Beli Franchise Makanan Murah? Baca Dulu Perjanjiannya !!


By on August 6, 2015
Beli Franchise Makanan Murah? Baca Dulu Perjanjiannya !!

Membuka usaha dengan cara membeli sebuah franchise makanan murah itu sah-sah saja. Walaupun saya lebih menyukai Anda membangun bisnis dari nol, it’s okay… Nggak ada salahnya dengan franchise makanan murah.

Bisnis yang urusannya dengan cita rasa dan “lidah manusia” memang nggak ada matinya. Hanya saja dalam membuka usaha makanan, urusannya bukan hanya cita rasa makanan itu sendiri. Banyak hal lain yang mendukung kesuksesan sebuah usaha makanan.

Masih ingat artikel saya tentang solusi inti, tangible dan intangible kan? Ya… konsumen tidak hanya membeli makanan Anda. Mereka juga “membeli” kebersihan Anda, kecepatan Anda bahkan seyuman Anda.

Dan terkhusus jika Anda memutuskan untuk membeli sebuah franchise makanan murah, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan. Terutama terkait isi kontrak, karena isi kontrak juga menentukan jalannya bisnis makanan Anda.

“Lho, kok bisa dok? Apa hubungannya?”. Analoginya seperti ini. Misal Anda punya bisnis franchise fried chicken. Letak keistimewaan Anda pada bumbu crispy-nya. Kebetulan karena Anda baru memulai bisnis, Andalah yang menjadi kokinya.

Dua bulan berjalan, Anda bisa mempertahankan cita rasa ayang goreng Anda yang selalu nikmat dan memikat. Tiba-tiba di sebuah malam, Anda ada masalah dengan istri Anda. Dan masalah itu belum selesai hingga paginya. Paginya saat Anda menggoreng ayam goreng, hasilnya gosong… ha..ha..ha..

Jadi prinsipnya, masalah internat bisa saja mempengaruhi urusan eksternal. Masalah keluarga bisa mempengaruhi hasil gorengan ayam Anda. Dan masalah perjanjian waralaba, bisa mempengaruhi hasil penjualan Anda.

Contohnya nih, Anda beli franchise makanan murah ayam goreng dan di perjanjian ternyata support penjualannya diserahkan full kepada Anda. Sudah pasti Anda kelabakan. Karena Anda belum terlatih untuk “berjualan”. Paham kan?

So, meski sistem franchise makanan murah bisa memberikan Anda banyak kemudahan, Anda harus tetap “berhati-hati”. Jangan hanya cenderung fokus pada riset-riset besar seperti kualitas makanannya, riset pasar-nya, riset kualitas franchisor-nya dan sebagainya.

Memang benar. riset-riset besar adalah parameter penting Anda dalam memilih sebuah franchise makanan murah. Tapi ingat, seperti kata Kiyosaki, memulai bisnis dengan membeli franchise sering berakhir dengan “kepedihan”. Jadi Anda harus DETAIL

Dan salah satu detail yang kerap terabaikan adalah isi perjanjian kontrak. Sebagus apapun “penelitian” Anda tentang sebuah usaha franchise makanan, jangan abaikan tahap yang satu ini. Baca dengan detil isi perjanjian kontrak dan tanyakan poin-poin yang kiranyan kurang jelas bagi Anda.

Bila perlu, carilah pihak ketiga sebagai “penasehat” Anda atau setidaknya cari informasi sebanyak-banyaknya. Anda perlu tahu semuanya !! Lalu apa saja sih yang perlu Anda perhatikan dalam perjanjian kontrak bisnis franchise murah tersebut?

  1. Semua hal yang terkait dengan biaya-biaya.
    Cek apa saja biaya yang perlu Anda keluarkan dalam membeli hak franchise. Berapa Royalti fee-nya, berapa manajemen feenya, berapa harga pokok produknya serta berapa biaya perpanjangan kontraknya. Tanyakan juga apakah masih ada biaya-biaya lainnya.
  2. Lamanya masa kerjasama.
    Anda perlu memperhatikan waktu atau masa kerjasama yang berlaku untuk setiap kontrak. Perhatikan, apakah biaya-biaya yang Anda keluarkan dalam masa kerjasama tersebut layak, ataukah tidak. Setelah itu, tanyakan juga seperti apa sistem perpanjangannya.
  3. Batas wilayah atau area “jualan” franchise.
    Di sini Anda harus tahu pada kawasan mana hak franchise Anda berlaku. Adakah batasan wilayah? Atau justru Andalah pemilik license tunggal produk franchise makanan murah tersebut di kota Anda.
  4. Support system adalah yang utama.
    Ini yang sangat penting. Sejauh mana keterlibatan franchisor dalam membantu usaha Anda? Bagaimana mereka membantu Anda saat Anda baru memulai usaha Anda? Sejauh mana langkah promosi mereka dan bagaimana mereka akan mendampingi manajemen Anda? Cari tahu semuanya.
  5. Batasan yang diberlakukan oleh franchisor.
    Adakalanya Anda perlu melakukan langkah adaptasi atau pengembangan khusus di usaha franchise Anda. Misalnya menambah banner atau memodifikasi kemasan. Tanyakan kepada mereka sejauh mana Anda memiliki kebebasan dalam melakukannya. Misalkan Anda melihat pasar produk dari franchise makanan murah Anda adalah orang yang sangat peduli dengan kesehatan. Penambahan alat peniris minyak (spinner) Anda rasa sangat perlu, mengingat kandungan minyak pada ayam goreng (misalnya) yang masih banyak dalam makanan relatif tidak baik bagi kesehatan. Bisakah Anda melakukan hal itu? Karena kadang, franchisor tidak mengijinkan Anda melakukan berbagai macam “modifikasi”. Dan itu tertuang di dalam perjanjian.
  6. Jalan keluar atau “semacam exit strategy”.
    Bila ternyata usaha franchise Anda ini tidak berjalan sukses atau Anda sudah mulai jenuh menjalankannya, adakah prosedur normal untuk menghentikan usaha franchise makanan murah tersebut? Jika ya, adakah biaya khusus yang harus Anda keluarkan? Tanyakan hal tersebut kepada franchisor Anda.

Jadi kesimpulannya, pahami kontrak bisnis Anda sebelum Anda mengambil peluang usaha franchise. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena Anda sudah terlanjur menandatangani surat kontrak pembelian franchise. Sampai di sini saja penjelasan saya, ada yang mau menambahkan?

(sumber gambar artikel franchise makanan murah : ekbis.sindonews.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *