Bingung Mau Usaha Apa? Cari Bisnis Hari Ini? Disini Jawabannya

By on May 8, 2014
Bingung Mau Usaha Apa? Cari Bisnis Hari Ini? Ini Dia Solusinya !!

Kalau kemarin artikel saya membahas solusi tentang jualan online paling laku, sekarang saya akan bahas solusi bagi orang yang bingung mau usaha apa.

Tapi bentar dulu… Artikel bisnis hari ini bukan contoh bisnisnya yang akan saya bahas. Tapi cara memilih usahanya yang akan saya kedepankan.

Khususnya jika Anda BARU di dunia bisnis. Setuju? Kalau ya, silahkan baca kutipan yang satu ini :

Mengapa Anda harus menunggu 6 sampai 12 bulan untuk membuat uang Anda tumbuh kalau Anda hanya butuh seminggu sejak usaha Anda dimulai agar uang mengalir masuk ke dalam bisnis Anda?

Maut kan kutipannya? Bukan dari saya sih… Saya dapetnya dari pak Laks. teman sekaligus guru bisnis yang sangat saya hormati. Begini penjelasannya… jika Anda bingung mau usaha apa, itu pertanda Anda BARU di dunia bisnis.

Dan cara memulai usaha baru yang tepat, saran dari pak Laksita, hindarilah bisnis yang berhubungan langsung dengan produksi seperti manufaktur, garmen, computer programming, pertanian atau perkebunan. Pilih bisnis yang memungkinkan terjadinya transaksi penjualan harian seperti toko, bengkel, rumah makan atau supplier.

Apa alasan utama pak Laks menyarankan Anda yang lagi bingung mau usaha apa untuk memilih jenis bisnis yang langsung berhubungan dengan penjualan? Karena beliau sudah melihat ratusan perusahaan baru bangkrut gara-gara mereka memilih bisnis yang berhubungan langsung dengan produksi.

Semua bidang yang berurusan dengan produksi selalu membutuhkan rentang waktu yang cukup lama untuk menghasilkan penjualan pertama. Hasilnya, mereka selalu dihadapkan kepada BESARNYA MODAL yang dibutuhkan untuk memulai usaha baru tersebut. Mulai dari penyediaan tempat, alat, tenaga kerja, tenaga ahli bahkan manajemen yang rumit.

Setelah itu, kejadiannya mudah ditebak. Mereka baru bisa mendapatkan pemasukan pertama setelah produk pertama mereka siap beredar di pasaran. Kalau beruntung, 3-5 bulan mereka bisa menjual produk pertama mereka. Jika tidak, merka butuh TAHUNAN untuk bisa menjual produk pertama mereka. Benar kan? 

“Kok bisa tahu dok?” Nggak usah jauh-jauh, saya pernah mengalaminya, ho..ho..ho.. Dulu saya pernah bergelut dengan usaha lobster air tawar. Gagal… problemnya adalah waktu dan energi saya habis buat nemuin cara budidaya lobster air tawar (LAT) yang efektif.

Stres satu tim kami dibuatnya. Kami harus menemukan cara bagaimana caranya LAT bisa diternakan lebih dari 3 ekor per meternya. Sebelum kami bisa menjual secara kontinyu LAT tersebut, modal saya sudah habis buat riset produksi.


Lalu saya pindah ke usaha udang galah. Saya sudah mempraktekkan strategi bisnis beresiko rendah. Tetapi ujung-ujungnya saya gagal juga. Walaupun pada saat itu kegagalan saya disebabkan karena bencana alam, tapi saya tetap harus berjibaku dengan “teknik produksi” yang cukup lama sebelum saya bisa menjual panen udang saya yang pertama.

Belajar dari 2 kesalahan tersebut, saya langsung memutuskan untuk memilih usaha yang langsung bisa memungkinkan terjadinya tranksaksi… jualan mesin. Karena saya masih penasaran dengan produksi, saya membagi usaha saya tersebut menjadi 2. Satu yang jualan dari hasil produksi mesin sendiri, yang satunya ambil dari importir yang langsung bisa saya jual.

Benar kata pak Laks !! Yang jualan mesin impor alhamdulillan langsung lancar jaya. Yang produksi sendiri sampai sekarang masih cekot-cekot. Trobelnya buanyak banget. Modal yang keluar sudah puluhan juta, eh… mesin tersebut belum kelar-kelar juga. Tepok jidat deh…

Well, jika Anda memilih bisnis yang “langsung jualan”, pagi itu bisnis tersebut Anda buka, hari itu juga Anda sudah mendapatkan penjualan pertama Anda. Contohnya Anda buka toko kelontong. Jelas… saat itu juga, di hari pertama Anda buka, kemungkinan terjadinya transaksi yang pertama sangat tinggi. Lha gimana nggak, wong Anda langsung jualan.

Kalau memang bagusnya demikian, lalu mengapa banyak orang yang lagi bingung mau bisnis apa enggan untuk membuka usaha model “langsung bisa jualan”…? Jawabannya klasik…

  1. Berpikir langsung yang besar.
    Umumnya yang ada di benak orang yang baru bingung mau usaha apa (pebisnis pemula) adalah hal-hal yang besar seperti membuat pabrik. Entah pabrik pupuk organik, pabrik kompos, pabrik genteng atau pabrik furnitur.
  2. Menghindari pemasaran.
    Pemasaran adalah hal yang menakutkan bagi pebisnis pemula. Jadi “refleks” bagi orang yang bingung mau bisnis apa adalah berusaha sekuat tenaga untuk menghindari bisnis yang berhubungan langsung dengan pemasaran. Akibatnya mereka memilih bisnis yang berhubungan dengan produksi seperti budidaya ikan arwana dan yang semisalnya. 

Padahal tanpa Anda mempelajari semua proses produksi dengan teliti atau Anda tidak berpengalaman di bisnis pabrikan, Anda langsung dihadapkan dengan daftar pengeluaran yang sangat tinggi akibat trial dan error. Dan sebelum Anda bisa menjual produk Anda yang pertama, kemungkinan bisnis Anda tutup sangat tinggi.


Maka dari itu, jika Anda bingung mau usaha apa, pilih bisnis hari ini yang langsung memungkinkan terjadinya transaksi. Hindari bisnis yang langsung berhubungan dengan produksi. Setelah buka usaha sendiri Anda yang pertama berhasil dan Anda punya pengalaman berbisnis, baru Anda bisa memilih bisnis yang berhubungan dengan produksi. See you…

(sumber gambar : twitter.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

23 Comments

  1. Ike

    June 22, 2016 at 04:34

    Artikel yang sangat menginspirasi, terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *