya akan sampakan kepada Anda bahwa ada 2 hal penting yang selalu berkaitan dengan positioning produk. Dan kedua hal ini harus selalu Anda perhatikan.

  1. Keuntungan Kompetitif
    Keuntungan kompetitif adalah kapabilitas yang memungkinkan suatu organisasi menyediakan satu atau lebih manfaat pada customer di pasar sasaran itu di level yang lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor. Bahasa gampangya adalah “kelebihan perusahaan Anda di segmen pasar tertentu dan kelebihan tersebut jelas di atas kompetitor Anda”.
  2. Keuntungan Manfaat
    Keuntungan manfaat adalah manfaat yang diberi prioritas tinggi oleh customer di dalam pasar sasaran dan yang disediakan oleh organisasi di level yang lebih unggul dibandingkan kompetitor. Bahasa gampangnya adalah “Perusahaan Anda punya kelebihan di atas kompetitor Anda tetapi kelebihan Anda tersebut benar-benar dibutuhkan oleh customer Anda”. Dan ini adalah inti dari positioning.

Biar lebih mudah Anda pahami, saya jabarkan sedikit contoh kasus di atas. Dari kasus warung makan X tersebut, kemungkinan besar si pemilik warung ingin menambahkan nilai lebih di warung makannya, yaitu internet gratis. Dan memang, di ruas jalan tersebut banyak orang yang menjalankan bisnis warung makan dan hanya dia satu-satunya yang melengkapi warungnya dengan internet gratis.

Cuman masalahnya adalah, untuk kelas warung makan, hal yang menjadi prioritas utama bagi konsumen biasanya lebih dititikberatkan pada sisi makanannya. Bisa murahnya, bisa bersihnya, bisa lezatnya atau bisa macamnya yang banyak.

Saya tanya kepada Anda, pernahkah Anda datang ke sebuah warung makan dikarenakan warung makan tersebut menyediakan internet gratis? Tidak pernah kan? Perhatikan sekali lagi… warung makan ya, bukan tempat nongkrong atau cafe… Saya tekankan sekali lagi warung makan !! 

Jadi internet gratis adalah prioritas terakhir (atau bahkan bukan prioritas) dari nilai manfaat sebuah warung makan. Anda ingat poin kedua di atas kan? Apa itu? “Manfaat yang Diberi Prioritas Tinggi oleh Customer“. Ya, yang diprioritaskan oleh konsumen.

Saya kasih contoh lagi… Misalkan Anda membuka usaha laundry di sebuah perumahan di kota Anda. Target market Anda adalah ibu-ibu rumah tangga yang ada di perumahan tersebut. Kebetulan ada kompetitor Anda yang juga membaca peluang ini dan membuka di lokasi yang sama dengan target yang sama persisdengan Anda. 

Kemudian Anda ingin mempunyai keuntungan kompetitif (poin 1) dibandingkan dengan kompetitor Anda, yaitu memberikan pilihan parfum yang lebih banyak. Dengan banyaknya pilihan parfum ini, konsumen bisa memilih mana parfum yang mereka suka. Dan secara kebetulan, kompetitor Anda tidak melakukan hal ini. 

Di sini keuntungan kompetitif Anda bisa menjadi kapabilitas yang unik karena berbeda dengan kompetitor Anda. Tetapi tahukah Anda bahwa segmen ibu rumah tangga lebih memperhatikan kebersihan cucian daripada pilihan parfum yang banyak?

So, meskipun Anda punya keuntungan kompetitif dari pesaing Anda dengan pilihan parfum yang banyak, nilai tersebut tidak akan menjadi keuntungan kompetitif yang berguna karena prioritas di segmen yang Anda bidik (dalam hal ini adalah ibu-ibu rumah tangga) adalah kebersihan cucian.

Bagi mereka, pilihan parfum yang banyak adalah prioritas terakhir jika dibandingkan dengan kebersihan cucian. Mereka lebih suka cucian yang bersih dan berita buruknya, Anda tidak bisa memenuhi prioritas utama mereka. Sekarang Anda paham apa yang saya maksud kan?

Kesimpulannya bahasan kali ini adalah saat Anda hendak mempositioningkan produk Anda, ingatlah selalu 2 poin di atas. Hindari kedua contoh positioning produk yang buruk di atas karena mereka tidak memperhatikan dengan cermat 2 poin tersebut. Selamat siang…

(sumber gambar : vinestreetcommunications.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. denahmad

    April 21, 2014 at 17:40

    menarik sekali soal positioning ini walau agak sulit juga mempraktikkannya..

  2. widya

    August 21, 2015 at 17:34

    terimakasih info nya,saya senang membacanya dan bertambah ilmu,semoga anda dan saya sama-sama menikmati manfaat dari ilmu tersebut.Dan terus saling berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *