Ini Dia Manfaat Presentasi, Tujuan Presentasi dan Pengertian Presentasi


By on August 5, 2015
Ini Dia Manfaat Presentasi, Tujuan Presentasi dan Pengertian Presentasi

Topik tentang manfaat presentasi, tujuan presentasi dan pengertian presentasi sepertinya belum pernah sedikitpun saya singgung ya? Padahal abang ini jagonya presentasi (*narsis punya, wkwkwkwkwk…).

Apalagi kalau presentasinya ke investor atau presentasi produk yang mahal. Joss gandhos top markotop pokoknya. Langsung semua pada terpana. Padahal awalnya saya nggak bisa presentasi dan nggak pernah presentasi… kecuali waktu skripsi, ha..ha..ha..

Well, presentasi adalah hal yang sangat penting. Di dalam sebuah bisnis, Anda harus bisa presentasi. Bahkan dimanapun posisi Anda, presentasi adalah hal yang vital. Sebenarnya apa sih pentingnya presentasi? Apa manfaat presentasi dan seperti apa tujuan presentasi?

Saya mulai dulu dari apa itu pengertian presentasi ya… Begini, sebenarnya hampir setiap hari Anda sudah melakukan presentasi. Anda menelepon teman Anda untuk bisnis, itu presentasi. Wawancara kerja, itu juga presentasi. Masuk ke rumah teman Anda untuk diskusi, itu juga presentasi.

Jadi apa sebenarnya pengertian presentasi? Presentasi sebenarnya hanyalah percakapan yang memiliki suatu tujuan. Sederhana kan? Nah, biar Anda lebih paham mengenai pengertian presentasi, silahkan baca penjelasan Rhonda Abrams berikut ini :

Presentasi umumnya dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang formal, terjadi di sebuah tempat tertentu, terfokus pada suatu topik tertentu, dihadiri oleh audiens dan berlangsung selama periode waktu tertentu.

Sudah jelas sekarang kan apa itu pengertian presentasi? Nah, presentasi bisa dikatakan baik apabila presentasi itu ditata dengan baik pula dan mengikuti struktur yang dipertimbangkan secara matang. Apalagi jaman sekarang… beda dengan jaman mbah-mbah kita dulu.

Anda bisa memanfaatkan alat bantu visual dan teknologi seperti slide PowerPoint, proyektor, mikrofon dan komponen multimedia yang lainnya. Dan yang perlu Anda ketahui, Anda harus tahu apa itu tujuan presentasi. Apa coba tujuan presentasi itu…

“Lho dok, kok malah nanya? Saya yang harusnya nanya !!”. Oh iya ya… Baiklah, akan saya beritahu apa itu tujuan presentasi. Tujuan presentasi dibagi secara 2, tujuan khusus dan tujuan umum. Kalo tujuan khusus, ya tergantung dari Anda, apa tujuan Anda untuk melakukan presentasi.

Misal mau menggaet investor, membuat calon customer mau membeli produk Anda, menjual keahlian Anda, atau yang semisalnya. Kalau bahasa alay-nya adalah “MODUS”, wkwkwkwkwk…

Nah, kalau tujuan umum, dan inilah sebenarnya tujuan presentasi, adalah Anda harus berhasil membujuk audiens untuk menerima sudut pandang Anda. Inilah tujuan presentasi yang sebenarnya. Mau bisnis, wawancara kerja, jual produk, pokoknya presentasi Anda dikatakan berhasil kalau Anda bisa membujuk audiens Anda menerima sudut pandang Anda. Paham kan?

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, apa manfaat presentasi? Buat apa sih capek-capek nglakuin presentasi? Kan lebih enak pake dokumen tertulis. Tinggal suruh baca, selesai sudah… Gitu aja kok repot. Oo… tidak bisa begitu. Beda dokumen tertulis dengan presentasi.

Mau tahu bedanya? Dokumen tertulis tidak mempunyai “NYAWA”. Ia tidak memiliki emosi, tidak bisa dekat dengan si pembacanya dan tidak ada keterikatan secara fisik dan jiwa (*huadduuhhhh). Dan untuk meyakinkan orang, dokumen tertulis saja tidak cukup.

Berapa banyak proposal yang isinya bagus ternyata gagal dikarenakan presentasi yang buruk. Kemudian jika Anda menjual sebuah produk, lebih banyak “deal” yang mana… dengan presentasi, atau dengan proposal atau brosur? Pasti kebanyakan closingnya dengan presentasi, benar kan?

Dan dalam sejarah saya menjalankan bisnis, setiap saya memberikan proposal investasi kepada investor, pasti kelanjutannya adalah saya disuruh presentasi. Setelah presentasi saya selesai dan berjalan dengan baik, baru investor tersebut mau menginvestasikan uangnya.

Belum pernah saya kirimkan sebuah proposal atau dokumen tertulis tiba-tiba besok duitnya investor langsung masuk ke rekening saya.

Itulah manfaat presentasi. Is it clear now? (*alamak… kerennya bahasanya). Okay, sekarang saatnya saya jelaskan hal yang paling penting dalam presentasi, yaitu apa beda menulis dengan berbicara. Bahasa kerennya “WRITING vs SPEAKING”.

Begini, Anda pernah menghadiri sebuah pertemuan di mana presenternya berdiri di depan audiens dan hanya membaca keras-keras makalah penelitian atau artikelnya? Kalau pernah, pasti pikiran Anda melayang ke mana-mana dan Anda kesulitan memahami informasinya. Benar tidak?

Nah, Anda harus tahu bahwa ketrampilan yang digunakan untuk memahami presentasi lisan berbeda dengan yang digunakan untuk memahami dokumen tertulis. Orang tidak membaca presentasi. Orang MENDENGARKAN presentasi. Dokumen diciptakan untuk MATA, sementara presentasi diciptakan untuk TELINGA. Kalau perut untuk makan, wkwkwkwkwk…

Presentasi menuntut audiens untuk memfokuskan perhatian dalam waktu yang sangat terbatas. Sebaliknya, dokumen tertulis biasanya bisa dibaca sesuai sesuai keinginan audiens, kapanpun ia suka. Pembaca yang tidak memahami suatu dokumen pertama kali dapat membacanya berulang-ulang hingga paham.

Dalam presentasi, audiens Anda harus mendapatkan pesan dari presentasi Anda saat pertama kali mendengarnya… dan hanya saat itu saja. Kecuali kalau mereka merekamnya. Tetapi sepengetahuan saya, jarang sekali mereka mau merekamnya. Apalagi kalau Anda cuma presentasi jualan offline.

Supaya Anda lebih paham, silahkan lihat perbedaan antara dokumen tertulis dengan presentasi yang efektif di bawah ini :

DOKUMEN TERTULIS

  • Bisa mencakup sejumlah topik.
  • Dapat dibaca dan dibaca ulang sampai pembaca memahaminya.
  • Bisa mentusun dan menyampaikan suatu pesan secara bertahap dan pelan-pelan.
  • Bisa menggunakan banyak contoh dan detail.
  • Bisa menggunakan banyak kosakata atau struktur kalimat lengkap.
  • Pembaca tidak perlu berhubungan dengan penulis.

PRESENTASI yang EFEKTIF

  • Dengan jelas berfokus pada satu inti.
  • Memungkinkan audiens untuk memahami pesannya saat mereka mendengarkannya sekali dan hanya sekali itu saja.
  • Harus merebut perhatian audiens dengan cepat.
  • Memilih jumlah contoh dan detail yang efektif dan terbatas.
  • Menggunakan kalimat yang ringkas dan mudah dipahami.
  • Menciptakan hubungan antara presenter dan audiens.

Sudah mengerti kan sekarang? Jadi, meskipun manfaat presentasi itu sangat dahsyat, Anda harus mempelajari ilmunya. Nggak bisa sembarangan.

Kata Rhonda Abrams, presentasi merupakan ketrampilan yang bisa Anda pelajari dan terus menerus Anda perbaiki dengan mengetahui teknik sederhana dan memahami cara-cara yang paling efektif untuk memilih dan menata isi presentasi Anda.

Biasanya, semakin banyak Anda melakukan presentasi, semakin baik pula presentasi Anda. Hmmm… sepertinya sudah cukup penjelasan saya mengenai pengertian presentasi, tujuan presentasi dan manfaat presentasi.

“Okay dok, siap. Tapi dok, ngomong-ngomong… katanya om dokter jago presentasi. Tadi di atas om dokter bilang nggak pernah presentasi kecuali waktu skripsi saja. Di mana om dokter belajar presentasi?”

Ha..ha..ha.. gud kuestien. Saya belajar presentasinya waktu saya ikut multi level marketing. Setiap hari saya harus presentasi 5 – 8 kali dan ratusan kali saya gagal dan ditolak. Anda tinggal kalikan saja dengan jumlah hari dalam 1,5 tahun. Udah berapa ratus saya presentasi di hadapan orang, wkwkwkwkwkwk…

(sumber gambar artikel pengertian presentasi, tujuan presentasi dan manfaat presentasi : www.digitalistmag.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *