Motivasi Hidup Sukses : Kehidupan Selalu Menuntut Pembayaran


By on April 2, 2014
Motivasi Hidup Sukses : Kehidupan Selalu Menuntut Pembayaran

Artikel Motivasi Hidup Sukses – Hai mas bro… Selamat pagi !! Apa kabar? Baik kan? Sudah makan? Atau baru mau pergi ke warung makan? Warung makannya bayar duluan baru makan atau makan duluan baru bayar? Mau bayar duluan atau nggak, sama saja… Pokoknya harus bayar, benar kan?

Sama bos… Kehidupan juga demikian. Selalu ada 2 jalan yang akan Anda lalui. Anda main sekarang dan bayar kemudian atau sebaliknya, bayar sekarang dan Anda main kemudian. Kehidupan selalu menuntut pembayaran.

Dulu… sewaktu saya masih kuliah, saya jarang sekali masuk kelas. Sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk “bersenang-senang” di kegiatan kemahasiswaan. Boleh dikata, hampir 90% “hidup saya” ada di UKM. Pokoknya, tidak ada hari Senin. Semua hari Minggu.

Kemudian satu persatu teman kampus saya mulai “hilang”, berganti dengan adik kelas saya yang mulai “bertambah”. Saya mulai panik !! Hikmahnya, kejadian ini membuat saya sadar bahwa apa yang saya lakukan menuntut sebuah “pembayaran”.

Akhirnya mau tidak mau saya selesaikan semua “tagihan” tersebut satu persatu. Sangat berat !! Saya harus lebih rajin belajar, lebih rajin masuk kuliah dan bersosialisasi dengan adik tingkat yang tidak saya kenal.

Saya juga harus merelakan kehilangan teman-teman yang biasa saya pinjam catatannya, mengambil mata kuliah lebih banyak dari mahasiswa yang lainnya, mengulang praktikum serta kegiatan-kegiatan semisal yang saya benci. 

Hal itu saya lakukan selama 4 Semester panjang ditambah 2 semester pendek. Dan yang lebih buruk, semua harus saya lakukan tanpa adanya “hari bersenang-senang”. Full di kampus, full belajar !!

Walhamdulillah, saya bisa menyelesaikan semuanya dengan nilai kelulusan “sangat memuaskan”. Walaupun akhirnya ijazah tersebut tidak saya gunakan karena saya memutuskan untuk menjadi pengusaha, bukan karyawan. 

Mas bro, bukannya saya ingin menunjukkan kepada Anda bahwa “di mana ada usaha, di situ pasti ada jalan”. Bukan… Pepatah tersebut 100% benar. Tetapi yang ingin saya tunjukkan kepada Anda adalah buah dari apa yang saya tanam.

Benar, saya lulus dengan nilai “sangat memuaskan”. Tapi semuanya harus saya “bayar” dengan harga yang “lebih mahal”. Semua yang saya lakukan “ekstra keras” dan “ekstra tenaga”. Dan Anda harus tahu bahwa kalau Anda berniat untuk membayar kemudian, seringkali harga yang harus Anda bayar lebih mahal.

Anda bisa bermalas-malasan sekarang. Tidak disiplin, menunda-nunda atau menganggap remeh semuanya. Tetapi lihatlah… berapa banyak teman Anda yang dulunya rajin, kutu buku, tidak “gaul” serta sering Anda jadikan bahan olok-olokan tiba-tiba berubah menjadi monster bagi Anda… seorang eksekutif muda dengan gaji puluhan juta tiap bulannya !!

Pelajaran apa yang bisa Anda petik? Ya… mereka membayar duluan permainannya !! Saya tidak menyuruh Anda untuk belajar yang rajin agar Anda punya gaji yang besar. Bukan seperti itu maksud saya. Tetapi di dunia ini tidak ada makan siang gratis. Anda bayar belakangan, Anda harus siap bayar lebih mahal !!

Well, nasihat sekaligus motivasi hidup sukses dari saya untuk setiap orang yang ingin berhasil di kehidupannya… hidup itu penuh perjuangan mai fren. Jadi berjuanglah sekuat tenaga agar Anda terbaring kelelahan di medan pertempuran dengan kemenangan. Ingatlah selalu bahwa hidup itu menuntut pembayaran dan bayarlah selalu “tagihan” Anda di depan.

Mana yang lebih Anda suka… masuk ke restoran, memilih makanan yang Anda suka, menyantapnya kemudian Anda terkejut dengan harga yang harus Anda bayar.

Atau Anda menghilangkan rasa malu Anda dengan sedikit mengeluarkan “energi” untuk menanyakan berapa harga tiap makanan tersebut kemudian Anda menyantapnya dengan hati yang tenang karena Anda tahu berapa harga makanan yang harus Anda bayar.

(sumber gambar tulisan motivasi hidup sukses : www.islamictreasure.com)

Artikel Sebelumnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. wiwit gunawi

    December 29, 2015 at 16:14

    luar biasa dok… mantap

  2. siswo.s

    April 22, 2016 at 18:27

    Trims..telah d pertemukan anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *