Peluang Usaha di Desa? Coba Saja Bisnis Telur Asin Bebek… Renyah Oii !!


By on October 4, 2015
Peluang Usaha di Desa? Coba Saja Bisnis Telur Asin Bebek... Renyah Oii !!

Dulu setiap saya pulang dari survei, seringkali saya menjumpai bebek yang sedang antri berbaris di jalanan. Ternyata sekarang saat saya ingin update artikel bisnis, saya ketemu lagi dengan dunia per-bebek-an.

Bedanya kalau dulu bebek beneran, kalau sekarang bisnis telur asin bebek, sebuah peluang usaha di desa modal kecil ya oke punya. Cocok kan dibuat tema artikel kali ini? Kan di desa banyak orang pelihara bebek? Jarang-jarang lho kita membahas peluang usaha di desa.

Kebanyakan di kotaaa melulu. Bisnis laundry? Sering-seringnya di kota. Usaha fotografi makanan? Juga di kota. Nggak adil rasanya kalau semua pembahasannya di kota. Sekali-kali kita bahas peluang usaha di desa nggak papa kan? Sepertinya Anda tidak protes… (*mau protes gimana, wong nggak ada sarana buat protes dok… sodrun, wkwkwkwkkw).

Wokeh, mari kita bahas peluang usaha di desa bisnis telur asin bebek. Siapa sekarang yang mau kita jadikan “role model? Saya punya… saudara Her Sapto Priyon. Beliau biasa dipanggil dengan sebutan mas Aan. Dan ternyata mas Aan sudah memulai bisnis telur bebek asin ini sejak tahun 2006. Cukup lama kan?

Hampir sebagian besar telur asin produksinya beliau lempar ke Jakarta. “Kok dilempar ke Jakarta sih dok? Ada apa dengan Jakarta?”… Ada “story-nya” sendiri ternyata. Dulu sebelum mas Aan memutuskan untuk terjun di bisnis telur asin bebek, beliau merasakan bahwa telur asin yang dijual di Jakarta rasanya tidak enak.

Beliau cari kesana kemari, tetap saja tidak menemukan telur asin yang enak. Akhirnya dari situlah timbul keinginannya untuk mencoba terjun di bisnis telur asin bebek. Mas Aan memutuskan untuk membawa 100 butir sampel telur bebek asin ke beberapa warung di Jakarta.

Hasilnya tidak mengecewakan. Semua terjual habis. Bahkan sekarang ia mampu “melempar” 2.000 butir telur asin bebek per pengiriman. Not bad… Luar biasanya lagi, telur asin milik mas Aan sudah punya brand atau merek bisnis tersendiri… “Laris Quna” namanya. Merk tersebut beliau pasang di setiap cangkang telur asin hasil dari produksinya.

Dan meskipun di Jakarta telur asin banyak kompetitornya, namun telur asin “Laris Quna” milik mas Aan tetap bisa “berjaya”. Apa pasalnya? Sederhana… telur asin bebek “Laris Quna” mempunyai rasa yang pas, tidak begitu asin dan juga masir. Dan produk ini bisa ia “ciptakan” berkat pengamatannya berulang-ulang terhadap telur asin yang beredar di Jakarta. Akhirnya ia bisa menemukan seperti apa telur asin yang disukai warga Jakarta.

Eniwei, sebenarnya apa sih tujuan mas Aan menggunakan merek untuk telur asinnya? Bukannya terlalu berlebihan? Tentu tidak !! Brand adalah tujuan akhir dari strategi pemasaran. Dan brand itu dibangun dalam waktu yang cukup lama. Tetapi berita baiknya, begitu brand sebuah produk sudah “jadi”, konsumen tidak akan pernah lari dari produk tersebut.

Itulah tujuan utama mas Aan, agar brand telur asinnya miliknya bisa selalu melekat di hati konsumen. Selain untuk branding, tujuan mas Aan memberikan nama pada telur asinnya adalah agar telur asinnya tidak bisa dipalsukan. Karena ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa di pasaran banyak telur asin yang tetap dijual walaupun dalam keadaan busuk.

Eh ngomong-ngomong, gimana ceritanya ya mas Aan bisa mengirim telur asinnya ke Jakarta? Kan ongkos kirim barang ke Jakarta bisa dibilang tidak murah… Usut punya usut ternyata mas Aan menitipkan telur asinnya ke sopir truk yang sedang melakukan perjalanan ke Jakarta. “Lho… apa nggak riskan tuh? Ntar kalau dilari-in gimana?”.

Nah mungkin ini salah satu “rejeki” tersendiri buat mas Aan. Secara tidak sengaja, ia pernah “mengembara” di kota Jakarta selama puluhan tahun. Dengan pengalaman tersebut, akhirnya beliau kenal dengan beberapa sopir truk yang bisa ia ajak kerjasama.

Jadi pendek kata ia tinggal menghubungi “kawan lamanya” tersebut. Begitu mereka datang langsung buzzzzz… telor asin buatannya siap “terbang” ke Jakarta. Dan pengiriman tersebut dilakukan 2 kali dalam 1 minggu.

Well, ternyata mas Aan adalah tipe pengusaha yang baik hatinya. Ia mau meng-sharing resep tentang bagaimana cara membuat telur asin bebek. Anda penasaran seperti apa cara membuat telur asin? Monggo silahkan Anda baca cara membuat telur asin masir berikut ini :

BAHAN :

  • Telur bebek dengan mutu terbaik 30 butir.
  • Abu gosok atau bubuk batu bata merah sebanyak 1 ½ liter.
  • Garam dapur sebanyak ½ kg.
  • Larutan daun teh (bila perlu) sebanyak 50 gram teh per 3 liter air.
  • Air bersih secukupnya.

ALAT :

  • Ember plastik.
  • Kuali tanah atau panci.
  • Kompor atau alat pemanas.
  • Alat pengaduk.
  • Stoples atau alat penyimpan telur.

CARA PEMBUATAN :

  1. Pilih telur bebek yang mutunya baik, biasanya ditandai dengan telur yang tidak retak atau busuk;
  2. Bersihkan telur bebek dengan cara Anda cuci atau Anda lap dengan menggunakan air hangat. Setelah itu keringkan. 
  3. Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya bisa terbuka;
  4. Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam dengan perbandingan sama (1:1). Anda juga bisa membuat adonan telur asin yang terdiri dari campuran bubuk bata merah dengan garam;
  5. Tambahkan sedikit air ke dalam adonan tersebut kemudian aduk hingga adonan berbentuk pasta;
  6. Bungkus telur dengan adonan yang sudah jadi tersebut satu persatu secara merata di sekeliling permukaan telur dengan tebal kira-kira sebesar 1 – 2 mm;
  7. Simpan telur yang sudah terbungkus dengan adonan tersebut ke dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 hingga 20 hari di tempat yang bersih dan terbuka. Usahakan telur asin yang Anda simpan tadi tidak pecah;
  8. Setelah telur asin tersebut Anda simpan 15 – 20 hari, ambil telur tersebut dan bersihkan dari adonan.
  9. Setelah itu, rendam telur asin yang sudah bersih tadi ke dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu).

“Oh… jadi begitu ya cara pembuatannya. Saya paham. Cuman masalahnya sekarang, ini kan peluang usaha di desa kecil. Bagaimana cara pemasarannya jika saya tidak punya koneksi di Jakarta?”. Pertanyaan yang bagus… feri gut kuesien !! Pemasaran telur asin bebek tidak mesti harus ke Jakarta. Ada banyak kota besar di Indonesia yang membutuhkan telur asin.

Anda bisa menjual sendiri telur asin buatan Anda atau menggunakan jasa agen penjualan untuk membantu meledakkan omset penjualan Anda. Jika Anda menjual sendiri, target market Anda adalah konsumen end user atau rumah-rumah makan serta perkantoran. Biar lebih jelasnya, Anda bisa melihat pola pemasaran telur asin di bawah ini :

  1. Anda menjual langsung produk Anda ke pasar-pasar setempat.
    Jika Anda menggunakan pola ini, maka jangkauan daerah pemasaran hanya berkisar pada pasar-pasar yang terdapat pada setiap kabupaten yang dekat dengan lokasi Anda. Misalkan untuk kalau Anda tinggal di Jogjakarta, Anda bisa memasarkan telur asin Anda ke pasar Demangan, pasar Beringharjo, pasar Setan dan pasar-pasar lainnya.
  2. Anda memperkerjakan tenaga penjual di kota-kota besar.
    Untuk pola yang satu ini, kemungkinan Anda mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar dengan harga yang cukup baik sangat tinggi. Para sales atau tenaga penjual tersebut akan menjual telur asin ke rumah-rumah makan atau konsumen secara langsung. Kota yang menjadi daerah pemasaran utama Anda adalah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan sebagainya. Memang terkesan agak ribet. Tapi hasil yang Anda dapatkan berbanding lurus dengan tingkat kerumitannya. Anda bisa menggunakan koran setempat untuk merekrut tenaga penjual tersebut.
  3. Anda bekerja sama dengan agen-agen yang mau menampung produk Anda.
    Di sini, Anda bisa langsung menawarkan telur asin Anda ke agen-agen penjual telur asin yang berada dari luar daerah Anda. Nantinya, agen tersebut lah yang akan memasok telur asin buatan Anda ke restoran, perkantoran, toko kelotong dan sebagainya.

Wokeh… sepertinya sudah lengkap penjelasan saya mengenai peluang usaha di desa yang menjanjikan terkait bisnis telur asin bebek ini. Sekarang seperti biasa, kita masuk ke bagian akhir dari pembahasan peluang usaha di desa dengan modal kecil yang satu ini, yaitu simulasi keuntungan usaha telur asin bebek.

Simulasi Keuntungan Peluang Usaha di Desa
Bisnis Telur Asin Bebek Untuk Satu Siklus Produksi

PEMASUKAN

  • 2.000 telur x Rp. 1.800,00 = Rp. 3.600.000,-

PENGELUARAN

  • Telur Bebek : 2.000 telur x Rp 1.200,- = Rp 2.400.000,-
  • Adonan : Rp. 200.000,-
  • Bahan Bakar : Rp. 100.000,-
  • Tenaga per Hari : 2 orang x 1 hari x Rp. 75.000,- = Rp. 150.000,-
  • Pengiriman : Rp. 250.000,-
  • Total pengeluaran : Rp 3.100.000,-

KEUNTUNGAN

  • Rp 3.600.000,00 – Rp 3.100.000,00 = Rp. 500.000,

Lumayan kan hasilnya? Jika Anda mampu mengirim 2 kali dalam seminggu seperti apa yang dilakukan oleh mas Aan, berarti Anda punya potensi penghasilan hingga 4 juta rupiah per bulan. Saya pikir dengan hasil di atas, peluang usaha di desa yang satu ini layak untuk Anda jalankan. Sekarang bagaimana? Anda tertarik untuk menjalankan bisnis telur asin bebek ini? Jika ya, monggo… laksanakan secepatnya, he..he..he..

(sumber gambar artikel usaha telur asin sukses, peluang usaha di desa terpencil, peluang usaha di desa berkembang : www.goingwithmygut.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *