Strategi Bisnis Perusahaan : Pilih Entitas Usaha yang Tepat atau Mati !!

By on March 13, 2014
Strategi Bisnis Perusahaan : Pilih Entitas Usaha yang Tepat atau Mati !!

Kalau bicara mengenai strategi bisnis perusahaan, kebanyakan orang pasti berpikir tentang pemasaran, profit atau laba rugi, investasi peralatan usaha, dan yang semisalnya. Benar… pengertian strategi perusahaan memang selalu dekat dengan hal tersebut.

Tapi menurut saya, ada satu strategi perusahaan yang banyak dilupakan oleh orang. Apa itu? Memilih entitas bisnis yang tepat !! Sangat sedikit orang yang memahami hal ini. Tetapi memilih struktur entitas bagi bisnis bisnis Anda sama pentingnya dengan memilih mitra yang tepat untuk usaha Anda.

Kalau Anda terjun di dunia bisnis dengan orang yang salah, usaha Anda mungkin akan gagal di permulaan. Mitra bisnis yang salah bisa saja membelanjakan uang Anda terlalu bebas atau “berkelahi” dengan Anda karena partner bisnis Anda lebih mengutamakan ego pribadi daripada kepentingan perusahaan.

Sama halnya dengan memilih entitas bisnis. Memilih struktur hukum yang salah bisa menuntun Anda ke “jurang” kegagalan. Pada saat Anda memulai membangun bisnis baru, pasti secara naluriah Anda menginginkan untuk “memiliki bisnis seutuhnya”.

Anda ingin semua aset dan hasil yang Anda dapatkan dari bisnis Anda masuk ke kantong Anda. Langkah yang selanjutnya Anda tempuh adalah memilih struktur hukum kepemilikan tunggal atau kemitraan umum yang memberikan keleluasaan penuh kepada Anda

Hal itu wajar, karena ide bisnis, tenaga dan pikiran serta biaya semua dari Anda. Tetapi dengan menggunakan badan hukum perusahaan perseorangan atau persekutuan komanditer (CV), keduanya tidak memberikan perlindungan sama sekali kepada Anda.

Ini adalah contoh strategi bisnis perusahaan yang buruk !! Anda bisa saja kehilangan semua yang Anda bangun dalam bisnis, bahkan aset pribadi Anda. Dan percayalah, penuntut umum beserta pengacara mereka “sangat senang” berurusan dengan bisnis yang beroperasi dengan entitas perusahaan perseorangan atau persekutuan komanditer (CV).


Apa alasannya? Seperti yang saya sebutkan di atas… saat usaha Anda “bermasalah”, mereka bisa “menjangkau” baik aset perusahaan maupun aset pribadi Anda di dalam tuntutannya.

“Kok bisa demikian?” Sangat bisa !! Contoh gampangnya seperti ini… Misalkan Anda punya bisnis minimarket dan ternyata Anda punya hutang dengan supplier Anda. Dan pada saat itu, keuangan Anda bermasalah sehingga Anda tidak bisa melunasi hutang Anda.

Well, dalam kondisi seperti ini dan Anda memilih strategi perusahaan dengan entitas kepemilikan tunggal atau kemitraan umum, suppiler Anda -yang tentunya didampingi oleh pengacara mereka- berhak untuk mengambil aset bisnis Anda dan bahkan harta pribadi Anda. Entah itu motor Anda, kulkas Anda bahkan sampai sandal jepit Anda jika bisa di-uang-kan.

Lalu bagaimana solusinya? Gunakan entitas bisnis yang bagus !! Contoh entitas bisnis yang bagus adalah Perseroan Terbatas, dimana PT merupakan badan usaha sekaligus badan hukum. Jadi saat usaha Anda bermasalah, aset pribadi Anda tidak akan disertakan untuk menutup liabilitas atau kewajiban bisnis Anda.

Entitas ini akan “melindungi Anda” dari “serangan” atas bisnis Anda. Percuma Anda punya strategi bisnis perusahaan seperti taktik marketing atau stategi produk yang brilian jika akhirnya semua harta Anda ludes di tengah jalan, benar kan? Padahal bisa jadi prospek bisnis Anda sangat cerah. Siapa yang bisa menjamin bisnis Anda akan “lurus-lurus” saja tanpa pernah diterpa “badai”?

Maka saran saya, sebelum Anda memikirkan strategi bisnis perusahaan yang lainnya, pikirkan dulu strategi bisnis yang satu ini. Memilih entitas yang tepat seperti memilih mitra bisnis yang tepat.


Entitas yang benar adalah strategi bisnis perusahaan yang baik yang akan memberikan perlindungan hukum sehingga Anda bisa terus melaksanakan strategi pengembangan bisnis Anda yang lainnya hingga menuju ke puncak kesuksesan, insya Allah…

(sumber gambar : www.lintas.me)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *