Ingin Punya Usaha Kecil Menengah yang Sukses? Baca Dulu Tipsnya (#1)

By on May 17, 2014
Ingin Punya Usaha Kecil Menengah yang Sukses? Baca Dulu Tipsnya (#1)

Malam semakin larut, langit semakin gelap dan mata semakin ngantuk… Tapi apa daya, target harus ane penuhi. Demi menyenangkan hati para pembaca blog ini (dan demi melimpahnya visitor blog ini, ha..ha..ha..), saya harus tetap menulis artikel tentang usaha kecil menengah yang sukses. 

Ayooo melek, ayooo melek… Hmmppfff, abang sudah melek. Mari kita teruskan pembahasan bisnis yang tiada endingnya ini. Wokeh, sekarang saya akan bahas tips khusus bagi yang ingin punya usaha kecil menengah yang sukses.

Apa tips khususnya? tipsnya tentang masalah keuangan. Soalnya dari kemaren ane sudah nulis marketing dan marketing. Sekarang saatnya saya nulis masalah keuangan. Walaupun saya sendiri takut kalau bicara masalah keuangan… Soale angel, ribet bin susah, wkwkwkwkwkwk…

Masih inget artikel saya tentang segitiga B-I versi Kiyosaki? Di situ saya katakan bahwa pondasi paling dasar dari usaha kecil menengah yang sukses adalah cerdas dalam mengelola keuangan. Why? Kenapa harus cerdas dalam mengelola keuangan? Kenapa?

Karena begitu Anda salah dalam mengelola keuangan bisnis rumah tangga Anda, roda perputaran usaha Anda berhenti. Lha gimana nggak berhenti… Anda kekurangan modal, nggak bisa “kulakan” bahan baku, mau nggaji karyawan kurang duitnya, buat bayar iklan di koran apalagi.

Jalannya bisnis Anda tergantung selancar apa arus kas Anda. Berapa banyak perusahaan pailit gara-gara kehabisan modal usaha? Terlalu banyak mas bro. !! Hampir semua usaha spekulatif “asal bunyi” salah dalam mengelola keuangan. So, bahasan kali ini adalah tentang menghitung jam mesin, jam tenaga dan apa yang harus Anda lakukan untuk keduanya.

“Bahasamu aneh dok !! Apa itu jam mesin? Jam tenaga? Apa itu?” Horaaaa… beneran. Ini bahasa akuntansi. Begini, misalkan Anda punya usaha kecil rumahan pembuatan bakso sapi. Bakso sapi tersebut Anda stok ke supermarket-supermarket. Jadi mau nggak mau Anda harus punya mesin vacuum sealer yang digunakan untuk men-vacuum bakso agar lebih higienis dan lebih awet.

Nah, berhubung Anda beli mesin vacuum sealer, Anda harus hitung jam mesinnya supaya Anda tahu berapa nilai penyusutannya. “Lho, apa fungsinya nilai penyusutan dok?” Ntar, biar saya lanjutin dulu. Rumus jam mesin yang paling sederhana adalah : 

Jam Mesin = (Harga Mesin – Nilai Residu) : Berapa Perkiraan Jam Mesin Tersebut Bisa Beroperasi

Misalkan harga mesin vacuum sealer adalah Rp. 3.650.000,-. Perkiraan mesin tersebut bisa beroperasi adalah 7.300 jam. Perkiraan nilai residunya adalah Rp. 365.000,- Dengan menggunakan rumus di atas, maka jam mesin vacuum sealer tersebut adalah :

(Rp. 3.650.000,00 – Rp. 365.000,00) : 7.300 jam = Rp. 450,00

Penjelasannya seperti ini, harga mesin vacuum sealer adalah 3 juta 960 ribu rupiah. Harga itu sudah termasuk pajak, biaya pengiriman dan sebagainya. Pokoknya Anda beli barang dan barang tersebut sampai ke tangan Anda, itu yang dianggap harga barang. Kalau ternyata ada biaya tambahan berupa instalasi, ya Anda harus masukkan biaya tersebut. Paham kan? Okay, mari kita lanjut.

Lalu jam operasinya adalah 7.300 jam. Angka tersebut bisa Anda peroleh dengan membaca petunjuk penggunaan mesin atau menanyakan kepada penjualnya berapa maksimal pemakaian dalam sehari dan berapa umur ekonomis mesin yang Anda beli tersebut.

Dalam kasus di atas, saya anggap mesin vacuum sealer bisa dipakai secara maksimal selama 2 tahun dan dalam sehari, mesin vacuum sealer tersebut hanya bisa digunakan maksimal 10 jam. Jadi 10 jam x 365 hari x 2 tahun = 7.300 jam. Sampai di sini sudah paham kan? Okay… mari kita lanjutkan lagi

Nah, apa itu nilai residu? Nilai residu atau nilai sisa adalah nilai sebuah aset pada saat aset tersebut dijual karena aset tersebut dianggap sudah tidak maksimal lagi bekerja. Dari contoh di atas, saya anggap setelah 2 tahun, mesin vacuum sealer hanya bisa dijual sebagai “barang loakan” alias besi tua senilai 365 ribu rupiah. 

Sekarang Anda tahu detailnya kan kenapa bisa ketemu angka 450 rupiah? “Tahu dok… lha kalau habis itu aset tersebut nggak laku dijual gimana dok?” Ya nggak usah pake nilai residu. Langsung aja Anda bagi dengan perkiraan jam. Mudah kan? Sampai di sini saya harap semua sudah jelas… clear se-clearnya shampoo, hohohoho…

Nah, sekarang mari kita bahas jam tenaga. Perhitungan jam tenaga ini lebih mudah. Anda tinggal menghitung berapa biaya yang Anda bayarkan kepada tenaga yang mengoperasikan mesin vacuum sealer tersebut rata-rata dalam 1 jam-nya.

Contoh, untuk mengoperasikan mesin vacuum sealer, Anda perlu mempekerjakan 1 orang karyawan dan membayar upahnya sebesar 1 juta rupiah per bulan. Dalam sehari, karyawan tersebut bekerja selama 10 jam. Berarti perhitungan jam tenaganya adalah :  

Rp. 1.000.000,- : (10 jam x 25 hari) = Rp. 4.000,-

Kalau yang ini nggak perlu saya jelaskan detailnya ya. Anda pasti sudah paham. Kalau masalah kenapa saya tulis 25 hari, saya anggap sebulan dia libur 4 hari, yaitu hari minggu. Yang satu harinya saya anggap karyawan tersebut dapat hari kejepit. Biar hasilnya genap, jadi saya paskan 25 hari kerja dalam sebulan, wkwkwkwkwk…


Wokeh, sudah paham kan masalah jam mesin dan jam kerja? So, untuk kelanjutan artikel tentang tips usaha kecil menengah yang sukses ini, saya lanjutkan di postingan saya selanjutnya. Wis kesel mas bro… aku tak istirahat dulu. See you…

(sumber gambar tips usaha : startyourownsmallbiz.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *