Membahas Tuntas Usaha Keripik Buah (Seri 1)

By on December 9, 2014
membahas tuntas usaha keripik buah

Dalam pembahasaan usaha keripik buah ini, mungkin bahasa saya terkesan agak serius, mengingat tema usaha keripik buah punya kaitan erat dengan sumber daya alam Indonesia yang sering terbuang.

Sebetulnya saya bukanlah orang yang punya jiwa “patriotis” yang tinggi. Tetapi karena keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia ini seringnya banyak yang “tersia-siakan”, jiwa “patriotis” saya tergugah !!  

Begini, Anda pasti sudah tahu bahwa Indonesia adalah surganya buah-buahan. Salak pondoh, salak bali, apel malang dan yang lainnya sangat mudah untuk Anda jumpai di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan terkhusus untuk buah durian yang “katanya” sangat susah didapatkan di Eropa, Anda bisa menemukannya dengan mudah di Indonesia. Benar kan?

Maka dari itu, alangkah sayang jika potensinya tersebut hanya terbuang sia-sia. Kenapa saya bilang sia-sia? Karena pada saat panen raya, Anda akan melihat betapa banyak petani yang kebingungan menjual hasil kebunnya. Apa sebabnya? Harga jual buah yang anjlok akibat terlalu banyaknya buah yang “beredar” di pasaran.

Endingnya mudah ditebak… buah-buahan tersebut banyak yang membusuk, baik ketika masih ada di pohon maupun saat akan dijual. Lalu bagaimana caranya agar buah tersebut tidak terbuang sia-sia?

Seperti yang sudah saya utarakan di awal, selain bisa dijual dalam bentuk buah segar, buah tersebut bisa dijual dalam bentuk lain, yaitu keripik buah. Dengan bantuan sedikit inovasi yang didukung oleh peralatan mesin usaha yang canggih, buah-buahan tersebut bisa Anda olah menjadi keripik yang lezat dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Dan sebagai snack alternatif yang cukup sehat dan bergizi, keripik buah ternyata cukup bisa diterima di pasar. Apa sebabnya? Sederhana saja… keripik buah adalah produk pangan yang tidak mengandung bahan-bahan kimia. Selain itu dari segi kualitas, rasa dan aromanya, keripik buah hampir tidak ada perubahan dari buah segarnya.

Belum lagi eksklusifitas keripik buah yang mampu mengundang “rasa penasaran” masyarakat kita. Namanya yang terdengar “aneh” yang ditunjang dengan “bahan baku dan rasa buah alami” membuat keripik buah mampu mengundang banyak orang untuk mencoba mencicipinya. 

Oh ya… ngomong-ngomong, Anda tahu berapa harga jual keripik buah? Berkali-kali lipat dari harga buah segarnya !! Anda tidak percaya? Okay, saya beri 1 contoh saja… salak pondoh. Anda tahu berapa harga jual salak pondoh 1 kg? Hanya 8 ribu rupiah. Tetapi bila Anda olah menjadi keripik salak pondoh, harganya bisa meningkat hingga Rp 80.000 per kg !! 10 kali lipat nya !!


Begitu juga dengan nangka segar misalnya. Harga nangka segar berkisar 3 ribu rupiah per kg. Tetapi jika sudah Anda olah menjadi keripik buah nangka, harganya bisa mencapai Rp 50.000 per kg !!

Dan berita baiknya, potensi ekspornya cukup fantastis. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya respon “buyer” dari luar negeri, seperti yang diutarakan oleh mas Ikhsan Setianto, produsen keripik buah dari CV. Nur Setia Abadi. Menurut pengakuannya, beliau pernah mendapatkan tawaran order yang cukup banyak dari luar negeri.

Namun demikian, Anda harus ingat bahwa tidak ada usaha yang tidak akan punya tantangan dan hambatan. Hal ini juga berlaku pada usaha keripik buah. Harga yang terbilang cukup tinggi bagi ukuran masyarakat kelas menengah ke bawah merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi produsen keripik buah untuk lebih bisa memasarkan sekaligus menekan biaya operasional.

Dari sisi permodalan, bisnis keripik buah membutuhkan alat khusus yaitu mesin vacuum frying (alat utama usaha keripik buah). Coba tebak berapa harga mesin vacuum frying? Sekitar 15  – 30 juta rupiah !! Angka tersebut jelas tidak bisa dibilang kecil.

Sedangkan dari sisi pemasaran, keripik buah termasuk produk makanan yang belum familiar di mata masyarakat menegah ke bawah. Dengan harga yang terbilang mahal, tidak mudah membuat masyarakat kelas tersebut bisa “jatuh cinta” dengan keripik buah ini.

Maka jika Anda tidak bisa menurunkan harga jual, mau tidak mau target Anda adalah “high end”… konsumen kelas atas. Dan berita buruknya, konsumen kelas atas ini sangat memperhatikan hal-hal yang sifatnya “ekslusif”, termasuk kemasan keripik buah

Selain itu, “tembus ke beberapa supermarket” merupakan impian bagi para produsen keripik buah. Anda pasti tahu mengapa hal itu menjadi impian para pelaku usaha keripik buah kan? Ya, benar… pengunjung supermarket rata-rata adalah konsumen kelas menengah ke atas.

Jelas mereka adalah target market para pelaku usaha keripik buah. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa masuk ke supermarket bukan perkara yang gampang. Belum lagi besarnya listing fee yang sering memberatkan pelaku usaha keripik buah yang masih kecil.


Sebentar, dengan tantangan yang besar, Anda tidak down kan? Masih semangat? Bagus… Kalau Anda masih semangat untuk mengetahui seperti apa peluang usaha keripik buah ini, silahkan baca kelanjutan artikel “Mengupas Tuntas Usaha Keripik Buah” bagian 2. Sampai ketemu di sana !!

(sumber gambar : tempesanan.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *