Ini Dia Rumus Harga Pokok Penjualan yang Anda Cari-cari


By on March 14, 2014

Mari kita bicara masalah keuangan. Anda tahu rumus harga pokok penjualan? Belum? Okay, Kalau belum tahu, saya akan jelaskan secara bertahap. Kita mulai dari pengertian harga pokok penjualan, siap? Mari dilanjut…

Harga pokok penjualan atau yang biasa disingkat HPP adalah sebuah angka hasil dari perhitungan seluruh biaya yang Anda keluarkan saat proses produksi hingga produk yang sudah jadi tersebut sampai ke gudang. Di sini barang Anda sudah berstatus “persediaan”.

Tetapi kalau usaha Anda adalah usaha dagang seperti toko sembako, harga pokok penjualan adalah akumulasi semua biaya yang harus Anda keluarkan untuk membeli produk dagangan Anda hingga masuk dalam gudang sebagai persediaan.

Well, ketahuilah bahwa harga pokok penjualan inilah yang menjadi salah satu dasar Anda dalam menghitung keuntungan. Harga pokok penjualan juga sebuah paramater yang penting penting dalam menghitung titik impas atau break event point (BEP) Anda. 

Lalu bagaimana sebenarnya urutan dan cara menghitung harga pokok penjualan? Ini dia rumus harga pokok penjualan…  

  1. Buat list dan hitung semua biaya persediaan bahan mentah Anda.
    Pertama, hitunglah semua biaya dan tagihan yang harus Anda keluarkan untuk membeli bahan baku produk Anda hingga masuk ke dalam gudang. Bahan baku ini akan menjadi “persediaan bahan mentah” Anda. Contoh biaya di sini adalah harga beli, biaya untuk membeli bahan baku, biaya pengiriman atau biaya pergudangan.
  2. Masukan semua item biaya dalam proses produksi Anda.
    Kedua, buat dan analisa “diagram alur” proses produksi Anda yang memakan biaya. Biasanya biaya yang harus Anda masukan adalah biaya tenaga kerja produksi, bahan bakar dan energi, bahan tambahan, biaya penyimpanan barang dalam gudang hingga biaya kecil seperti biaya pelumas mesin. Masukan juga produk yang gagal atau produk yang Anda reject di sini. 
  3. Hitung semua item biaya pembentuk HPP.
    Ketiga, hitung dan tambahkan biaya poin pertama dan poin kedua secara akumulasi kemudian hitung berapa produk yang bisa Anda dalam buat sekali proses produksi atau dalam satu hari kerja. Setelah itu, jadikan sebagai pembagi dari total dari akumulasi tadi… So, jadilah perhitungan harga pokok penjualan tersebut adalah HPP per produk.
  4. Hitung persediaan produk jadi awal.
    Di langkah keempat ini, Anda perlu membuat perhitungan HPP dari setiap produk jadi yang sudah masuk ke gudang. Anda juga perlu menentukan tanggal produksi dan tanggal masuk ke gudang, termasuk biaya yang sudah Anda keluarkan untuk menjaga kualitas produk selama barang atau produk Anda berada di dalam gudang. So, manajemen gudang Anda harus benar-benar tertib.
  5. Jumlahkan persediaan awal tadi dengan harga pokok produksi Anda.
    Kelima, hasil perhitungan persediaan awal tadi Anda jumlahkan dengan harga pokok produksi yang sudah Anda hitung di awal. Inilah yang kemudian menjadi jumlah persediaan total.
  6. Lihat dan hitung jumlah persediaan akhir Anda.
    Keenam, Anda harus mengetahui jumlah persediaan akhir barang jadi dalam gudang Anda dalam bentuk angka. Caranya sangat mudah. Bila sejak awal Anda sudah mendapatkan persediaan total, maka yang harus Anda lakukan hanya mengurangi data tersebut dengan data barang jadi keluar gudang selama periode berjalan. Hasil pengurangan itulah persediaan akhir Anda.
  7. Identifikasi HPP yang masuk perhitungan penjualan
    Di langkah terakhir ini, jumlah produk yang keluar dari gudang atau angka hasil pengurangan persediaan total dan persediaan akhir adalah data harga pokok penjualan yang harus Anda setorkan ke bagian penjualan dan keuangan. Data laporan harga pokok penjualan inilah yang akan digunakan mereka untuk perhitungan lebih lanjut guna menghitung keuntungan perusahaan. Sepertinya kalau sudah dengar kata keuntungan mata Anda pasti melek…

Begitu saja penjelasan saya. Semoga rumus dan langkah ini bisa memudahkan Anda dalam menghitung harga pokok penjualan. Ada yang mau Anda tanyakan tentang rumus harga pokok penjualan di atas? Saya harap tidak, karena saya juga pasti bingung jawabnya. Kecuali kalau Anda tanya apa itu biaya variabel dan biaya tetap, saya baru tahu, wkwkwkwkkwkwwk…

(sumber gambar : ditkeu.unair.ac.id)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. Endar

    January 15, 2017 at 19:23

    Artikelnya keren2…bisa bantu buat refrensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *