Prilaku Konsumen Saat Ini : Ada yang Sudah Pandai Berbohong !! (#2)


By on June 11, 2014
Prilaku Konsumen Saat Ini : Ada yang Sudah Pandai Berbohong !! (#2)

Pagi yang indah… pagi yang bisa menyemangati saya buat nulis konten. Earningnya nambah, wkwkwkwkwkw… Wokeh, markinjut… mari kita lanjutken pembahasan tentang teori prilaku konsumen bagian 2. 

Well, apa bedanya “Customer is Always Right” dengan “Customer is a King”? Kalau Anda lihat dari seberapa penting mereka, nggak ada bedanya. Customer sangat menentukan kesuksesan bisnis Anda.

Keinginan, harapan dan kegelisahan harus Anda pahami dengan teliti kemudian Anda penuhi semua itu dalam wujud barang dan jasa yang Anda jual. Cuman menurut om Hermawan, apa iya semua tuntutan mereka harus Anda penuhi?

Jika Anda berpikir customer selalu benar, tidak peduli apakah mereka bersalah atau tidak, Anda akan memancing mereka untuk bertindak seenaknya. Dan jika ini berlangsung terus-menerus, Anda akan “dengan sengaja” membentuk bad customer yang bisa merusak bisnis Anda.

Ada 2 hal yang akan Anda “rasakan” jika Anda selalu menuruti semua kata konsumen walaupun mereka salah :

  1. Biaya operasional membengkak.
    Biaya operasional Anda akan terus membengkak karena biaya service recovery Anda tinggi.
  2. Kepercayaan terhadap brand Anda kemungkinan besar akan berkurang.
    Hal ini bisa terjadi karena Anda dianggap tidak fair oleh good customer. Mereka menganggap Anda pilih kasih dan cenderung menutup-nutupi kebenaran yang sebenarnya terjadi.
  3. Frontline people Anda akan stres berat.
    Frontline people Anda yang berinteraksi langsung dengan customer seperti customer service dan call center akan mengalami demotivasi dan meragukan kredibilitas perusahaan Anda.

Eniwei, menganggap customer selalu benar memerlukan komitmen tinggi dan high budget, tetapi belum tentu high impact. Jadi sekali lagi, rubahlah slogan “Customer is Always Right” dengan “Customer is a King”. “Okay, saya paham dok. Saya ikut apa kata om Hermawan tentang prilaku konsumen yang satu ini. Sekarang problemnya adalah, APA BEDANYA?”

Baiklah, akan saya jelaskan. “Customer is a King…” Pernyataan ini menekankan bahwa customer adalah segala-galanya. Setiap produk dan pelayanan harus disesuaikan dengan mereka. Mulai dari produk, harga, fitur dan layanan after sales. Layaknya seorang raja, customer mempunyai hak untuk meminta dan mengarahkan orang-orang yang melayaninya untuk memenuhi semua kebutuhannya.

Dan seorang raja bisa menghukum orang yang tidak sependapat dengannya. Dalam hal ini, customer bisa saja tidak puas dengan produk atau jasa Anda dan “menghukum” Anda dengan tidak membeli produk atau layanan Anda lagi. Hanya saja, apakah seorang raja selalu dianggap benar apapun situasinya?

Sepertinya tidak kan? Raja bisa saja salah. Tidak selamanya semua keputusan raja selalu benar. Begitu juga dengan customer. Tidak semua “tindakan” customer benar. Mereka tentu menginginkan Anda untuk memenuhi kebutuhan mereka semaksimal mungkin.

Namun diluar hal-hal yang mereka butuhkan, mereka membutuhkan Anda untuk memahami mereka, menunjukkan apa hal yang terbaik untuk mereka secara jujur. Sehingga jika keputusan mereka yang nantinya mereka ambil itu salah, mereka sudah tahu ekspetasinya dan tidak seenak-enaknya menyalahkan Anda.

So, “Customer is a King, and He is Not Always Right”… Kata om Hermawan (lagi), benar… konsumen itu adalah seorang raja, tetapi ia tidak selalu benar. See? Selesai sudah pembahasan artikel pemasaran tentang prilaku konsumen anti mainstream jilid 2 ini. Ada yang mau menambahkan?

(sumber gambar : pagepartblog.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *