Cara Usaha Sukses Ini Salah !! Jangan Anda Ikuti (Bagian 2)


By on March 14, 2014
Cara Sukses Usaha Ini Salah !! Jangan Anda Ikuti (Bagian 2)

Mari kita lanjutkan pembahasan tentang “Cara Usaha Sukses Ini Salah !! Jangan Anda Ikuti (Bagian 1)”. Sedikit flash back… Dulu waktu saya masih aktif di bisnis MLM, saya sering bertemu dengan downline baru yang “bandel”. Pada awal mereka bergabung, semangatnya, luar biasa !!  

Tetapi ada satu masalah yang selalu saja menjangkiti hampir ke semua member MLM baru tersebut, “I’ll Do It My Way…” melakukan segala sesuatunya dengan cara mereka sendiri. Dan biasanya setelah 4 bulan pertama, mereka baru mulai merasakan “sedikit arti kegagalan”.

“Kok banyak yang nolak ya mas?”… “Kelihatannya gampang, kok susah mas?”… “Wah, kalau gini caranya, mending saya berhenti aja mas. Nggak akan berhasil !!”… Dan bla..bla..bla.. Saya kemudian bertanya, “Sudah baca buku bagaimana cara mempengaruhi orang lain dan buku berpikir dan berjiwa besar?”… “Ah, malas mas. Bukunya tebal. Saya rasa nggak penting-penting amat.”, jawabnya.

“Dateng ke pertemuan-pertemuan yang diadakan perusahaan nggak mas?”, tanya saya… “Nggak mas. Saya nggak mau. Mereka cuman menekan saya untuk mempraktekkan cara mereka. Saya nggak suka ditekan !!”, kata dia…

“Okay, kalau begitu sudah ikut pelatihan bagaimana cara menjual?”, tanya saya lagi. … “Saya ini bukan sales mas !! Saya ini ingin bangun bisnis. Ingin pasif income. Bukannya mau jualan. Emangnya apaan mas, pake belajar menjual segala.”, katanya dengan nada yang tinggi.

Well, dari percakapan di atas, kata apa yang sering muncul menurut Anda? Tidak tahu? Baiklah, saya akan beritahukan kepada Anda. Kata yang sering downline saya tadi sebutkan adalah “SAYA“. Saya tidak mau membaca, saya tidak mau belajar, saya tidak mau datang ke pelatihan, saya tidak sukses dan lain sebagainya… Intinya adalah “SAYA”

“Lalu, so what gitu loh…” Ada apa dengan kata “SAYA”? Begini… Perlu Anda ketahui, membangun bisnis bukanlah tentang “ANDA” (Baca : SAYA). Tetapi tentang orang lain. Tentang tim Anda, tentang konsumen Anda, tentang mentor bisnis Anda, tentang hubungan baik Anda dan tentang seberapa baik Anda melayani mereka. Dan downline saya tadi terdengar sangat berpusat pada diri sendiri… sangat berorientasi pada kata “saya” dan “diri saya”.

Coba Anda lihat sekarang… Berapa banyak orang yang berbisnis selalu melihat keuntungan dari sisi dia tanpa memperhatikan keuntungan yang di dapat dari partner bisnisnya? Berapa banyak pemilik toko memarahi konsumen mereka gara-gara si pembeli terlalu banyak bertanya tentang produk dan akhirnya memutuskan untuk tidak membeli?

Bahkan saya pernah menjumpai ada seorang teman yang bertanya dan meminta tolong kepada saya untuk mengajarkan kepada dia tentang internet marketing, tetapi ia tidak mau mencatat apa yang saya berikan. Ia meminta kepada saya untuk merekam apa yang saya ajarkan kemudian rekaman itu diberikan kepadanya. Gila !!

Yang lebih parah lagi, ia menyuruh saya dengan “sedikit memaksa” untuk bisa menemukan bagaimana cara menjual  produk melalui internet dengan biaya yang murah dengan waktu yang sangat cepat. Padahal tidak ada sesuatu yang instan, benar kan?

Saya tidak tahu apa yang ada di otaknya. Sudah meminta tolong, gratis, tetapi ingin enaknya sendiri. Dan saya yakin 99,9% apa yang ada dibenaknya adalah kata “SAYA” dan “DIRI SAYA” !!

Well, terlalu banyak orang yang berangkat bekerja hanya sekedar untuk menghasilkan uang. Sedikit orang yang berangkat kerja untuk melayani orang lain. Dan hal itu jelas akan mempengaruhi kesuksesan bisnisnya. Anda tidak percaya? Saya akan berikan 2 contoh :

  1. Contoh yang Pertama : Menjual Barang
    Kalau tujuan Anda menjual barang hanya keuntungan semata, bisa saya pastikan pada saat barang Anda bermasalah, Anda pasti tidak mau menukarnya. Sederhana saja… Di benak Anda langsung muncul kata “RUGI“. Otomatis Anda tidak mau barang tersebut dikembalikan oleh konsumen Anda. Berbeda jika tujuan Anda adalah “MELAYANI” orang. Begitu mereka kecewa dengan produk Anda, reaksi Anda yang pertama kali adalah mengembalikan uang mereka atau menggantinya dengan yang barang yang lebih baik. Kemudian Anda akan meminta maaf dengan tulus. Jika Anda lakukan itu terus menerus, toko kelontong Anda lambat laun akan dikenal sebagai toko yang jujur dan otomatis Anda akan membuat brand tersendiri… Toko jujur yang dipercaya banyak orang.
  2. Contoh yang Kedua : Membuat jasa
    Kadang di usaha jasa, nilai nominal yang Anda tawarkan tidak sebanding dengan pekerjaan Anda. Contohnya di jasa developer web. Banyak konsumen yang tidak paham akan web sehingga meminta Anda untuk melakukan ini dan itu. Kalau Anda hanya melihat dari sisi kepentingan Anda, pasti Anda akan membuatkan web hanya sekedarnya. Yang penting sesuai dengan keinginan konsumen Anda. Benar kan? Berbeda jika tujuan Anda adalah MELAYANI. Anda akan berusaha setengah mati menyelesaikan detail setiap permintaan mereka dan bahkan… memberikan masukan-masukan yang diluar perkiraan konsumen !! Saya jamin web yang Anda hasilkan akan lebih “bernyawa” karena Anda mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Kata lainnya, Anda melayani orang tersebut dan mereka puas.

Sekarang Anda sudah paham kan? Mencintai saja pekerjaan Anda tidaklah cukup. Ingatlah selalu bahwa misi sejati seorang entrepeneur sukses adalah tentang “SIAPA yang ANDA CINTAI“. Bukan tentang “ANDA“. Misi Anda adalah tentang “UNTUK SIAPA ANDA BEKERJA“, bukan tentang “BEKERJA UNTUK DIRI ANDA SENDIRI“.

Sebagai penutup artikel cara sukses usaha ini, saya akan ceritakan sedikit pengalaman saya pribadi. Beberapa waktu yang lalu saya meminta tolong 2 orang untuk mencabuti rumput di pekarangan rumah saya. Yang satunya mencabuti rumput bagian depan rumah saya, yang satunya mencabuti rumput di bagian belakang rumah saya.

Yang bagian depan, dia begitu menikmati pekerjaannya sehingga rumput tersebut benar-benar bersih. Ia sangat teliti sampai hampir-hampir tidak ada akar rumput yang tersisa. Ia mencabuti rumput seolah-olah halaman yang ia bersihkan adalah halaman rumahnya sendiri. Ia juga memutuskan untuk datang lebih awal dari yang waktu yang telah ditentukan karena takut pekerjaannya tidak selesai.

Sedangkan yang di bagian belakang, seperti dikejar target. Asal cabut sana-sini dan datangnya… lebih lambat dari yang di depan. Walhasil, halaman belakang saya berantakan, rumah jadi kotor dan rumputnya tidak tercabut semua.

Tadinya saya ingin memberikan uang yang lebih untuk dia karena maaf, ia punya cacat di tubuhnya. Tapi begitu melihat hasilnya, kelebihan uang yang tadinya mau saya berikan kepadanya saya berikan kepada orang yang membersihkan rumput bagian depan rumah saya… karena ia “melayani” saya. Inilah pelajaran dari sekolah bisnis nyata yang tidak Anda dapatkan dimanapun !!

Maka dari itu, cara usaha sukses tidak cukup hanya dengan sekedar mencintai pekerjaan Anda saja. Layani dan cintailah orang lain, maka Anda akan merasakan dampak yang nyata bagi bisnis Anda, yaitu sebuah kesuksesan yang luar biasa…

(sumber gambar : tbc*******.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. iqbal

    April 16, 2015 at 23:38

    bro usaha di kampung yg mudah apa y tp modal sekitar 400 ribu..tolong sarannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *