Contoh Usaha Modal Kecil : Bisnis Air Isi Ulang Galon Mineral


By on October 2, 2015
Contoh Usaha Modal Kecil Bisnis Air Isi Ulang Galon Mineral

Kalau yang Anda cari contoh usaha modal kecil yang paten punya, Anda bisa coba usaha yang satu ini, bisnis air isi ulang. Coba Anda lihat di sekeliling Anda… Mana keluarga yang tidak membeli air mineral dari toko kelontong, supermarket atau minimarket?

Hampir semuanya beli kan? Hanya satu dua keluarga saja yang memasak air sendiri. Bahkan anak kost pun menggunakan air galon yang mereka beli dari penjual air mineral terdekat. Alasannya sederhana saja… simpel dan praktis. Dah… itu thok.

Nah, kalau Anda jeli, ada satu ceruk pasar yang bisa Anda “sentuh” dari target market orang-orang yang suka membeli air galon ini. Siapa mereka? Yaitu orang-orang yang tidak suka memasak air tetapi ingin mendapatkan air galon dengan harga yang lebih murah.

Dan dengan perkembangan teknologi saat ini, hal itu bisa Anda penuhi dengan biaya yang cukup terjangkau. Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan mendirikan bisnis air isi ulang. Sebuah contoh usaha modal kecil yang layak untuk Anda jalankan. Kira-kira Anda tertarik tidak buat menjalankan contoh usaha modal kecil yang satu ini?

Belum ya? Kalau belum, coba saya beri inspirasi dari orang yang sudah menjalankan contoh usaha modal kecil yang satu ini ya… Siapa tahu Anda tertarik. Siapa dia? Beliau bernama mas Tri, seorang pengusaha yang juga mempunyai usaha kuliner warung makan. Ia menekuni bisnis air isi ulang ini bersama dengan adiknya dengan nama usaha “TOYAS”.

Dan ternyata “Toyas” ini mampu menghasilkan air mineral murni tanpa proses bio osmosis lho. Dalam sehari, mereka bisa menjual air isi ulang kurang lebih 50 hingga 60 galon dimana setiap 1 galonnya berisi 19 liter air mineral. Makanya tidak heran kalau mas Tri punya kapasitas drum penampungan air mineral ini hingga 6.000 liter.

Dan uniknya, beliau tidak kesulitan untuk mendapatkan sumber air mineral ini. Apa sebabnya? mas Tri bekerjasama dengan perusahaan swasta penyedia air bersih yang pengantarannya menggunakan truk tangki. Jadi ia hanya cukup memesan melalui telepon, air pun datang dengan sendirinya. Tidak terlalu rumit kan?

Sedangkan terkait modal usaha, mas Tri hanya mengeluarkan “simpanan uangnya” untuk sewa ruko, beli alat isi ulangnya serta tisu dan penutup galon air. Sedangkan untuk galonnya, mas Tri tidak menyediakan sepenuhnya.

Rata-rata para konsumennya lah yang menyediakan galon untuk diisi air mineral isi ulang milik mas Tri. Jadi mas Tri hanya membeli beberapa galon untuk cadangan apabila ada sewaktu-waktu galon milik konsumen tersebut rusak. Kira-kira menurut beliau, rincian bahan bakunya seperti yang Anda lihat di bawah ini :

  • Air Isi Ulang : Rp. 162.000,- per 6.000 liter
  • Tisu Basah : Rp. 60,- per pcs
  • Tutup Galon Air Mineral : Rp. 190,- per buah

Kemudian agar operasional bisnis air isi ulang miliknya bisa berjalan, mas Tri mempekerjakan 2 orang karyawan dengan jam kerja dibagi menjadi 2, shift pagi dan shit sore. Tugas mereka adalah mengecek ketersediaan air, memesan air ke pihak penyedia air minum, melayani konsumen, membersihkan galon, mengisi air mineral serta mengantar pesanan air galon ke rumah konsumen.

Mas Tri menggaji mereka sebesar Rp 750.000,- per bulan ditambah fee delivery sebesar 500 rupiah per galon. Jadi kurang lebih mas Tri mengeluarkan 2 juta rupiah untuk membiayai seluruh karyawan usaha beliau. “Oh… begitu ya kira-kira gambaran cara bisnis air isi ulang ini. Lalu gimana caranya menghasilkan air isi ulang tersebut agar layak untuk dijual ke masyarakat?”

Tidak terlalu rumit. Anda hanya perlu melakukan “rutinitas” berikut ini. Setelah air ditampung dalam drum penampungan, air tersebut Anda pompa menuju beberapa filter yang terpasang secara berurutan. Filter yang mempunyai pori-pori besar adalah filter yang pertama kali menyaring air dan filter yang berpori-pori paling kecil adalah filter yang terakhir menyaring air.

Isi dari filter-filter tersebut adalah serat karbon dan pasir laut atau kapur, karbon aktif, karbon blok dan foam. Setelah air mineral tersebut melewati filter, air mineral tersebut Anda tampung pada drum penampungan air matang yang nantinya siap untuk diberikan kepada konsumen.

So, langkah selanjutnya adalah Anda tinggal menunggu konsumen yang datang. Jika mereka sudah datang dan membawa galon, suruh karyawan Anda membersihkan galon menggunakan alat semprot yang sebelumnya sudah Anda pasang di etalase dengan air bersih yang Anda alirkan dari drum penampungan tadi. Simpel kan? 

Tetapi memang, kualitas dari produk air mineral “Toyas” sama dengan produk air mineral yang lain. Apa sebabnya? Karena pada dasarnya kualitas filter standar dan air yang digunakan sama antara satu perusahaan air mineral dengan perusahaan yang lain. Tentu hal positif yang bisa Anda ambil, jika mas Tri saja bisa, Anda yang ingin menjalankan contoh bisnis modal kecil yang satu ini seharusnya juga bisa.

Tetapi negatifnya, karena tidak ada perbedaan dari sisi produk, air galon menjadi produk komoditas. Biasanya kalau sebuah produk sudah menjadi komoditas, perang harga tidak dapat Anda hindari. Jadi jika Anda tidak ingin terlibat perang harga, yang harus Anda bedakan adalah pelayanan kepada konsumen serta service delivery-nya yang harus lebih baik dari usaha sejenis.

Hal itu harus Anda lakukan jika ternyata di lokasi yang akan Anda “bangun” contoh usaha modal kecil (usaha air minum galon) sudah ada kompetitor atau sudah ada “pendahulunya”. Lalu bagaimana kalau kompetitor tersebut belum ada? Tetap saja Anda harus “kuatkan” pelayanan serta jangkauan delivery-nya. Siapa tahu besok-besok ada followernya… Benar kan?

Oh iya… hampir lupa, masalah target market dari bisnis air isi ulang galon ini. Kalau menurut mas Tri, konsumen terbesar dari “Toyas” adalah mahasiswa dan pekerja yang tinggal di wilayah tersebut. Sisanya baru keluarga yang menetap atau tinggal dengan radius +/- 500 meter hingga 1 km. Harga per galonnya waktu itu adalah 4 ribu rupiah plus biaya delivery service sebesar 500 rupiah. Jadi totalnya adalah Rp. 4.500,-. Mungkin kalau “dikurs-kan” dengan harga sekarang menjadi 7 ribu rupiah per galonnya.

Hanya saja menurut mas Tri, jika Anda berniat menjalankan contoh usaha modal kecil ini, saat bulan puasa dan lebaran adalah saat-saat dimana Anda akan mengalami kendala dalam menjalankan bisnis isi air ulang ini. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air minum pada waktu-waktu tersebut membuat suplai air terhambat.

Okay, sekarang saatnya kita beranjak ke simulasi contoh usaha kecil bisnis isi air ulang mineral (usaha air minum galon) :

PENGELUARAN

Bahan Baku :

  • Pembelian air bersih : 28.500 liter x Rp. 27,- : Rp.769.500,-
  • Pembelian Tisu : 1.500 buah x Rp. 60,- : Rp. 90.000,-
  • Pembelian tutup galon : 1500 buah x Rp. 190,- : Rp. 285.000,-
  • Total bahan baku : Rp. 1.144.500,-

Tenaga Kerja :

  • Karyawan : 2 orang x Rp. 750.000,- : Rp. 1.500.000,-
  • Total karyawan : Rp. 1.500.000,-

Total Pengeluaran : Rp. 1.144.500,00 + Rp. 1.500.000,00 = Rp. 2.644.500,-

PENDAPATAN

  • Penjualan air Mineral : 1.500 galon x Rp.4.000,- : Rp. 6.000.000,-
  • Total Penjualan : Rp. 6.000.000,-

KEUNTUNGAN

  • Laba bersih : Rp. 6.000.000,00 – Rp. 2.644.500,00 = Rp. 3.355.500,-

Nah, berhubung simulasi contoh usaha modal kecil bisnis isi air ulang mineral sudah saya berikan kepada Anda, saatnya saya undur diri dulu ya. Semoga informasi di atas bermanfaat, selamat memulai usaha, optimis selalu dan jangan patah semangat…

(sumber gambar artikel bisnis aqua isi ulang, prospek bisnis air isi ulang, usaha air isi ulang : bogor.antaranews.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

3 Comments

  1. nanang kurniawan

    February 14, 2016 at 19:49

    Mas saya mau tanya harga mesin nya kok beberapa orang beda di tempat mas berapa

  2. Gwen

    February 26, 2016 at 00:01

    Stelah saya baca artikelnya kok sm skl nggak nyinggung mesin filternya, trs msesin filternya ikut siapangan…?????

  3. Februardi.

    September 7, 2016 at 13:33

    Kalau usaha mas tri disebut untung saya bingung karena banyak komponen yg belum masuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *