Contoh Iklan Produk yang Benar – Salah? Sepi Order Resikonya (Part 2)


By on May 15, 2014
Contoh Iklan Produk yang Benar – Salah? Sepi Order Resikonya (Part 2)

Selamat malam teman-teman… Sehat? Masih semangat untuk belajar ilmu marketing kan? Wokeh… mari kita lanjutkan pembahasan contoh iklan produk yang benar bagian 2 !!

Di artikel cara buat iklan produk yang pertama, saya singgung masalah kedetailan Anda dalam menyampaikan semua informasi yang ada kaitannya dengan bisnis Anda saat akan membuat iklan.

Nah, detail informasi apa saja yang harus Anda sampaikan kepada konsumen lewat iklan yang Anda buat? Well, sebelum saya berikan contoh iklan promosi, ada 8 informasi yang harus Anda tulis di iklan produk Anda.

Hanya saja ke-8 informasi yang nanti akan saya jabarkan ini bersifat dasar. Anda perlu mengolahnya lagi agar bisa mendongkrak penjualan Anda. Apa saja ke-8 informasi tersebut? Ini dia :

  1. Nama Perusahaan Anda
    Nama perusahaan Anda harus Anda tulis. Tetapi ingat, jangan Anda tulis terlalu besar dan di awal iklan. Cukup Anda tuliskan di akhir iklan dengan ukuran font yang tidak terlalu besar.
  2. Jenis Produk atau Layanan Anda
    Kecuali jika Anda pemilik McDonald atau Jamu Tolak Angin, jangan pernah mengasumsikan calon konsumen Anda tahu apa yang Anda jual. Bahkan ketika Anda mengirimkan iklan pada konsumen yang sudah ada, banyak konsumen mengingat sebuah usaha dari apa yang Anda jual… bukan nama usaha Anda. “Itu lho, laundry yang di ujung jalan…” atau “Konter pulsa yang ada di depan kampus UGM” adalah bukti konkretnya…
  3. Lokasi Anda
    Masukkan nama kota dan propinsi Anda. Bila perlu kecamatan, kelurahan, RT serta RW Anda. Semuanya sangat penting meskipun bisnis Anda adalah warung kelontong. Saya beberapa kali harus memandu konsumen saya yang datang dari luar kota untuk bisa sampai ke workshop saya. Padahal saya sudah memasukkan semua data di atas. Anda bisa bayangkan kan bagaimana jika saya tidak memasukkan semua alamat kantor saya dengan detail?
  4. Waktu Pelayanan
    Tulis dengan jelas waktu pelayanan Anda. Misal jam 08.00 WIB – 16.00 WIB. Sebutkan juga harinya, misal buka hari Senin – Sabtu. Di awal, banyak konsumen saya dari luar kota yang datang hari Minggu karena saya lupa memasukkan hari kerja saya. Untung rumah partner bisnis saya dekat, jadi bisa melayani mereka. Kalau tidak?
  5. Alamat Website
    Anda punya website kan? Hari gene bisnis nggak punya website? Hadeehhh… Kalau Anda tidak punya, segera buat. Banyak calon konsumen yang menunda untuk mencari informasi tentang jasa atau produk tertentu dengan mengingat alamat websitenya. Kemudian setelah mereka punya waktu yang longgar (misal sudah sampai di rumah), baru mereka mencari informasi tentang produk atau jasa yang Anda jual melalui website Anda.
  6. Nomer Telepon dan Kode Wilayah, Pin BB, Whatsapp serta Aplikasi yang Semisal
    Masukkan semua nomer telepon yang Anda punya, pin BB, whatsapp serta aplikasi-aplikasi yang semisal. Kalau Anda menggunakan telepon rumah atau flexy, jangan lupa masukkan kode wilayahnya. Banyak calon konsumen yang tidak hapal kode wilayah sehingga mereka malas untuk menelepon Anda.
  7. Alamat Email
    Khusus untuk yang satu ini, Anda boleh tidak memasukkan jika Anda tidak berencana menjawab pertanyaan konsumen melalui email. Kalau Anda masukkan dan ternyata Anda jarang buka email Anda, poin ini bisa jadi bumerang bagi Anda. Persis seperti yang dialami partner bisnis saya. Jarang buka email, begitu saya yang buka… sudah ada belasan “request” produk yang tidak terlayani.
  8. Syarat dan Ketentuan Khusus
    Sebutkan syarat dan ketentuan khusus jika Anda memang menghendaki strategi bisnis yang demikian. Entah promo Anda hanya berlaku untuk barang tertentu, atau promo Anda berlaku selama periode tertentu. Jangan buat kecewa konsumen Anda yang sudah datang jauh-jauh ke toko atau kantor Anda karena mereka tidak mengetahui kalau promo Anda mempunyai syarat dan ketentuan khusus.

Seperti yang telah saya katakan di atas, ke-8 poin di atas adalah informasi dasarnya. Setelah semuanya Anda masukkan ke dalam iklan produk Anda, ada langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan agar “presentasi iklan” Anda efektif.

Lalu langkah apa saja yang harus dilakukan agar iklan tersebut bisa lebih efektif dalam mendorong penjualan? Jawabannya ada di artikel saya tentang contoh banner iklan produk bagian 3. Maaf gan… udah jam 23.21 WIB. Asli mata saya nggak kuat. Besok insya Allah saya lanjutkan materi tentang contoh iklan produk ini. Sampai bertemu besok…

(sumber gambar : thedesigninspiration.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *