Usaha Kecil yang Menjanjikan : Produsen Keranjang Hantaran

By on March 14, 2015
Usaha Kecil yang Menjanjikan : Produsen Keranjang Hantaran

Ada satu ide usaha kecil yang menjanjikan yang sangat menarik dan kreatif, bisnis keranjang hantaran. Anda tahu kan apa itu keranjang hantaran?

Itu lho… bingkisan yang biasa mereka bawa saat mempelai pria mendatangi mempelai wanita. Kan ada macam-macam “bawaannya”.

Mulai dari buah-buahan, seperangkat alat ibadah sampai roti dan hiasan kerajinan. Sudah kebayang kan seperti apa keranjang hantaran tersebut?

Kalau sudah kebayang, pasti Anda ingat kalau kebanyakan keranjang hantaran tersebut berbahan baku rotan atau serat bambu. Problemnya adalah, kini bahan rotan dan serat bambu tersebut semakin mahal. Otomatis keranjang yang berbahan baku tersebut naik harganya.

Nah, ada ide bisnis rumahan yang menjanjikan yang yang cukup “cerdas”, yaitu membuat keranjang hantaran tersebut dari koran bekas. “Hayah… koran kan sifatnya getas om, mudah rusak…”. Ya… benar. Tapi kalau Anda buat keranjang hantaran tersebut dengan bantuan lem kayu, kertas koran tersebut jadi kuat. Bahkan “ia” mampu menopang beragam bingkisan hingga toples kaca yang berat.

Ide bisnis menjanjikan inilah yang saat ini dirintis oleh ibu Kartika dari Tangerang. Ibu muda yang hobinya bikin kerajinan tangan sejak kecil ini iseng membuat keranjang hiasan untuk toples kaca di waktu lebaran. Cara buatnya simpel, bahan bakunya murah meriah. 

Beliau hanya menggunakan beberapa lembar kertas koran bekas, lem kayu, cat kayu dan bunga-bunga aksesoris. Kertas koran tersebut beliau pilin hingga menjadi “gulungan” yang kuat. Setelah dipilin, kertas tadi beliau anyam sesuai dengan ukuran toples. Selanjutnya, anyaman tersebut dilekatkan dengan lem kayu supaya kokoh dan kuat.

Semakin banyak lem kayu yang Anda gunakan, semakin kuat anyaman tadi dan otomatis sifat rapuh kertas korang akan hilang. Sebagai finishing, agar keranjang dari kertas koran tersebut cantik dan tambah kuat, anyaman tersebut dicat dengan menggunakan cat kayu aneka warna dan dihiasi dengan aneka bunga aksesoris.

Ternyata buah karya dari kreativitas ibu Kartika ini “menggoda” para tetangga dan kerabatnya. Dari sinilah awal mula usaha kecil yang menjanjikan miliknya dimulai. Hari demi hari, mulailah keranjang keranjang hias untuk toples mulai dipesan. Dan akhirnya beliau memutuskan untuk lebih serius menekuni bisnis ibu rumah tangga yang menjanjikan ini.

Tetapi yang namanya memulai usaha kecil yang menjanjikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ternyata respon pasar terhadap keranjang hantaran buatan ibu Kartika tidak bagus. Mereka ragu untuk membeli produk tersebut.

Apa sebabnya? Ternyata meskipun tampilan keranjang hantaran buatan ibu Kartika penuh dengan warna dan sangat menarik, pembeli ragu dengan kekuatan dari keranjang hantaran tersebut. Karena begitu mereka tahu keranjang berasal dari kertas koran bekas, kebanyakan dari mereka enggan untuk membelinya karena takut beban bingkisan atau hantaran tidak kuat “ditahan” oleh keranjang hantaran tersebut..

Jelas… keluhan pasar ini membuat Ibu Kartika harus memutar otak 2 kali lebih keras untuk mencari cara agar pasar yakin bahwa produknya cukup kuat. Akhirnya produk dari bisnis rumahan yang menguntungkan milik beliau diterima pasar, beliau menambahan tripleks pada sisi dasar keranjang agar kesan yang ditampilkan menjadi kuat. Padahal tanpa tripleks sekalipun keranjang buatan ibu Kartika mampu menahan beban hantaran yang cukup berat.


Apakah setelah itu produk dari bisnis yang menjanjikan milik beliau diterima di pasar? Tidak juga !! Produk keranjang hantaran beliau masih harus bertarung dengan produk-produk sejenis yang ada di pasaran. Ada sangat banyak varian wadah hantaran yang tersedia di pasar sehingga Ibu Kartika harus melakukan teknik pemasaran yang lebih aktif untuk bisa menjual lebih banyak.

Untuk itu, ia akhirnya menerapkan strategi pemasaran “jemput bola”. Beliau menyambangi beberapa pelaku usaha pembuatan hantaran di kawasan sekitarnya dan menawarkan keranjang buatannya sebagai wadah hantaran buatan mereka. Pucuk di cinta ulam pun tiba… Ide beliau menawarkan barang dagangannya terebut disambut hangat oleh pelaku usaha keranjang hantaran di sekitarnya.

Dalam beberapa bulan, penjualan keranjang hantarannya meningkat pesat !! Dan kini, setelah 2 tahun usaha kecil yang menjanjikan beliau berjalan, permintaan yang harus beliau penuhi mencapai 500 buah tiap bulannya. Bahkan jika musim pernikahan dan lebaran tiba, permintaanya bisa mencapai 2 – 4 kali lipat !! Luar biasa… 

Kini beliau sudah bisa memperkerjakan 3 orang karyawan dan mampu keuntungan jutaang dari usaha kecil yang menjanjikan ini. Oh iya… sebagai tambahan informasi, biasanya beliau menjual keranjang buatannya dalam paket. Harga persatuanya antara 8 ribu rupiah hingga 24 ribu rupiah, tergantung dari ukuran keranjang.

Nah, supaya Anda tahu berapa modal dan keuntungan dari usaha kecil yang menjanjikan ini, saya sertakan asumsi biaya dan keuntungan dari bisnis keranjang hantaran ini.

Biaya Awal :

  • Bahan Baku Awal : Rp. 500.000,00
  • TOTAL BIAYA AWAL Rp. 500.000,00

Biaya Operasional Bulanan :

  • Bahan Baku : Rp. 2.150.000,00
  • Tenaga Kerja : Rp. 2.400.000,00
  • Biaya Pengiriman : Rp. 400.000,00
  • TOTAL : Rp. 4.950.000,00

Keuntungan :

  • OMSET perbulan Rp 8.000.000
  • Laba perbulan Rp. 8.000.000,00 – Rp. 4.950.000,00 = Rp 3.050.000,00

Saya pikir… dengan modal awal hanya sekitar 500 ribu rupiah menghasilkan keuntungan sekitar 3 juta rupiah, usaha kecil yang menjanjikan ini layak untuk Anda jadikan wacana. Intinya sebenarnya bukan di jenis usaha yang menjanjikan ini. Tapi lebih kepada keberanian Anda dan kreatifitas Anda. Jika Anda fokus di keduanya, pasar akan menerima.


Dan semakin Anda kreatif dalam menemukan ide bisnis dan semakin berani Anda mewujudkannya ide bisnis tersebut, semakin cepat Anda mengetahui apakah usaha kecil yang menjanjikan tersebut layak untuk Anda jalankan. Jadi ayo segera “move on”… Tunggu apa lagi !!

(sumber gambar artikel usaha kecil yang menjanjikan kategori peluang usaha : pancioma.wordpress.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *