Info Peluang Usaha Terkini : Bisnis Deterjen Curah


By on August 19, 2015
Info Peluang Usaha Terkini : Bisnis Deterjen Curah

Info Peluang Usaha Terkini – Bagi Anda yang pernah membaca artikel saya tentang desain kemasan produk, Anda pasti ingat bahwa saya pernah bergelut di bisnis deterjen curah. Sayangnya, waktu itu saya gagal menjalankan bisnis deterjen murah.

Tetapi mengingat info peluang usaha tersebut sayang kalau Anda lewatkan, maka kali ini saya berniat untuk men-sharing-kan semuanya kepada Anda… Sebuah info peluang usaha terkini tentang bisnis deterjen bubuk plus seluk beluknya.

Dulu, sekitar awal tahun 2005, saya bersama teman saya tertarik untuk menggeluti bidang-bidang yang terkait dengan usaha distributor yang menjanjikan. Dan pilihan saya ternyata jatuh ke bisnis sabun deterjen. Ada banyak alasan mengapa saya tertarik dengan peluang bisnis deterjen.

Tetapi alasan yang paling utama dikarenakan prospek bisnis deterjen sangat menggiurkan, mengingat deterjen adalah kebutuhan rumah tangga yang terus menerus digunakan. Kami melihat tidak ada hari tanpa seseorang membeli deterjen… entah di warung kelontong, atau di supermarket. Tidak terhitung berapa banyak di setiap harinya orang membeli sabun deterjen.  

Contohnya deterjen Rinso. Anda pasti tahu bahwa Rinso adalah pioner produk deterjen yang berhasil merubah “mindset” masyarakat Indonesia dari yang tadinya menggunakan sabun batangan berubah menggunakan deterjen berbentuk “powder” atau bubuk. Coba Anda hitung berapa penjualan deterjen Rinso setiap hari… Pasti banyak kan?

Dan keberhasilan Rinso ini kemudian diikuti banyak perusahaan-perusahaan sejenis yang ingin ikut serta dalam “meramaikan” pasar sabun cuci powder. Anda pasti kenal dengan Attack, So Klin, Daia dan merek-merek lainnya yang mungkin Anda tidak pernah mendengarnya. Semuanya beredar dengan “bebas” di pasaran.

Dan ternyata tidak hanya perusahaan besar saja yang ikut bermain. Perusahaan-perusahaan lokal kelas industri kecil dan menengah juga ikut memproduksi deterjen powder. Ada yang mentargetkan lokasi di daerah sekitarnya, ada juga yang membidik laundry, hotel dan home stay.

Karena “fenomena” ini, saya dan rekan bisnis saya jadi “kepencut” untuk terjun di bisnis deterjen laundry dan pakaian. Tetapi seperti yang saya katakan di atas… tidak di usaha produksi deterjen nya, tetapi di bisnis distributor deterjen nya. Hanya saja, saya menerangkan info peluang usaha yang satu ini dari sisi “usaha produksinya”.

Mengapa? Karena kebetulan teman dari partner bisnis saya adalah pelaku usaha produsen deterjen curah dan bermerk. Namanya Tri bayu sasongko, ST alumnus teknik kimia Universitas Gajah Mada. Pria yang dilahirkan 36 tahun yang lalu ini pernah bersama-sama dengan beberapa rekannya mendirikan pabrik deterjen di daerah Pakem, Sleman, Jogjakarta.

Dan menariknya, mesin produksi yang mereka gunakan tidak “semegah” dan “serumit” perusahaan-perusahaan deterjen kelas nasional. Bayu dan teman-temannya hanya menggunakan sebuah mixer yang mampu “mengaduk” bahan deterjen dengan kapasitas 50 kg. Mixer tersebut bisa memproduksi deterjen sebanyak 2 ton dalam sehari.

Setelah deterjen tersebut jadi, Bayu mengemasnya dalam ukuran 1 kilogram. Desain kemasannya beliau serahkan kepada pihak ketiga. Kemudian untuk proses packingnya, Bayu berinisiatif untuk mempekerjakan masyarakat yang tinggal di sekitar “pabrik deterjen kecilnya” dengan upah waktu itu sebesar 90 rupiah per kemasan.

Kemudian ia membagi produknya itu dalam beberapa kategori. Yang pertama adalah produk dengan kualitas matic nomer 1 (M-01). Produk ini diperuntukkan untuk para pengguna mesin cuci. M-01 didesain rendah busa, anti karat, anti redeposisi, oksigen aktif, ramah lingkungan dan tidak panas di tangan.

Produk ini ia jual dengan harga 18 ribu rupiah per kg. Yang kedua adalah deterjen semi matic. Deterjen semi matic ini bisa digunakan untuk mesin cuci dan cucian manual atau dengan tangan. Produk yang kedua ini di desain hampir sama dengan produk yang pertama, hanya kualitas pengangkatan nodanya masih kalah jika dibandingkan dengan produk yang pertama. 

Harganya hanya 9 ribu rupiah dengan kualitas di atas deterjen-deterjen yang ada di pasaran di kelasnya. Cocok untuk usaha laundry, baik yang full menggunakan mesin cuci, atau yang dicampur dengan cuci manual untuk noda-noda yang membandel.

Yang ketiga, Bayu memproduksi deterjen khusus untuk cuci manual dengan banyak busa. Tapi sayangnya beliau tidak menyebutkan berapa harga jual produk tersebut. Dan kedepannya, ia berencana memproduksi aneka produk toiletries lainnya seperti pembersih lantai, pewangi pakaian serta pelembut pakaian.

Lalu bagaimana cara Bayu memasarkan produk hasil dari bisnis deterjen curahnya? Ternyata ia menggunakan sistem bisnis B to B… business to business. Bayu selalu mencari distributor besar untuk memasarkan produk deterjen. Jika sudah ada kesepakatan dengan distributornya, Bayu akan memberikan “wilayah kerja” dan target penjualan yang harus dicapai tiap bulanannya.

Bayu juga siap untuk menerima order bagi siapa saja orang yang ingin dibuatkan deterjen sesuai dengan permintaan klien. Dengan kata lain, Bayu siap menjual deterjen curah yang nantinya bebas diberi merk oleh si pembeli deterjen tersebut.

Hanya saja di bisnis deterjen curah, ada kendala besar yang harus ia hadapi, yakni masalah kelembaban. Kelembaban yang dihasilkan dari usaha produksi deterjen rumahan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan deterjen-deterjen yang ada pasaran.

Hal ini disebabkan karena pelaku usaha deterjen rumahan tidak menggunakan mesin pengering khusus atau yang biasa disebut “dryer” yang harganya bisa sampai ratusan juta.

Selain itu, kendala yang lainnya adalah bahan baku yang harus impor sehingga harganya sangat fluktuatif karena harus dibeli dengan mata uang dolar. Apabila harga dolar melonjak seperti saat ini, sudah pasti harga bahan baku akan semakin mahal.

Well, sekarang saatnya Anda mengetahu simulasi keuntungan dari info peluang usaha terbaru yang satu ini dengan perhitungan untuk setiap 1 kg deterjen.

BAHAN BAKU :

  • Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) : 0,1 kg x Rp. 50.000,00 = Rp. 5.000,00
  • Ethylene Diamine Tetra Acetate/EDTA) : 0,1 x Rp. 50.000,- = Rp. 5.000,00
  • Sodium Sulfate : 0,75 x Rp. 2.000,00 = Rp. 1.500,00
  • Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) : 0,05 kg x Rp. 70.000,00 = Rp. 3.500,00
  • Total Biaya : Rp. 15.000,00

PACKING :

  • Kemasan + Ongkos Packing per Kg : Rp. 1.250,00

KEUNTUNGAN PER KG :

  • Harga Jual per kg : Rp. 18.000,00
  • Keuntungan : Rp. 18.000,00 – Rp. 15.000,00 – Rp.1.250,00 = Rp. 1.750,00

PENGELUARAN PER BULAN :

  • Sewa Bangunan Untuk Pabrik per Bulan : Rp. 3.000.000,00
  • Listrik, Air dan Telepon : Rp. 1.500.000,00
  • Karyawan Produksi 2 Orang @ Rp. 1.500.000,00 : Rp. 3.000.000,00
  • Karyawan Admin dan Keuangan 1 Orang : Rp. 1.750.000,00
  • Sewa Truk Plus Sopir dan Tenaga Angkut Untuk Kirim Deterjen : Rp. 1.750.000,00
  • Total Biaya Pengeluaran : Rp. 11.000.000,00

PENJUALAN PER BULAN :

  • 15 Agen x 1.000 Kg = 15.000 Kg

KEUNTUNGAN :

  • 15.000 Kg x Rp. 1.750,00 = Rp. 26.250.000,00
  • Rp. 26.250.000,00 – Rp. 11.000.000,00 = Rp. 15.250.000,00

Lumayan kan keuntungan dari usaha deterjen curah ini? Nah, jika Anda berminat menjalankan usaha deterjen curah ini jangan lupa, gali informasinya lebih lanjut. Walaupun terlihat menguntungkan, Anda tetap harus teliti dan detail dalam mempersiapkannya, karena info peluang usaha yang akan Anda jalani ini adalah bisnis produksi yang sarat dengan trial dan error, okay?

(sumber gambar artikel info peluang usaha terkini bisnis deterjen curah : www.amazine.co)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *