Agar Produk Laris, Baca Teori Tingkah Laku Konsumen yang Satu Ini


By on October 3, 2015
Agar Produk Laris, Baca Teori Tingkah Laku Konsumen yang Satu Ini

Sudah banyak orang yang mengupayakan segala kemampuannya untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya teori tingkah laku konsumen yang benar. Tujuannya hanya satu… agar produk laris.

Apakah Anda salah satu dari mereka? Kalau ya, maka Anda harus membaca artikel yang berkaitan dengan teori tingkah laku konsumen yang satu ini.

Karena dengan membaca teori tingkah laku konsumen ini, keinginan agar produk laris yang ada di dalam diri Anda segera terpenuhi. Sebentar… kok saja jadi serius gini sih? Kayaknya “bukan gue banget gitu loh”, ha..ha..ha..

Apa gara-gara mbahas bab pemasaran gaya saya jadi kayak dosen-dosen S2 ya? Wah, kalau begini nggak sesuai dengan “tagline” Dokter Bisnis [.] net dong… Ya udah, mari kita lanjutkan artikel tentang teori perilaku konsumen dan trik agar konsumen mau membeli tapi dengan bahasa yang “lebih kalem”…

Sampai dimana tadi? Sampai di teori tingkah laku konsumen dan trik agar produk laris ya? “He eh dok…”. Yup, okay… saya teruskan. Bai te wai, trik agar produk cepat laku yang satu ini saya dapat dari mentor sekaligus teman saya, pak Laksita Utama Suhud.

Kata beliau, salah satu teori tingkah laku konsumen yang paling penting yang harus Anda ketahui adalah mengetahui penyebab mengapa konsumen tidak mau membeli produk yang Anda tawarkan. Sepertinya kok sulit ya? Bisa ya, bisa tidak, tergantung… Begini penjelasannya, ada 4 hal paling mendasar yang membuat pasar enggan membeli dari bisnis Anda.

  1. Anda menawarkan sesuatu yang tidak mereka butuhkan.
    Satu hal terpenting yang menjadi pendorong utama pasar untuk membeli sebuah produk adalah KEBUTUHAN MEREKA terhadap produk tersebut. Semakin penting posisi produk bagi pasar, semakin mudah bagi pasar untuk memutuskan membeli produk. Contohnya bisnis yang saya tekuni, produsen dan toko mesin. Nah, kebetulan saya menjual mesin cup sealer. Di era PHK yang semakin menggila ini, banyak orang yang memutuskan untuk beralih menjadi pengusaha. Dan di era menjamurnya usaha minuman akhir-akhir ini, jelas mereka butuh mesin cup sealer. Dengan demikian, saya menjual barang yang dibutuhkan oleh mereka. So, bagaimana mungkin Anda bisa memaksa seseorang untuk membeli sebuah produk dari Anda jika mereka tidak membutuhkan? Paham kan?
  2. Anda tidak mempunyai penawaran yang lebih baik dari yang sudah biasa mereka dapatkan.
    Meskipun Anda sudah menjual produk yang mereka butuhkan, Anda harus tahu bahwa pasar selalu mencari NILAI LEBIH yang bisa mereka dapatkan dari setiap transaksi yang mereka lakukan. Bukan perkara yang gampang membuat pasar mau membeli dari Anda dan mereka meninggalkan pemasok mereka jika Anda tidak punya penawaran yang lebih menguntungkan dari mereka. Pasar yang akan berpaling untuk membelanjakan uangnya kepada Anda jika bisnis Anda bisa menyediakan kebutuhan mereka jika Anda lebih baik (Better), lebih cepat (Faster), lebih mudah (Easier) dan lebih mudah (Cheapear). Masih ingat artikel saya tentang cara marketing mix kan? Kalau lupa, baca dulu.
  3. Anda tidak menawarkan lebih banyak pilihan kepada mereka.
    Saat orang-orang mulai mendatangi bisnis Anda, mereka akan mulai membandingkan apakah Anda mempunyai “lebih banyak pilihan” atas kebutuhan mereka dibandingkan dengan pesaing Anda. Tentu saja mereka juga akan membandingkan apakah harga dan suasana di tempat Anda lebih baik daripada tempat yang biasa mereka datangi. Well, mereka adalah orang-orang sibuk. Semakin banyak Anda bisa menyediakan kebutuhan mereka dengan harga suasana dan pelayanan yang baik, mereka akan terus mendatangi Anda. Mau contoh? Di toko mesin saya, pilihan mesin serut es saya sediakan dengan berbagai macam “warna”. Mulai dari yang paling murah, hingga yang paling baik, mulai dari watt yang paling rendah, hingga putaran mesin yang paling lembut. Dan semuanya dijelaskan oleh marketing saya dengan penjelasan yang sangat detail, sangat sabar plus pelayanan yang ekstra ramah dengan harga yang sangat bersaing. Kira-kira menurut Anda saya bisa menjual mesin serut es saya kepada calon konsumen saya tersebut tidak?
  4. Anda tidak melayani mereka dengan baik.
    Sebentar, out of topic dulu dari topik “prilaku konsumen dan agar produk kita laku” ya. Anda tahu nggak gimana cara mudah mendatangkan konsumen ke bisnis Anda? Tidak tahu? Dengan iklan !! Iklan adalah taktik pemasaran yang paling mudah untuk mendatangkan konsumen. Bagaimana caranya? Anda bisa baca di sini dan di sini untuk detailnya. Well, balik lagi ke topik agar produk laris dan teori tingkah laku konsumen, begitu pasar mulai mendatangi bisnis Anda (*dan seperti yang saya sebutkan di atas tadi bahwa cara termudah mendatangkan konsumen adalah dengan beriklan), mereka umumnya akan segera menilai apakah pelayanan yang mereka terima membuat mereka nyaman atau tidak. Banyak kasus yang menunjukkan keengganan pembeli membelanjakan uang mereka dikarenakan mereka merasakan pelayanan yang tidak nyaman dari pemilik atau customer service atau sales dari bisnis yang bersangkutan. Contohnya teman saya, om Aris. Beliau segera mengurungkan niatnya untuk membeli sebuah kursi rotan gara-gara pemilik bisnisnya keluar sambil merokok, tidak menjawab pertanyaannya dengan baik, bersikap ketus dan langsung masuk saat om Aris memutuskan untuk melihat-lihat produk miliknya.

Nah, 4 hal di atas lah salah satu penentu apakah produk Anda bisa terjual dengan cepat atau tidak. Jadi sekarang kalau Anda punya problem dengan penjualan Anda, coba baca dan pahami keempat teori tingkah laku konsumen di atas. Kemudian jawab setiap poin di atas dengan jawaban yang jujur. Jika sudah, cobalah lagi untuk mendatangkan konsumen sebanyak-banyak. Dengan ijin  Allah, keinginan agar produk laris insyaa Allah akan terpenuhi. Selamat pagi, selamat beraktifitas…

(sumber gambar artikel pengertian perilaku konsumen, cara agar produk laku di pasaran, strategi agar produk laku di pasaran : www.123rf.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. Syahri fitria

    August 23, 2016 at 16:31

    Gimana caranya ka biar produk kita laris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *