Ini Dia Contoh Pengusaha Sukses yang (Bisa) Gagal Gara-Gara Kejeniusannya


By on May 1, 2014
Ini Dia Contoh Pengusaha Sukses yang (Bisa) Gagal Gara-Gara Kejeniusannya

Hufffff, mata masih pedas gara-gara ikut webinar semalem. Sampai larut malam mas bro !! Ndengerin ape kate mastah-mastah yang “full daging” tentang Facebook Marketing. Dahsyat emang !! Tapi apa daya… demi agan-agan semua, ane harus tetep nulis. Dan demi bertambahnya visitor di blog ane tentunya, wkwkwkwkwkwk…

Wokeh brother, tema kali ini adalah tentang “Contoh Pengusaha Sukses Super Jenius yang Bisa Gagal Gara-Gara Kejeneniusannya Sendiri”. “Yaa elah pak dokter… Masak seh pengusaha yang super jenius bisa guagal… Ngece sampeyan !!” Weits, ente kagak percaya? Sini ane kasih kisah nyata pengusaha sukses yang (bisa) gagal gara-gara kejeniusannya…

Bos, ane punya temen bisnis yang super jenius. Ide bisnis yang keluar dari beliau wow banget gitu lho. Very-very briliant !! Semua idenya gila… Kalau boleh ane gambarkan bos, tiada hari dan waktu tanpa memikirkan peluang bagus. Jadi kira-kira “perjalanan waktunya” bisa ane gambarkan seperti ini :

  • Saat bangun pagi. Membayangkan sebuah layanan produk baru karena tadi malem browsing eh, nemu produk baru yang bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat.
  • Saat mandi. Langsung memikirkan bagaimana cara membuat website yang cantik dan ingin segera “mengeksekusinya” dengan cepat.
  • Saat menunggu anak-anak berpakaian. Merancang strategi harga yang benar-benar “menawan” sehingga bisa melipatgandakan keuntungannya.
  • Saat sarapan. Menemukan cara-cara baru lewat internet marketing yang bisa mempercepat kesuksesan usahanya.
  • Saat menuju kantor. Teringat kembali ide bisnisnya yang lama yang belum bisa dijalankan secara maksimal, mempertimbangkan untuk berhenti dan menjual aset-aset bisnis yang lama lalu memulai usaha bisnis lain yang baru.
  • Saat melangkah masuk kantor. Tiba-tiba teringat tentang bisnis yang lainnya lagi -yang ia anggap prospeknya sangat bagus tentunya- sedang mengalami trobel dan sampai sekarang, dia belum punya solusinya.

Kayaknya penggalan “aktivitas bisnis” di atas tidak asing kan? Well, temen bisnis ane tersebut menderita gejala penyakit BADD. Apa itu BADD? Menurut Rhonda Abrams, BADD adalah Boss Attention Deficit DisorderGangguan dalam memusatkan perhatian yang dialami oleh pengusaha super jenius.

Seperti anak-anak yang nggak bisa diam, “pengusaha jenius” yang menderita penyakit ini sangat mudah teralihkan perhatiannya oleh kreativitasnya sendiri. Dan repotnya, kreativitas dan intelegensinya membuat mereka selalu memikirkan konsep dan strategi baru. Efeknya, perusahaan yang mereka bangun kehilangan fokus !!

Seperti contoh pengusaha sukses yang ane katakan di atas yang kebetulan temen deket ane ini, ia mengalami BADD. Dan saya yakin, banyak dari ente yang mengalami gejala BADD. Iya apa iya… Silahkan ente lihat kronologis temen ane yang menderita BADD ini. Kalau mirip, berarti Anda jika terjangkit penyakit BADD.

Temen ane ini adalah pengusaha yang berbakat. Asli… bener-bener top markotop. Mentalnya jadi, taktik marketingnya atraktif, semangatnya masya Allah… luar biasa. Awalnya, ia ingin bangun bisnis taksi motor. Setelah beberapa bulan menggelutinya, ia mulai melirik bisnis lain… jasa sewa motor. Karena lihat prospek bisnis sewa motor lebih menggiurkan, akhirnya ia pindah ke usaha jasa rental motor.

Setelah usahanya mulai berkembang, ia melihat kok sepertinya ada peluang bagus yang sayang kalau dilewatkan ya? Kenapa nggak sekalian buat sewa mobil aja? Wussshhh, akhirnya nambah usahanya… sekalian sewa mobil. Dan pada waktu yang bersamaan, ia buka cabang agar bisnis sewa motornya menggurita. Sampai di sini masih oke-oke saja usahanya. Hanya satu masalah yang masih mengganggu… ia kurang berhasil di pemasaran online terkhusus untuk usaha sewa mobil miliknya.

Kemudian seiring berjalannya waktu, temen ane yang super jenius ini mendapatkan inspirasi bisnis yang dahsyat. “Kayaknya ada peluang lagi deh yang bisa saya ambil” Apa itu? Paket wisata. Mengapa harus paket wisata? Karena Sekalian sewa mobil sekalian tawarin paket wisatanya. Sambil menyelam minum air.

Wokeh… mari kita bikin paket wisata. Dan… it’s done !! Selesai paket wisatanya. Lagi-lagi usaha paket wisatanya bisa berjalan (*ini baru awal lho). Cuman yang tidak ia sadari, ia mulai terlihat kerepotan.

Baru berjalan sebentar paket wisatanya, tiba-tiba muncul ide baru. Datangnya dari momen saat ia mengantarkan tamu yang memesan paket wisatanya meminta diantar pulang ke hotel dimana ia menginap. “Wah, kok sayang ya kalau peluang yang satu ini dilewatkan. Mending sewa satu kamar setahun, bisa jadi pemasukan lumayan neh”.

Langsung ide bisnis tersebut ia eksekusi. Begitu menemui pemilik hotel, ia justru disarankan untuk menyewa keseluruhan kamar hotel. “Wah, pucuk di cinta ulam tiba dong”. Walhasil, akhirnya ia buat proposal bisnis untuk mencari investor guna menyewa hotel tersebut selama setahun dan lagi-lagi berhasil !! Jadilah ia punya sewa motor, sewa mobil, paket wisata dan hotel.

Berhenti sampai di sini? Oo… tidak mas boy. Petualangan sang jenius ini masih berlanjut !! “Wangsit” pun datang kembali. Ia dan rekan bisnisnya berencana membuat bisnis “olahraga air” di kota tertentu yang belum ada pesaingnya. Pikirannya hanya satu… mumpung belum ada dan masih ada hubungannya dengan bisnis gue, hajar bleh… Pebisnis pioner gitu loh. Mulailah ia kewalahan dengan semua bisnisnya. Perijinan yang seret, manajemen keuangan yang mulai acak adul, waktu yang terbatas, gali lobang tutup lobang… Pokoke ruwet wis.

Belum selesai dengan masalah perijinan bisnis olahraga airnya, muncul “bisikan surga” yang lain lagi. Apa lagi bos? Membuat software pemesanan hotel. “Lho kok bisa sampai bidang IT sih bos?”. Sederhana… ia ketemu dengan programmer handal yang bisa bikin software pemesanan hotel.

Karena ia lihat banyak hotel yang belum punya sistem booking yang ciamik, akhirnya ia terpikir untuk bikin sistem tersebut yang rencananya akan ia jual ke hotel. Harganya bisa puluhan juta bos !! Keuntungannya gede banget. Tanpa ba..bi..bu, ia adakan rapat dadakan, ia pekerjakan beberapa programmer tersebut dan buzzzz… semua dana dari bisnis-bisnis yang lain ia investasikan untuk pembuatan dan pemasaran software booking hotel tersebut.

Ironisnya, bukannya ia meluangkan waktunya untuk menyempurnakan jasa sewa motor dan memperbaiki pemasaran online buat bisnis sewa mobilnya, ia sibuk malah dengan rapat sana rapat sini yang akhirnya banyak waktu yang terbuang sia-sia. Endingnya bisa ditebak, bisnisnya mulai berjalan amburadul, masalah semakin timbul silih berganti dan semuanya serba semrawut…

Saya tanya kepada Anda. Bisakah Anda hitung berapa banyak bisnis yang temen ane jalankan dalam waktu yang bersamaan? Kira-kira bisakah ia menghandel semuanya? Nah, temen ane yang jenius tadi adalah satu dari sekian banyak pengusaha yang terjangkiti penyakit BADD. Dan perlu agan-agan ketahui, penyakit ini tidak hanya menjangkiti seorang pemula. Banyak bos perusahaan besar dan manajer kawakan yang juga mengidap gejala ini. Repot kan?

Kalau Anda juga merasa terjangkiti penyakit ini, ane pastikan akan banyak hal yang akan Anda terlantarkan. Bisnis Anda akan menghadapi masalah berat. Kemudian sumber daya perusahaan Anda akan menerima beban terlalu berat yang pada akhirnya Anda akan mengabaikan klien, konsumen dan layanan Anda. Sebabnya karena Anda kelelahan dan tidak fokus. Dan jika Anda tidak segera mengobati penyakit ini, Anda 99% akan menuju ke ambang kehancuran !!

Bai the wai, saya tidak berharap temen saya ini bisnisnya gagal. Saya selalu berharap yang terbaik bagi dia. Saya berharap ia bisa menjadi contoh pengusaha sukses bagi banyak orang. Bakatnya luar biasa. Hanya saja jika ia tidak segera menyadari dan menyembuhkan penyakit BADD tersebut, saya ragu apakah dia mampu mempertahankan semua bisnisnya. Iya kan?

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Berhubung ane lihat artikel pengusaha sukses ini sudah hampir 1.000 kata, solusi bagaimana mengatasi masalah BADD saya bahas di artikel yang selanjutnya ya… Keju tanganku rek !!

(sumber gambar : www.rejustable.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

8 Comments

  1. Didik Wahyudi

    April 15, 2016 at 16:32

    Ya ya ya, sepertinnya saya sedang terjangkiti penyakit BADD. Mumpung belum akut baiknya saya berbenah deh. Nah, yang penjadi PR yang harus dieksekusi cepat, bisnis mana yang harus difokuskan? bingung pak dokter…

  2. boedi

    April 17, 2016 at 23:25

    ada peluang bisnis baru buat penyakit badd..nyediain jasa manajemen bisnis org laen. pembayaran bisa pake sharing profit/bentuk saham bersama. si penyedia jasa gerak buat kelola, si empunya usaha tinggal monitoring & ambil keputusan..tinggal cari cara supaya g ada pihak yg ngerasa dirugikan..mungkin lho

    • Riad

      October 4, 2016 at 20:27

      Ide bagus tuh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *