Ingin Menjadi Pengusaha Muda yang Sukses? Hindari Cara Ini !!

By on March 18, 2014

Ngobrol dengan teman bisnis yang punya satu pandangan emang enak, bener kan? Apalagi kalau sama-sama ingin menjadi pengusaha muda yang sukses. Dialognya mengalir, ego dibuang, endingnya… dapat tambahan ilmu yang bermanfaat. Mantabs !! Mau tahu ilmu bermanfaat apa yang saya dapat?

Kasih tahu nggak ya? wkwkwkwkwk… Masak nggak dikasih tahu sih? Baiklah, ilmu yang saya dapat kemaren adalah tips bagaimana cara menjadi pengusaha muda yang sukses. Tipsnya hanya satu, tapi esensi-nya, luar biasa. Apa itu? MASUKLAH ke DALAM PERSAINGAN? Hanya itu? Ho’ o… hanya itu.

Lha terus, piye penjelasannya? Santai mas bro… penjelasannya pasti ada lah… Dan dengan penjelasan ini, insya Allah Anda pasti akan mengetahui kenapa menjadi pengusaha muda yang sukses harus masuk ke dalam persaingan… saya tambahi lagi yang KETAT.

Jadi masuk ke dalam persaingan bisnis… yang ketat, ho..ho..ho.. Pusing ya… Sama. Persaingan di bisnis yang saya tekuni gila bos. Kompetitor, apalagi… kuat !! Untung keinginan saya untuk jadi pengusaha muda sukses kuat. Ok, saya mulai dari mana penjelasan tentang cara jadi pengusaha muda ini nih? Oh, I see… dari sini saja ya… dari “darimana saya dapat tips cara jadi pengusaha muda sukses ini”.

Saya mendengar prinsip bisnis ini dari partner bisnis saya, mas Aris. Kemudian saya cari “kitab-kitab” bisnis saya lagi, ternyata pak Laksita, temen baik saya yang sudah sukses pernah membahas kaidah ini. Di buku “Start-Up Business Wizards”, beliau mengatakan bahwa pebisnis pemula kecenderungannya menghindari persaingan.

Saya punya temen yang hobinya gonta-ganti bisnis. Masalahnya sepele (*padahal nggak ya), begitu ia ketemu dengan pesaing yang kuat, langsung drop… Ganti bisnis yang lain. Terus seperti itu hingga sekarang. Padahal orangnya cerdas, tertib, disiplin dan cepat dalam melakukan sesuatu.

Dan memang, pada umumnya para pebisnis yang ingin menjadi pengusaha muda yang berhasil, mereka tidak percaya diri karena harus berkompetisi dengan pemain-pemain lama. Akhirnya mereka memilih bisnis yang sedikit pesaingnya. Bahkan banyak dari mereka berusaha mencari bisnis yang tidak ada pesaingnya. “Pemain Tunggal” adalah semboyan andalan hidup mereka, ha..ha..ha..

Well, Anda sebagai calon pengusaha sukses muda harus hindari cara yang satu ini… “MENGHINDARI PERSAINGAN“. Anda harus tahu bahwa pepatah “Ada Gula Ada Semut” juga berlaku dalam bisnis. Kalau ada peluang bisnis yang menjanjikan, pasti sudah habis “diserbu” semua orang. Karena kalau ternyata “gula” yang tersedia tidak sebanyak yang diperkirakan, “semut-semut” akan pergi.

Kalau ternyata “gula” yang tersedia masih sangat banyak, “semut-semut” akan terus berkumpul di sana. Banyaknya pesaing mengindikasikan serapan pasar yang cukup besar. Bisnis yang penuh dengan persaingan yang ketat identik dengan  produk yang TERBUKTI benar-benar DIBUTUHKAN oleh customer.

Tapi ada catatannya, lihatlah benar-benar apakah bisnis tersebut mempunyai produk yang BENAR-BENAR PUNYA MANFAAT yang NYATA. Cara paling gampang untuk melihat apakah bisnis tersebut adalah bisnis dengan produk yang punya manfaat yang nyata adalah Anda Anda mencermati bisnis “kagetan”, bisnis “dadakan” atau bisnis “musiman”.

Mau contoh nih? Ada banyak !! Bisnis lobster air tawar, bisnis ikan louhan, atau bisnis anthurium adalah contoh bisnis “dadakan” dengan manfaat nyata produknya hampir tidak ada. Harganya selangit, potensi keuntungannya “tidak realistis” dan munculnya “tiba-tiba”, bak “petir di siang bolong”. Setelah itu, hilang di telan waktu…

Contoh yang lain adalah bisnis parcel lebaran… Bisnis model seperti ini meledak pada waktu tertentu dan redup seketika, meskipun di waktu yang sama di periode berikutnya muncul “fenomena” seperti ini lagi.

Well… Anda yang benar-benar ingin menjadi pengusaha muda yang sukses, jangan menghindari peluang yang sudah terbukti di pasar. Anda jangan “lari terbirit-birit” hanya karena melihat ketatnya persaingan dan kuatnya sang “monster  kompetitor” yang akan menjadi pesaing Anda.

Ketatnya persaingan adalah indikator bagus tidaknya sebuah bisnis untuk ditekuni. Hanya saja, sebelum Anda masuk ke dalam persaingan tersebut, Anda harus buat business plan terlebih dahulu. Amati kompetitor Anda, lihat kelemahannya, buat positioning produk Anda, hitung rencana biaya pemasaran Anda dan sebagainya.

Jadi Anda harus paham bahwa pembahasan kita kali ini bukan dititikberatkan pada kesiapan Anda terhadap teknis bisnis-nya, tetapi tentang cara pandang Anda terhadap persaingan bisnis yang ketat, okay? Jadi jangan mentang-mentang Anda disuruh masuk ke bisnis yang persaingannya ketat lalu Anda terjun tanpa persiapan yang matang.

So, intinya adalah jika Anda ingin menjadi pengusaha muda yang sukses, hindari tips rahasia sukses pengusaha muda yang kuno di atas. Apa itu? “Ingin menjadi pemain tunggal karena menghindari ketatnya persaingan”.


Coba bayangkan kalau ownernya SAMSUNG tiba-tiba takut masuk ke bisnis ponsel gara-gara pendahulunya, NOKIA sudah “merajai” dunia handphone. Apa kata dunia? Nggak lucu tho… Dan nyatanya, SAMSUNG sekarang merajai dunia ponsel dan gadget berkat kejelian dia masuk di pasar yang ketat serta inovasi produk mereka. Ada yang mau memberikan tambahan?

(sumber gambar artikel “menjadi pengusaha muda” : beyondplm.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. panji rahman

    December 12, 2014 at 22:08

    thanks info nya gan

  2. Tasya

    May 6, 2016 at 07:56

    Thanks gan ,,,,sangat memotivasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *