Barang Anda Nggak Laku? Penyebabnya Anda Tidak Tahu Motivasi Konsumen

By on July 6, 2014
Barang Anda Nggak Laku? Penyebabnya Anda Tidak Tahu Motivasi Konsumen

Selamat pagi calon pengusaha-pengusaha sukses… Bagaimana keadaan Anda sekarang? Baik kan? Sip !! Wokeh, kali ini saya akan bahas artikel tentang motivasi konsumen. Penting bagi Anda wahai para pelaku usaha apapun juga untuk mengetahui yang satu ini.

Apa itu motivasi konsumen? Saya jawab versi saya sendiri ya, ho..ho..ho.. Motivasi konsumen adalah alasan sebenarnya seorang konsumen mau membeli sebuah produk atau jasa.

Mudah kan pengertian motivasi konsumen? “Kalau mudah, lalu mengapa barang gua nggak laku-laku bos?” Sederhana saja… kita tidak tahu APA SEBENARNYA motivasi konsumen untuk membeli sebuah produk atau jasa.

Biar lebih mudahnya, saya akan berikan contoh kasus nyata yang pernah disampaikan dari seorang pakar selling ternama, Alan Fairweather. Fairweather pernah memberikan seminar untuk pegawai pusat kebugaran.

Ia bertanya kepada para peserta seminarnya, “Menurut Anda, apakah yang menjadi alasan orang memutuskan bergabung dengan pusat kebugaran?”. Jawabannya beragam… ada yang bilang untuk mengurangi berat badan, agar badan lebih bugar, untuk mendapatkan tubuh yang lebih baik, untuk melatih otot dan ada juga yang menjawab karena suka berenang.

Jawaban-jawaban di atas memang benar. Akan tetapi, sesungguhnya ada banyak motivasi konsumen yang lainnya yang menyebabkan mereka mau bergabung di pusat kebugaran. Mau tahu?

  • Agar dapat bertemu orang lain.
  • Agar dapat pamer kepada orang lain dengan mengatakan, “Saya ikut klub kebugaran”.
  • Agar dapat merasakan kebersamaan.
  • Agar dapat tidur nyenyak malam harinya.
  • Agar memiliki lebih banyak energi.
  • Untuk meyegarkan pikiran.

Banyak kan? Dan saya yakin, keenam alasan atau kebutuhan konsumen diatas tidak semuanya terlintas di pikiran Anda, iya kan? Di sini rahasianya !! Anda harus paham psikologi konsumen. Para pembeli tidak akan pernah mengatakan kepada Anda motivasi atau alasan yang sebenarnya membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.


Dari contoh di atas, orang bergabung dalam pusat atau klub kebugaran mungkin akan mengatakan bahwa mereka ingin mengurangi berat badan dan memperoleh bentuk badan yang ideal.

Tetapi sebenarnya, motivasi konsumen tersebut adalah ia ingin bergaul dan menambah banyak teman baru. Well, berhubung menurut pikiran pemilik kebugaran bahwa motivasi konsumen utama bergabung dalam klub kebugaran adalah ingin berat badan turun dan ideal, mereka terlanjur salah dalam menentukan materi iklan mereka.

Walhasil, iklan banner-nya misal, berisi gambar-gambar yang menunjukkan berbagai macam alat olahraga yang dimilikinya, instruktur yang berkualitas atau kolam renang yang bersih dan nyaman. Endingnya bisa ditebak… program promosinya tidak memberikan efek penjualan yang signifikan.

Padahal jika ia memberikan iklan yang materinya berisi tentang headline bagaimana rasanya setiap pagi bangun dengan badan yang segar dan penuh energi, dampaknya jauh lebih dahsyat.

Inilah yang dikenal dengan sebutan DBM… Dominant Buying Motive, yakni motif membeli yang sesungguhnya. Dalam bahasa saya disebut motivasi konsumen untuk membeli produk atau jasa yang sebenarnya, (berhubung keywordnya motivasi konsumen, wkwkwkwkwkwkw…).

Sudah paham kan sekarang? Jadi sebelum Anda memutuskan untuk melakukan penjualan, cari tahu dulu apa Dominant Buying Motive mereka. Caranya bagaimana? Caranya dengan melakukan riset pasar… melakukan wawancara one on one dengan calon konsumen sehingga Anda mendapatkan motivasi konsumen yang tepat.


Teori konsumen ini klasik, basic, tapi powerfull… riset pasar !! Dengan riset pasar yang tepat, saya yakin insya Allah Anda akan menemukan apa sebenarnya motivasi konsumen untuk mau membeli produk atau jasa Anda.

Cukup sekian artikel dari saya tentang motivasi konsumen, ada yang mau menambahkan barangkali?

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *