Kinerja Karyawan Anda Semrawut? Baca Tips Manajemen Pegawai Berikut Ini


By on March 15, 2014

Sudah punya pegawai? Pasti ribet ya ngatur pegawai Anda. Semuanya harus Anda kontrol dan Anda ingatkan setiap hari. Saya punya teori kinerja karyawan yang bagus nih buat Anda yang lagi butuh manajemen pegawai … Apa teorinya? Buatlah deskripsi kerja yang baik.

Deskripsi kerja yang baik akan menjadi sebuah jalur bagi karyawan Anda dalam bekerja sekaligus sebagai batasan hubungan antara Anda dengan karyawan Anda. Dengan deskripsi kerja yang “mak nyusss”, hak dan kewajiban Anda selaku pemilik bisnis dengan karyawan Anda akan teratur dengan sempurna. 

Bahkan lebih dari itu… Deskripsi kerja adalah sebuah teori kinerja karyawan yang nyata yang akan membantu Anda banyak hal dalam hal manajemen karyawan. Contohnya adalah :

  1. Acuan dalam menemukan calon karyawan yang tepat.
  2. Menjelaskan peran karyawan di perusahaan Anda.
  3. Menjelaskan target dan harapan Anda.
  4. Sebagai dasar evaluasi kinerja karyawan.
  5. Acuan secara legal atas kompensasi dan hukuman.
  6. Menciptakan keharmonisan antara karyawan dan pemilik usaha.

Dan masih banyak lagi mas bro mbak sis yang ca’em… Lalu bagaimana cara membuat deskripsi kerja yang tepat sehingga deskripsi kerja tersebut bisa “menjangkau” semua kepentingan di atas? Ada beberapa tips yang bisa Anda praktekan dalam membuat deskripsi kerja yang tepat agar kinerja pegawai Anda maksimal.

  1. Simpel dan mudah dimengerti.
    Jauhkan deskripsi kerja dari kata-kata yang rumit dan tidak mudah dimengerti oleh karyawan Anda. Semakin rumit untuk dimengerti deskripsi kerja Anda, semakin riskan dan semaki sering memunculkan kesalahpahaman. Gunakan kata-kata yang jelas, akurat, simpel dan praktikal.
  2. Sebutkan tugas pada poin pertama.
    Dua hal yang paling karyawan ingin ketahui pada saat pertama kali mereka bekerja adalah apa saja tugas mereka dan mampukah mereka mengemban tugas-tugas tersebut. So, letakan poin tugas pada posisi pertama. Jabarkan dengan detail agar bisa memberi gambaran yang jelas apa saja tugas mereka. Sertakan informasi seputar metode, sistem dan program pendukung yang akan Anda berikan untuk membantu mereka dalam menyelesaikan tugasnya.
  3. Sampaikan tujuan dan tanggung jawab karyawan.
    Di setia tugas yang Anda berikan, tentu ada tujuan dan tanggung jawab yang menyertainya. Maka dari itu, sampaikan semua informasi tersebut kepada mereka. Dengan memahami tujuan tugas dan tanggung jawab di setiap pekerjaannya, mereka akan mengetahui mengapa mereka harus melakukan tugas tersebut, apa pentingnya tugas tersebut dan apa peran mereka dalam bisnis usaha Anda. Tunjukan juga kaitan tugas dan tanggung jawab mereka dengan divisi lain dari kesatuan tim kerja Anda. Mereka akan merasa penting dan akan menjadi karyawan yang loyal ketika mereka tahu betapa besar peran mereka dalam keseluruhan bisnis usaha Anda.
  4. Jabarkan dengan tegas target pencapaian Anda.
    Ketika Anda sudah menunjukan tugas mereka, menunjukkan alasan mengapa mereka perlu mengerjakan tugas tersebut dan apa peranan mereka dalam bisnis usaha, maka kini Anda perlu menginformasikan seperti apa hasil yang Anda harapkan dari mereka. Dan di sini, informasi mengenai target pencapaian akan membantu karyawan Anda menentukan standar kualitas kerja mereka.  Target ini nantinya juga akan memberikan kepada Anda bagaimana standar kinerja karyawan dalam evaluasi kerja bisnis Anda.
  5. Jelaskan batasan yang jelas.
    Anda harus membuat aturan yang sifatnya membatasi karyawan Anda. Karyawan Anda perlu sistem yang bisa mendisiplinkan mereka. Jadi Anda harus tahu bahwa ada beberapa hal yang tidak boleh diketahui oleh karyawan Anda karena bisa merugikan bisnis Anda. Jadi lakukan riset “ke dalam” dan jadikan hasil riset tersebut sebagai “standar peraturan” yang akan Anda terapkan pada karyawan Anda.
  6. Fleksibel.
    Membuat batasan adalah sebuah keharusan. Tapi ingat,  bukan berarti mengikat mereka dengan “erat”. Aturan yang terlalu mengikat akan membatasi kreatifitas dan kemampuan mereka untuk berkembang. Padahal Anda tahu, dunia bisnis selalu bergerak dan berkembang. Dan hal ini membutuhkan intelegensi dan kemampuan karyawan Anda agar bisa beradaptasi yang baik. Jadi biarkan karyawan Anda mengembangkan diri dan meningkatkan kreatifitas mereka karena hal tersebut adalah bagian dari adaptasi.
  7. Sertakan informasi kompensasi dan hukuman.
    Bagian yang terakhir adalah informasikan seputar hak karyawan yang akan mereka terima, bagaimana jenjang karir merekan dan bagaimana pengembangan kemampuan mereka. Kemudian sertakan pula hukuman atau punishment yang mungkin harus mereka hadapi ketika mereka tidak mencapai target atau melanggar batasan yang telah Anda tentukan.

Sekarang Anda sudah dapat gambaran kan tentang teori kinerja karyawan yang nyata dan efektif? Sekarang segera buat jurnal kinerja karyawan dan deskripsi kerja yang jelas supaya tata tertib karyawan Anda bisa ditegakkan. Anda ingin manajemen pegawai Anda berjalan dengan lancar kan?

(sumber gambar : www.adipala.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *