Saatnya Membedah Ide Usaha Baru… Bisnis Batu Akik (Part 1)

By on February 13, 2015
Saatnya Membedah Ide Usaha Baru... Bisnis Batu Akik (Part 1)

Kemarin adalah jadwal saya mengajar privat internet marketing. Dan kebetulan memang ada beberapa orang yang belajar bisnis online dengan saya. Tetapi sebenarnya saya tidak membuka jasa privat internet marketing. Saya hanya mengajar di orang-orang terdekat saja.

Berhubung salah satunya adalah teman dekat istri saya yang dulu sering “membantu” kami waktu kami masih “hidup susah”, (*kayak sekarang hidup enak aja, ha..ha..ha..), apa boleh buat, saya terima “pinangannya”, ho..ho..ho..

Anak teman istri saya tersebut masih mahasiswa baru, tetapi termasuk anak yang semangat, pekerja keras, pintar dan pantang menyerah… gemar mencari mencari peluang usaha baru.

Karena prinsip saya mengajar lebih mengutamakan kepada “praktek langsung ke bisnis yang diinginkan”, maka saya sarankan untuk langsung menjalankan bisnis yang ia sukai. Waktu itu ia memilih bisnis kaos polos.

Seiring dengan berjalannya waktu, ia ternyata “kurang sreg” dengan bisnis kaos polosnya. Kemudian ia memutuskan untuk beralih ke bisnis batu akik. Katanya, “soul” nya lebih kena di bisnis ini. Mungkin karena ia jurusan Geologi kali… Dan hanya dalam tempo 1 minggu, ia sudah bisa menjual batu akik senilai 1,4 juta rupiah dengan keuntungan ratusan ribu.

Lumayan juga anak ini pikir saya. Tetapi dalam hati kecil saya, rasanya kok saya “nggak sreg” dengan bisnis batu akik ini. Meskipun bisnis batu akik ini adalah ide usaha baru yang paling fenomenal di akhir tahun 2014 hingga sekarang… rasa-rasanya ada yang mengganjal di hati saya.

Tetapi berhubung anak teman istri saya itu baru semangat-semangatnya, saya urungkan niat saya untuk mengutarakan isi hati saya. Dan ternyata “kegalauan hati” saya tidak bertepuk sebelah tangan.

Secara tidak sengaja saya menemukan artikel luar biasa yang membahas ide usaha terbaru bisnis batu akik ini. Nama blognya StrategiManajemen.net… ownernya Yodhia Antariksa, MSC. Tulisannya cerdas dan “strike to the point”. Judul tulisannya “Tentang Ilmu Financial Psychology, Booming Batu Akik dan Kegoblokan Kolektif”, wkwkwkwkwkwkwk… Agak sarkas juga ya.

Kata beliau, satu setengah tahun terakhir ini, jagat tanah air dikejutkan dengan bisnis batu akik yang tiba-tiba melesat cepat. Tahun lalu, salah satu kata kunci yang PALING banyak dicari di Google adalah kata “batu akik”. Hebat bukan?

Padahal kata beliau, 8 tahun yang lalu masyarakat Indonesia pernah menikmati “kehebohan” yang mirip dengan bisnis batu akik. Anda pasti tahu kan ide bisnis baru apa yang “kehebohannya” mirip dengan bisnis batu akik? Ya… tanaman gelombang cinta !!

Satu gelombang cinta bisa sangat “menggetarkan jiwa” bagi setiap “insan” yang sedang mencari ide bisnis terbaru. Gimana nggak tergetar hatinya. Waktu itu, satu pohon gelombang cinta bisa terjual hingga 15 juta rupiah !!

Hal serupa juga pernah terjadi sebelum bisnis “gelombang cinta dan teman-temannya” menggurita. Bisnis lobster air tawar !! Anda pernah dengar kan? Kalau saya bukan hanya dengar… tapi mengalaminya langsung. Mungkin hampir 3 tahun saya menggeluti bisnis lobster air tawar.


Nah, seperti yang saya kutip dari blognya om Yodhia, fenomena “kegilaan” seperti ini oleh para pakar ilmu financial psychology disebut sebagai “financial mania”… Sekeping fenomena yang bisa membuat kita semua tenggelam dalam “kegoblokan kolekfif” kalau kata om Yodhia, ho..ho..ho..

Mari kita selami perilaku irasional ini dengan secangkir teh hangat(*om Yodhia bilang secangkir capuccino hangat, wkwkwkwkw). Sejatinya, fenomena financial mania ini sudah berusia ratusan tahun dan terjadi di semua negara dunia. Di negara Belanda saja pernah terjadi kehebohan tulip mania sekitar 400 tahun yang lalu.

Kemudian di dunia bisnis “modern”, pernah terjadi technology stocks mania di berbagai bursa saham dunia pada tahun 2000-an. Tidak hanya berhenti sampai di situ. Bisnis properti di Amerika pun pernah “terjangkiti virus” ini. Mereka menamakannya “property mania” sebelum akhirnya crash pada tahun 2008. Banyak kan?

Para ahli ilmu financial psychology atau financial behavior menyebut fenomena financial mania itu dengan istilah “irrational exuberance”. Irrational exuberance adalah saat dimana ribuan atau bahkan jutaan orang berbondong-bondong membeli sesuatu karena dorongan emosi kolektif yang seringkali tidak rasional.

Saya jadi ingat waktu saya mau beli indukan lobster air tawar. Si penjual indukan tersebut mengatakan bahwa tetangganya habis “menukar” mobil pick up nya dengan 2 buah pohon jemani, ha..ha..ha.. Benar-benar tidak masuk akal kan? Dan dengar-dengar, orang tersebut menyesalnya minta ampun.

Nah, eforia masal ini kadang membentuk kegilaan. Saat eforia yang bercampur kegilaan ini meledak, maka harga produk yang dibeli entah saham, lobster air tawar, pohon gelombang cinta, kebun emas hingga batu akik bisa melesat puluhan atau bahkan ratusan kali lipat.

Saat demam kebun emas, semua ikut-ikutan. Saat semua demam jual batu akik, semua menyerbu. Saat demam saham teknologi, semua latah. Mungkin jika “getuk lindri” tiba-tiba di serbu banyak orang, semua akan buka usaha getuk lindri. Ini semua adalah contoh dari tipikal perilaku kerumunan… herd behavior kata om Yodhia.

Bahkan kegilaan tersebut merembet ke bisnis online. Saat google adsense terjadi banned masal, semua (*dan termasuk saya, wkwkwkwkwkwk) berbondong-bondong pindah ke amazon… salah satu bisnis affiliate marketing yang terkenal waktu itu.

Kemudian saat amazon mulai melakukan banned terhadap akun-akun yang bermasalah, ramai-ramai mereka pindah ke “Click Bank” yang katanya komisinya lebih besar. Saat pemain “Click Bank” sudah meredup… semua pindah ke FB marketing. Begitu seterusnya… (*untungnya saya sudah sadar sekarang).

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa irrational exuberance ini mudah terjadi dan bisa berulang-ulang? Karena manusia itu pada dasarnya amat mudah untuk latah. Mudah meniru perilaku kerumunan. Mudah untuk ikut-ikutan jika ada peluang bisnis terbaru yang lagi nge-trend…


Lalu apa efek dari herd behavior? Apakah kita masih bisa “terjun” untuk mengambil sedikit keuntungan dari perilaku bisnis yang satu ini? Kalau tidak, bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel tentang “Saatnya Membedah Ide Usaha Baru… Bisnis Batu Akik Bagian 2”. Jangan sampai Anda lewatkan ya…

(sumber gambar artikel ide bisnis baru usaha batu akik : lsmines.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *