Bisnis Rumahan dengan Modal Kecil, Usaha Kursus Matematika

By on February 8, 2015
Mathematical Sciences postgraduate student working in the department.

Yang namanya bisnis rumahan dengan modal kecil pasti banyak yang mencari ya… Saya tidak tahu mengapa demikian. Mungkin karena bisnis rumahan dengan modal kecil adalah bisnis yang setidaknya bisa “dijangkau” banyak orang… Am I right? 

Nah, salah satu bisnis rumahan dengan modal kecil yang bisa Anda lakukan adalah membuka kursus matematika. Mengapa kursus matematika? Karena banyak anak yang “phobia” dengan matematika. Dan repotnya, orang tua mereka banyak yang tidak bisa mengajari anak mereka matematika.

Jadi potensi Anda untuk menjalankan bisnis rumahan modal kecil ini sangat tinggi. Anda hanya membutuhkan ruangan yang ada di rumah Anda sebesar 4,5m x 3m untuk membuka bisnis rumahan dengan modal kecil ini. Ruangan tersebut Anda lengkapi dengan sebuah whiteboard besar, meja kursi lipat sekitar 20 buah serta sebuah kipas angin di atasnya… jadilah sudah usaha kursus matematika.

Meski konsep ini terbilang sederhana, ada seorang guru yabg mampu menghasilkan penghasilan hingga 10 juta rupiah tiap bulannya. Bahkan bisa lebih !! Angka yang sangat fantastis kan? Padahal guru tersebut mengajar mata pelajaran yang tidak “se-favorit ditakutinya” layaknya pelajaran matematika.

Bahkan menurut beliau, ia mengawali bisnis rumahan yang menjanjikan ini hanya dengan papan whiteboard dan tikar lesehan saja. Ia kurang lebih hanya mengabiskan dana sekitar 500 ribu rupiah, dan itu terjadi pada tahun 2011. Tentu saja pada awalnya usaha kursus milik beliau belum ramai. Siapakah beliau? Nama beliau adalah ibu Heri, tinggal di kota Gombong, Kebumen.

Setelah kelasnya mulai ramai peserta, beliau baru memutuskan untuk mulai mencicil inventaris kelasnya seperti kursi, meja lipat dan kipas angin. Tidak ada biaya tambahan lainnya. Materi kursuspun sengaja ia susun sendiri demi menghemat biaya.

Hebatnya, kini modul master usaha kursus miliknya sudah beliau jual lewat internet. Beruntungnya, tidak banyak penyelenggara kursus yang mampu membuat modul yang baik seperti dirinya. Maka dari itu banyak orang tua dan murid yang berminat membeli modul miliknya.

Beliau juga diuntungkan dengan pekerjaan beliau sebagai guru di sekolah SD. Pekerjaan inilah yang menjadi modal utama beliau dalam mengincar konsumen. Dengan profesinya ini, beliau bisa leluasa menawarkan bisnis sampingan modal kecil miliknya kepada para orang tua siswa.

Selain itu, beliau juga menawarkan kelas untuk siswa SMP melalui liflet yang beliau sebarkan di beberapa lokasi yang strategis. Langkah yang cukup baik mengingat bisnis kursus beliau masih baru pada saat itu.

Karena beliau tinggal di kota kecil yang memiliki keterbatasan fasilitas, ide bisnis rumahan dengan modal kecil miliknya ini mendapat respon yang sangat positif. Sambutan para siswa terhadap usaha kursus milik beliau sangat luar biasa. Bahkan kini beliau terpaksa menolak beberapa calon peserta karena daya tampung kelasnya masih terbatas.

Well, meski beliau sudah sukses dengan bisnis sampingan modal kecil ini, beliau belum memiliki rencana untuk resign dari profesinya sebagai guru. Alasan utama mengapa beliau tidak resign adalah karena profesinya menjadi jalan beliau mendapatkan siswa sekaligus menjadi wadah bagi beliau untuk terus meng-upgrade ilmunya sesuai dengan kurikulum yang ada.

Lalu bagaimana cara membagi waktu pekerjaannya dengan usaha yang beliau jalankan. Sederhana… beliau mengajar di pagi hari. Setelah aktivitas belajar beliau selesai, barulah ibu Heri melanjutkan mengajar di kelas kursus miliknya. Kelas kursus miliknya terbagi menjadi 2 sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 14.00 hingga pukul 15.30. Sedang kelas berikutnya, beliau mulai pada pukul 16.00 dan berakhir pada pukul 17.30. Setiap sesi terdiri dari 20 siswa dengan tingkat kemampuan yang sama. Jadi beliau membagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa yang mengikuti kursus milik beliau.


Saat ini beliau menangani 4 kategori kemampuan yang terbagi dalam 5 kelas. Setiap kelas mendapatkan 2 kali pertemuan dalam 1 minggu kecuali 1 kelas yang mendapatkan kelas marathon, yakni 1 kali pertemuan setiap minggu dengan lama pelajaran 2 jam khusus pada hari Jumat.

Hmmmm… saya rasa uraian singkat mengenai usaha kecil yang menguntungkan di atas sudah cukup. Saatnya saya memberikan analisa atau simulasi keuntungan bisnis rumahan dengan modal kecil ini kepada Anda… sesuatu yang Anda nanti-nantikan kan, ha..ha..ha..

Modal Awal (Tahun 2011) : 

  • White Board dan peralatannya : Rp. 170.000,-
  • Tikar gulung : Rp. 180.000,-
  • Meja pendek  : Rp. 150.000,-
  • Total Pengeluaran : Rp. 500.000,-

Tambahan Modal (Tahun 2012) :

  • White board : Rp. 340.000,-
  • Meja kursi lipat : Rp. 3.600.000,-

Modal Usaha per Bulan :

  • Cetak modul : Rp. 50.000,-
  • Listrik : Rp. 70.000,-
  • Alat tulis : Rp. 30.000,-
  • Gaji tenaga admin : Rp.1.250.000,-
  • Promosi Rp. 500.000,-
  • Total Pengeluaran : Rp. 1.900.000,-

Pemasukan :

  • Biaya yang dikenakan per siswa adalah 120 ribu rupiah.
  • Jumlah siswa perkelas adalah 20 orang.
  • Jumlah kelas 5 dengan 1 kelas Marathon.
  • 20 siswa x 6 kelas x Rp. 100.000,- : Rp. 12.000.000,-

Keuntungan : 

  • Rp. 12.000.000,00 – 1.900.000,00 = Rp. 10.100.000,-

Anda bisa lihat, bagaimana potensi yang sangar besar dari usaha rumahan yang menjanjikan begitu mempesona. Bagaimana tidak… Hanya dengan modal tidak terlalu banyak, bisnis rumahan dengan modal kecil ini bisa meraup keuntungan hingga 10 juta rupiah per bulan !!

So, jika memang Anda juga sependapat dengan saya, mengapa Anda tidak segera mencoba menjalankan bisnis rumahan dengan modal kecil di atas? Tidak perlu sama persis dengan usaha kursus matematika… Anda bisa coba pelajaran lain yang “spetakuler” semisal usaha kursus komputer, okay?

(sumber gambar artikel bisnis rumahan dengan modal kecil : www.lboro.ac.uk)


Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. hidaya

    March 17, 2016 at 20:10

    thanks infonya
    maaf ini bu heri alamatnya mana, kalo boleh tolong kasih tau yg jelas
    saya juga tinggal di sekitar gombong.
    terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *