Cerita Nyata Pengusaha Sukses : Cuman 5 Jam Per Hari, Omset Puluhan Juta Sebulan


By on August 5, 2015
Cerita Nyata Pengusaha Sukses : Cuman 5 Jam Per Hari, Omset Puluhan Juta Sebulan

Ide bisnis itu terkadang datang dari hal-hal yang sederhana. Bisa dari melihat kebutuhan seseorang, bisa juga datang dari rutinitas sehari-hari. Contohnya cerita nyata pengusaha sukses yang satu ini. Ia memulai bisnisnya dari kebiasaannya memasak lontong opor.

Kebetulan beliau awalnya adalah seorang wanita karier. Dan setiap pagi, ia sudah dibuat repot dengan rutinitas menyiapkan sarapan, menyiapkan anak-anak berangkat sekolah serta menyiapkan diri sendiri dan suami untuk bisa segera tiba di kantor.

Anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana suasana di pagi hari? Ribet, suara kanan kiri, hiruk pikuk dan pastinya berantakan. Itu sebabnya ibu Niken, nama beliau, memilih untuk berhenti bekerja. 

Selain karena lelah, ibu muda ini ingin bisa lebih dekat dengan ketiga orang anaknya. Tetapi keputusannya tersebut tidaklah mudah untuk dijalani. Menjadi ibu rumah tangga tanpa penghasilan jelas sebuah perubahan yang berat bagi Ibu Niken.

Bagaimana tidak. Wanita ini sudah menjalankan kariernya selama lebih dari 15 tahun. Ia sudah terbiasa punya uang sendiri. Dan tentunya, gaya hidup saat ia masih bekerja berbeda dengan saat ia memutuskan menjadi ibu rumah tangga.

Maka ketika sang suami menawarinya modal usaha sebesar 3 juta rupiah, dengan sigap ibu Niken mencari ide usaha rumahan yang bisa ia jalankan tanpa mengganggu kesibukannya menjadi ibu rumah tangga. Pucuk dicinta ulampun tiba… Ibu Niken memutuskan untuk berbisnis kuliner.

Kebetulan beliau cukup pandai memasak. Salah satu menu andalannya adalah lontong opor. Berbekal pengalamannya memasak lontong opor, ibu Niken memberanikan diri untuk membuka bisnis lontong opor sederhana di depan rumahnya.

Ia melengkapi warungnya dengan perkakas seadanya… sebuah meja dan sejumlah alat saji untuk menjajakan lontong opor andalannya. Modal awal 3 juta rupiah pemberian dari suami tercintanya hampir tidak dia gunakan sepenuhnya.

Anda tahu berapa modal yang beliau keluarkan untuk membuka usaha lontong opor tersebut? Tak lebih dari 800 ribu rupiah !! Bahkan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan modal usaha toko kelontong. Dana 800 ribu rupiah tersebut itu ia gunakan untuk membeli panci besar dan peralatan saji serta bahan baku untuk memasak lontong opor.

Tak disangka respon dari tetangga di sekitar rumah ibu Niken cukup tinggi. Apa pasalnya? Ternyata tidak mudah untuk menemukan penjaja sarapan pagi di sekitar rumahnya. Momen yang sangat pas dan tepat !!

Dengan bekerja tidak lebih dari 5 jam, mulai dari jam 4 pagi hingga jam 9 pagi, dengan waktu tersebut ibu Niken mampu menjual lontong opornya hingga 70 porsi. Dari penjualan tersebut, Ibu Niken setidaknya bisa mengeruk keuntungan hingga 85 ribu rupiah perhari. Kira-kira sekitar 2,2 juta rupiah lah keuntungannya tiap bulan. Lumayan buat awalan lah, pikirnya.

Usaha lontong opor ini berjalan stabil selama beberapa bulan sampai akhirnya ibu Niken merasa bahwa pasar sudah mulai jenuh dengan menu jualannya yang itu-itu saja. Ibu Niken sempat mencoba untuk mengganti menu sarapannya dengan pilihan yang lain seperti nasi kuning atau nasi uduk. Tetapi sepertinya kejenuhan pasar tetap seperti sedia kala.

Di saat-saat kritis tersebut, Ibu Niken mendapat tawaran “menyejukkan” dari seorang penjaja bakso keliling di rumahnya. Penjaja bakso keliling tersebut ingin menjualkan lontong opor buatan ibu Niken di pagi hari.

Ia berminat untuk menambah penghasilannya karena di pagai hari, penjaja bakso keliling tersebut tidak menjajakan baksonya. Jadilah usaha warung lontong opor ibu Niken bertambah menjadi lontong opor keliling.

Rupanya “tawaran menyejukkan” yang disampaikan sang penjaja bakso tadi dihitung ulang oleh ibu Niken bersama suaminya. Dengan bermodal 3,5 juta rupiah mencakup gerobak keliling lengkap Ibu Niken dengan peralatannya, belia mewujudkan permintaan sang penjaja bakso tersebut.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus. Di bulan pertama, bisnis lontong opor keliling ibu Niken tidak selaris warung makannya. Bahkan seringkali sisa. Hal tersebut tidak membuat ibu Niken putus asa. Akhirnya kerja kerasnya berhasil. Menginjak bulan ke 2, usaha lontong opor kelilingnya mulai dikenal banyak orang dan responnya sangat luar biasa. Banyak dari mereka yang menyukai masakan opor ibu Niken.

Dan setelah usaha lontong opor ibu Niken berjalan 3 tahun, sekarang beliau sudah memiliki 4 gerobak keliling untuk menjajakan lontong opornya. Dan menurutnya, cara ini lebih efektif daripada membuka warung karena terkadang pelanggan di sekitar rumahnya merasa bosan dengan menunya.

Dengan menjajakannya secara berkeliling, penjaja bisa memilih rute yang berbeda di setiap harinya. Cara itu membantu mengatasi kejenuhan pelanggan sehingga penjualan lontong opor ibu Niken bisa stabil.

Kini dengan 4 gerobak, Ibu Niken bisa menjual lebih dari 350 porsi di tiap hari. Dengan harga sekitar jual hanya 6 ribu per porsi, ibu Niken membukukan omset harian sekitar 2 juta rupiah. Berarti dalam 1 bulan, ibu Niken bisa mempunyai omset hingga 60 juta rupiah !! Wow… luar biasa bukan?

Tidak hanya keuntungan yang bersifat materiil saja. Berkat bisnis ibu rumah tangga yang dikelolanya, Ibu Niken bisa membuka lowongan pekerjaan bagi warga di sekitar rumahnya. Setidaknya kini di setiap pagi berkumpul 8 orang karyawan dengan rincian 4 orang sebagai asisten masak dan 4 orang lainnya sebagai penjaja keliling lontong opornya.

Dan yang lebih penting, Ibu Niken akhirnya bisa mewujudkan impiannya, yaitu mempunyai lebih banyak waktu untuk menemani ketiga buah hatinya. Tanpa perlu risau karena tidak mempunyai penghasilan, dan tanpa harus repot di tiap harinya untuk mempersiapkan diri pergi bekerja.

Kalau ibu Niken saja bisa, tentunya Anda pun juga bisa… iya kan? Semoga kisah nyata pengusaha sukses di atas bisa menginspirasi Anda untuk mengikuti jejaknya, membuka bisnis yang sukses dan bisa memberikan Anda penghasilan yang layak. Selamat berjuang !!

(sumber gambar artikel kisah inspiratif bisnis & cerita nyata pengusaha sukses bisnis lontong opor : my facebook profil picture)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

3 Comments

  1. saifudin z

    November 3, 2015 at 17:09

    semoga terlahir ibu niken
    -ibu niken lainnya… trim’s sang penulis artikel…
    r

  2. Dedi

    December 8, 2016 at 17:53

    cerita yang menginspirasi

  3. farezkids

    March 7, 2017 at 11:05

    Semua berawal dari kecil…tetap semangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *