Cara Mencari Modal Usaha Tanpa Menggunakan Bank

By on October 5, 2015
Cara Mencari Modal Usaha Tanpa Menggunakan Bank

Di artikel cara merintis sebuah bisnis seri 1 – 5, saya pernah menyinggung tentang bagaimana cara mencari modal usaha untuk memulai membangun sebuah bisnis baru.

Di situ saya jelaskan bahwa Anda harus mencari pendapatan harian, pendapatan mingguan, pendapatan bulanan serta pendapatan tahunan.

Kemudian pasti Anda punya uneg-uneg di pikiran Anda yang kira-kira “bunyinya” seperti ini, “Lalu bagaimana jika bisnis saya sudah berjalan ya?

Dari mana saya bisa mendapatkan tambahan modal usaha? Kira-kria ada nggak ya bantuan modal usaha gratis?”. Benar seperti itu uneg-uneg Anda?

Kalau ya, exatcly… Sebuah pertanyaan yang tepat sekali. Memang benar, di saat Anda sudah mulai fokus membangun bisnis sendiri, otomatis dana Anda akan “tersedot” di sana. Belum lagi waktu Anda yang 80% habis untuk membangun bisnis Anda tersebut.

Anda akan kesusahan untuk mencari pendapatan tahunan yang notabene akan Anda jadikan sebagai modal usaha Anda (*walaupun sebenarnya tetap bisa, asalkan Anda punya time management yang bagus). So, solusinya adalah Anda menggunakan cara mendapatkan modal usaha versi pak Laks. Beliau menganjurkan Anda untuk membentuk “siklus pendanaan bisnis” seperti di bawah ini :

Cara mencari modal usaha #1 : Menggunakan modal Anda sendiri untuk membuat bisnis tersebut berjalan sambil mencari dan mengembangkan pasar.

Masih ingat artikel yang tentang memulai usaha sendiri bagian mengumpulkan uang hingga jumlah tertentu? Nah, sekarang saatnya Anda investasikan tabungan Anda untuk membangun pasar. Cari tahu apa yang mereka butuhkan dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kemudian cari pemasok yang bisa membantu Anda guna memenuhi kebetuhan tersebut serta jangan membelajakan dana Anda untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan penjualan. Contohnya Anda pesan neon box yang “wow” punya, beli AC untuk toko Anda atau beli furniture kantor yang mahal harganya. Ingat, fresh money lebih berharga daripada itu semua.

Cara mencari modal usaha #2 : Menggunakan pinjaman dari orang-orang yang Anda kenal.

Setelah pasar mulai merespon dan pesanan sudah mulai berdatangan, lama kelamaan Anda pasti butuh suntikan dana bukan? Jelas lah… saya pun pernah mengalami demikian. Nah, cara tercepat memperoleh dana segar adalah meminjam dari keluarga atau rekan-rekan Anda.

“Walah dok… minjam ke saudara itu susah. Ada cara lain nggak?”. Ada… dengan meminjam ke orang kaya di kota besar di dekat Anda. Mau? Pasti lebih susah kan? Percayalah, jauh lebih mudah buat Anda untuk meyakinkan kerabat atau teman Anda daripada orang lain yang tidak Anda kenal. Dan sekali lagi saya tekankan, uang itu harus Anda gunakan untuk membiayai pesanan Anda.

Bukan untuk investasi perlengkapan seperti kursi dan meja. Apalagi buat beli gadget terbaru seperti smartphone dan notebook atau PC. Tidak peduli segenting apa alasan Anda buat membeli barang selain pesanan konsumen, never do that !! Hanya saja, kembalikan uang teman atau kerabat Anda secepatnya. Jangan rusak persaudaraan Anda hanya gara-gara masalah uang. Repot ntar…

Cara mencari modal usaha #3 : Menggunakan uang pelanggan sebagai modal.

“Wooohhh… apa maksudnya dengan menggunakan uang pelanggan sebagai modal dok? Aneh…”. Wah, pasti Anda belum pernah mengalaminya ya? Ck..ck..ck.. Jangan-jangan Anda nggak sadar kalau sudah menggunakannya? Belum mudeng juga? Wkwkwkwkwk… Saya terangkan.

Maksudnya begini, dengan menggunakan uang pinjaman dari kerabat atau rekan Anda tadi, lama-kelamaan kan bisnis Anda berkembang. Benar kan? Kalau berkembang, pastinya pelanggan Anda akan bertambah. Dengan menjual produk atau jasa ke pelanggan Anda, Anda mesti dapat keuntungan kan? Masak iya Anda jual rugi? Nggak mungkin lah !!


So, pelanggan Anda secara tidak langsung sudah membantu bisnis Anda tumbuh dan menghasilkan pemasukan lebih banyak dibandingkan dengan pengeluaran rutin Anda. Jadi secara tidak langsung juga Anda mempunya “tambahan modal” dari “setoran” para pelanggan Anda. Benar tidak?

Nah, step selanjutnya adalah sisihkan modal dari “uang pelanggan” Anda tadi (baca : keuntungan) untuk melakukan riset pasar lagi guna mencari produk-produk lain yang dibutuhkan pasar. Jadi bisnis Anda makin besaarrrrr dari uang pelanggan Anda. Sayangnya, pada fase ini, banyak para pengusaha pemula yang “kaget”. Ia merasa sudah sukses.

Akhirnya “uang pelanggan” tersebut ia pakai buat foya-foya. Kredit mobil, kredit moge, kredit rumah sampai kredit istri baru. Bubar nantinya !! Ingatlah selalu pesan Warren Buffet, “jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yang kau miliki…”, okay?

Cara mencari modal usaha #4 : Menggunakan uang pemasok sebagai modal.

Usaha yang mulai membesar akan mengundang perhatian para supplier untuk berlomba-lomba memberikan kredit bagi Anda. “Yang bener dok?”… Iya !! Saya sendiri mengalami. Tadinya hanya punya satu dua supplier. Sekarang? Wow !! Surat tawaran untuk menjadi pemasok ke toko mesin saya pada datang bersliweran, wkwkwkkwkwkw…

Dan berita baiknya, beberapa di antaranya mau menjual produknya kepada saya dengan sistem kredit. Artinya saya bisa “ngutang” ke supplier saya. Dan jika Anda beruntung, para pemasok Anda akan menawarkan kepada Anda model kerjasama consignment (konsinyasi). Jadi nantinya Anda hanya perlu membayar barang yang terjual. Enak kan? Modalnya full dari pemasok Anda.

Si pemasok akan berpikir bahwa Anda merupakan saluran penjualan rutin bagi mereka. Konsumen Anda adalah konsumen mereka juga. Ini yang dinamakan kredit tanpa bunga tanpa agunan atau sebuah pinjaman modal usaha tanpa agunan dari pemasok Anda. Konsumen Anda lah yang sebenarnya menjadi “agunan” mereka, ha..ha..ha..

Cara mencari modal usaha #5 : Menggunakan uang orang lain sebagai modal.

Di poin kedua, saya mengatakan bahwa sulit untuk meminjam uang dari orang lain kan? Nah… hal itu bisa menjadi mudah jika siklus pendanaan Anda sudah mencapai tahap terakhir, yaitu tahap kelima. Mengapa bisa demikian? Gampang saja… Bisnis Anda sudah berjalan, berprospek, menguntungkan dan terlihat “besar” !!

Jika bisnis Anda menguntungkan, tidak hanya supplier yang tertarik bekerjasama dengan Anda. Orang lain pun akan tertarik untuk menanamkan modalnya ke bisnis Anda. Di sini lah Anda sudah bisa menggunakan uang orang lain sebagai modal usaha Anda.

Dan jangan Anda kira kalau orang lain yang biasa disebut investor, bahkan angel investor, sedikit jumlahnya. Mereka bertebaran !! Tinggal Anda bisa menemukan mereka atau tidak. Tetapi jika bisnis Anda sudah sampai pada siklus pendanaan di tahap ini, biasanya Anda yang akan “dicari” oleh mereka, he..he..he..

Well, sekarang pastinya Anda sudah paham dengan siklus pendanaan bisnis di atas. Mulai dari Anda pakai modal dari tabungan Anda, beranjak ke Anda pinjam uang dari rekan dan kerabat Anda, lalu Anda gunakan uang pelanggan sebagai modal Anda, kemudian Anda menggunakan modal dari supplier Anda dan yang terakhir Anda memakai modal dari para investor untuk membiayai bisnis Anda.

Hmmmm… sepertinya dengan penjelasan di atas mengenai cara mencari modal usaha gratis tanpa menggunakan bank, cukup sudah pembahasan kali ini. Thanks buat pak Laksita yang sudah menginspirasi saya sehingga saya bisa membagikan beberapa ilmu pak Laks ke teman-teman pembaca setia Dokter Bisnis ini.


Okay begitu saja dari saya, bagi Anda yang butuh modal usaha tanpa jaminan, cobalah 5 langkag di atas. Semoga dengan menerapkan cara mencari modal usaha tanpa jaminan di atas, Anda bisa berhasil mengembangkan bisnis Anda. Selamat malam, sukses buat Anda !!

(sumber gambar artikel cari modal usaha tanpa jaminan, bantuan modal usaha, butuh modal usaha : www.anneahira.com)

Artikel Sebelumnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. Bedi

    November 20, 2015 at 13:00

    Terima kasih atas sarannya. sangat bagus. semoga saya bisa melakukannya karena saat ini saya sedang mencari sumber dana untuk mengembangkan usaha saya.

  2. fatkul anam

    May 7, 2016 at 17:06

    sangat menginspirasi,,good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *