5 “Kacamata” Penting Dalam Memilih Bisnis Waralaba Murah (Seri 1)

By on March 18, 2015
5 "Kacamata" Penting Dalam Memilih Bisnis Waralaba Murah

Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak orang yang ingin berbisnis mengambil “jalan pintas” dengan membeli sebuah bisnis waralaba murah. Sederhana saja penyebabnya.

Bisnis waralaba murah sudah memiliki produk yang jelas, konsep bisnis yang (mungkin) matang, strategi pemasaran yang tinggal Anda jalankan serta sistem yang sudah berjalan.

Setidaknya Anda sudah “tidak perlu” pusing-pusing lagi memikirkan beberapa langkah “krusial” dalam membangun sebuah bisnis. Tinggal beli bisnis waralaba murah, jalankan kemudian tunggu hasilnya.

Dan yang lebih menarik lagi, akhir-akhir ini muncul peluang usaha waralaba dengan harga yang sangat murah. Ada waralaba makanan dibawah 10 juta… ada juga bisnis waralaba murah yang harganya cuma 5 juta rupiah… bahkan ada juga yang harganya di bawah 2 juta rupiah.

Tapi benarkah bisnis waralaba murah dengan harga “murah meriah” ini bisa memberikan Anda hasil yang optimal? Karena tidak sedikit mereka yang menawarkan kepada Anda sebuah bisnis waralaba murah menjanjikan keuntungan yang luar biasa dahsyat. Padahal, Anda pasti tahu bahwa waralaba dengan “brand” yang ternama harganya gila-gilaan.

Sebut saja McDonalds dan KFC yang harganya bisa mencapai milyaran rupiah. Untuk kelas “lokal”, Indomart dan Alfamart saja mencapai angka ratusan juta. Bahkan waralaba laundry semacam Simply Fresh juga mematok harga di atas 100 juta rupiah. Tentunya sudah sewajarnya jika bisnis waralaba dengan harga murah selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang “sensitif”… iya kan?

So, sebenarnya ada cara yang cukup simpel untuk melihat bisnis waralaba murah tersebut punya prospek yang cerah atau tidak. Seperti apa caranya? Anda cukup lihat “di dunia nyata”, ada orang yang menjalankan bisnis waralaba murah yang akan Anda beli tersebut berhasil.

Kemudian tanyakan kepada pemiliknya seperti apa supportnya, berapa income real-nya, kapan payback period-nya, berapa omset per harinya dan sebagainya. Setelah itu, lihat berapa persen dari bisnis waralaba murah yang Anda bidik mampu bertahan.

Cuman masalahnya, “investigasi” seperti di atas bukan hal yang mudah. Nggak gampang nemuin dan tanya sana sini ke pemilik bisnis waralaba murah. So, saya akan bagikan 5 “kacamata” yang harus Anda ketahui dalam memandang prospek bisnis waralaba murah.

Bisnis Waralaba Murah di Lihat dari Kacamata Fasilitas

Anda perlu tahu se-realistis mungkin fasilitas apa yang akan Anda dapatkan jika Anda membeli sebuah bisnis waralaba murah. Bagaimana caranya? Sederhana. Silahkan Anda survei harga seluruh peralatan dan perlengkapan yang nantinya akan Anda dapatkan dari si Fanchisor.

Jadi Anda benar-benar tahu berapa harga peralatan dan perlengkapan tersebut. Sesuaikah dengan franchise fee? Lebih murah, atau lebih mahal? Jika lebih mahal dan jaraknya terlalu jauh, Anda patut bertanya lebih dalam. Karena seharusnya pihak pemilik waralaba tidak menarik untung dari fasilitas modal awal, karena sifatnya sebagai starting point. 

Keuntungan yang mereka dapatkan harusnya berasal dari penjualan, bukan dari penjualan peralatan dan perlengkapan. Selain itu, dengan cara ini, Anda jadi tahu apakah peralatan dan perlengkapan yang mereka berikan realistis dengan harga franchise murah yang mereka tawarkan. Jika tidak realistis, jelas Anda nantinya harus membeli sendiri.


So, jika harga franchise yang mereka tawarkan teramat murah, kemungkinan Anda mendapatkan fasilitas peralatan dan perlengkapan yang lengkap dan berkualitas akan semakin sulit, walaupun tidak semuanya…

Bisnis Waralaba Murah di Lihat dari Kacamata Produk

Pada poin yang kedua ini, titik beratnya adalah bobot dari produk. Bisnis waralaba murah tidak selalu identik dengan bahan baku yang murah. Tetapi kebanyakan bisnis waralaba murah yang ada di Indonesia, bahan bakunya murah. Kalau bahan bakunya murah, urusannya dengan kualitas produk.

So, banyak waralaba indonesia yang produknya nggak berkualitas. Nggak berkualtias di sini banyak maksudnya. Bisa karena produknya yang biasa-biasa saja, atau produknya yang sama sekali tidak unik… tidak ada bedanya dengan produk-produk yang di jual oleh bisnis di luar sistem franchise. Kebanyakan lho ya… bukan semuanya. Anda paham kan? Padahal bobot produk adalah “hal yang utama” dalam sebuah bisnis, apapun model bisnis tersebut.

Mau franchise, mau manufaktur atau Anda jadi distributor, produk yang berkualitas sangat penting. Dengan produk yang berkualitas, jualan Anda akan lebih mudah. Tapi Anda harus tahu arti produk yang berkualitas lho ya… Produk yang berkualitas adalah produk yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan orang… bukan produk yang sempurna. Anda bisa baca artikel ini untuk lebih jelasnya.

Bisnis Waralaba Murah di Lihat dari Kacamata Pasar

Masalah yang paling “krusial” dari usaha waralaba modal kecil adalah pasar. Dan pasar ini identik dengan poin yang kedua tadi, produk. Kebanyakan bisnis waralaba murah menjual produk yang “sangat pasaran”. Tetapi berita baiknya, ada beberapa di antaranya punya keunikan. So, tipsnya seperti ini…

Anda bisa memilih bisnis waralaba murah yang menjual produk pasaran seperti minuman es teh. Tetapi yang harus Anda tahu s teh adalah sajian sejuta umat yang kadang kala punya penggemar setia. Jadi jika es teh yang Anda jual “biasa-biasa” saja rasanya, Anda harus jual di tempat ramai dengan 2 syarat.

Pertama, di sana banyak orang sangat kehausan… Kedua, mereka tidak berpikir lagi untuk membeli es teh yang rasanya sesuai dengan selera mereka karena cuma Anda yang jual es teh pelega dahaga bagi mereka. Paham kan? Ini resiko menjual produk yang rasanya “biasa-biasa” saja. Kalau yang nggak “biasa-biasa” saja bagaimana?

Anggap saja Anda menjual sajian unik macam cappucinno cincau yang terkesan aneh dan membuat penasaran. Jelas yang Anda harapkan adalah pelanggan yang nantinya akan membeli ulang minuman tersebut. Tetapi Anda juga harus hati-hati dengan yang satu ini. Karena sesuatu yang menarik dan unik di suatu wilayah bisa saja “menjadi aneh” atau “terlalu biasa” di kawasan lain.

Contohnya Anda jual “ayam bacem” yang rasanya manis khas masakan Jogja. Anda jual ke daerah Sumatera khususnya Padang, habis sudah… So, poinnnya adalah lihat benar-benar pasar atau target market yang Anda bidik. Kalau boleh saya kasih saran, lihat target market-nya, baru beli bisnis waralaba murah nya. Jangan terbalik ya, meskipun opini yang Anda dapatkan “mengatakan” bahwa franchise yang akan Anda bidik pasarnya bagus.


Hmmm… waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi lewat 48 menit. Saatnya saya undur diri. Seperti biasa, kelanjutan dari artikel bisnis waralaba murah “kacamata” keempat dan kelima, saya tuliskan di artikel selanjutnya ya. Jangan sampai kelewat, tetap “stai cun” di Dokter Bisnis [.] net, C U…

(sumber gambar artikel waralaba makanan modal kecil & usaha waralaba murah : www.cnbc.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *