Ini Dia Penetapan Harga Jual yang Bisa Meledakkan Omset Anda


By on May 15, 2014
Ini Dia Penetapan Harga Jual yang Bisa Meledakkan Omset Anda

Hola mas bro… Ane baru pengen nulis tentang masalah harga jual. Tapi poinnya bukan penetapan harga jual yang mas-mas dan mbak-mbak pikirkan. Bukan juga tentang rumus harga jual.

Kalau artikel yang temanya benar-benar tentang cara penetapan harga jual, Anda bisa baca di postingan saya tentang cara menghitung harga jual.

Tapi kalau artikel tentang bagaimana cara menampilkan penetapan harga jual Anda kepada konsumen agar bisa meledakkan omset Anda, silahkan Anda baca sampai selesai artikel ini.

“Kalau gitu, ngapain judulnya cara menentukan harga jual pak dokter? Menjebak ya?”… Oo, tidak agan-agan sekalian. Berhubung ane bingung nyari kata kunci yang pas buat topik ane yang satu ini, akhirnya dengan terpaksa ane pilih judul “Ini Dia Cara Menentukan Harga Jual yang Bisa Meledakkan Omset Anda”.

Biar tuh keyword nyantol dan banyak orang yang membaca artikel ane ini. Kalau banyak yang membaca dan bermanfaat kan bagus buat “khalayak online”, bener tho? (*alasan ae pak dokter iki, mau nyepam aja bilang… ha..ha..ha..)

Tapi tenang mas bro mbak sist… artikel ini insya Allah bermanfaat dan masih berhubungan dengan penentuan harga jual. Wokeh, tanpa ba..bi..bu, mari kita bahas cara menentukan harga jual yang bisa meledakkan omset Anda.

Anda pernah lihat contoh harga diskon seperti gambar di bawah ini?

penentuan-harga-diskon

Menurut Anda efektif tidak? Kalau menurut saya, menampilkan potongan harga dengan model seperti “kurang menggigit”. Saya punya metode penentuan harga jual yang lebih “ganas” di mata konsumen. Caranya bagaimana? Caranya sederhana. Anda tinggal gunakan rumus di bawah ini :

  1. Potongan harga produk hanya sedikit/kecil.
    Jika protongan harga untuk produk atau jasa Anda kecil atau sedikit, Anda jangan gunakan prosentase. Tapi tampilkan langsung berapa harga yang bisa konsumen hemat.
  2. Potongan harga produk sangat besar/banyak.
    Jika potongan harga produk untuk produk atau jasa Anda besar atau banyak, Anda tampilkan prosentasenya.

Nggak bingung kan? Saya kasih contoh aja ya…

Misal Anda jualan handphone. Harganya 5 juta rupiah. Kemudian Anda ingin memberikan diskon 5%. Anda jangan tampilkan prosentasenya, tapi tampilkanlah berapa nilai rupiahnya.

Berapa 5% dari 5 juta rupiah? 250 ribu rupiah, benar kan? Nah, Anda tampilkan 250 ribu rupiah tersebut. Bagi konsumen handphone, potongan 250 ribu rupiah itu besar. Kalau Anda tampilkan prosentasenya (dalam kasus contoh di atas 5%), apa yang ada di benak mayoritas konsumen adalah, “ah… cuman 5%. Dikit diskonnya.

Padahal Anda kalau jualan handphone apalagi bisnis pulsa pasti nggak bisa kasih diskon sampai 75%, iya kan? Kecuali karang barang Anda barang selundupan, wkwkwkwkwkw… Bentuk tulisannnya bisa bermacam-macam. Bisa dengan “Cash Back 250 ribu rupiah”, atau “Hemat hingga Rp. 250.000,-“… terserah. Pokoknya tampilkan nilai rupiahnya. Nih contoh visualnya :

potongan-harga

Saya ambil dari google tuh gambarnya. Cuman yang saya kurang suka dengan gambar di atas adalah tanda ” * “. Mending diilangin aja, diganti dengan kata-kata langsung seperti “STOCK TERBATAS” dan sebagainya.

Kemudian bagaimana jika diskon atau potongan harga Anda banyak? Well, jika potongannya gedhe, langsung Anda tampilkan prosentasenya. Contohnya “Diskon hingga 70%” dan yang semisalnya. Mata orang yang gemar shopping pasti langsung “melotot” kalau liat barang prosentase diskonnya gedhe banget.

Biar dong markodong, sampel gambarnya bisa Anda lihat di bawah ini nih…

Ini Dia Cara Menentukan Harga Jual yang Bisa Meledakkan Omset Anda

Mantabs kan? Gedhe banget tuh 70% nya, wkwkwkwkkwkw…

Sekarang pertanyaannya adalah berapa batas potongan harga agar kita bisa menentukan mana yang “masuk kategori prosentase” dan mana yang “masuk kategori nilai nominalnya”. Kalau saya, setiap potongan harga yang di bawah 30%, saya lebih suka menampilkan nilai rupiahnya. Selebihnya, saya selalu menampilkan prosentasenya.

Tapi saya tidak bisa mengatakan bahwa rumus di atas mutlak harus Anda lakukan, karena semua bergantung pada jenis produk atau jasa yang Anda jual. Apalagi kalau Anda sedang melakukan price skimmingSilahkan Anda tes dan ukur mana yang paling memberikan dampak penjualan yang paling signifikan bagi bisnis Anda.

Begitu saja pembahasan artikel tentang “Penetapan Harga Jual yang Bisa Meledakkan Omset”… Maaf kalau kurang pas dengan tema yang Anda harapkan. Tapi bermanfaat kan, he..he..he.. Ada yang mau ditanyakan barangkali?

(sumber gambar : ncc-indonesia.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *