Krisis Finansial Indonesia : Penyebab dan Solusinya Ada di Sini (Seri 4)


By on October 18, 2015
Krisis Finansial Indonesia : Penyebab dan Solusinya Ada di Sini (Seri 4)

Wokeh… sampai juga kita di penghujung pembahasan tentang krisis finansial Indonesia. Tak terasa sudah menginjak seri keempat, seri penutup yang akan menyudahi bab yang satu ini.

Hmmm… muncul lagi “penyakit kambuhan” ane. Bingung dengan kata pembukanya !! Om dan tante tahu kenapa di setiap artikel berseri, ane selalu kebingungan bikin kalimat pembuka?

Itu gara-gara gambar yang ada di samping ini besar kali… Jadi kalau nggak punya kalimat pembuka yang pas, bentuk tulisannya jadi nabrak sana nabrak sini, wkwkwkwkwk…

Ra mutu blas alasannya ya, ho..ho..ho.. Emang, ha..ha..ha.. Stop !! Sudah cukup kalimat pembukanya. Sekarang mari om dan tante simak lagi pembahasan terakhir mengenai krisis finansial Indonesia…

Yang kelima : terbiasa “mengganti” uang dengan aset ang likuiditasnya tinggi atau hal yang semisalnya sehingga tidak terpuruk saat krisis finansial terjadi.

Om dan tante tahu maksud dari likuiditas tinggi? Kalau belum saya jelaskan dengan bahasa yang paling mudah untuk dipahami. Likuiditas tinggi adalah aset yang mudah untuk Anda cairkan atau Anda uangkan. Contohnya om dan tante beli emas batangan dari Antam punya.

Emas mudah untuk diuangkan, benar kan? Beda dengan tanah atau properti. Om dan tante butuh waktu untuk menguangkannya, benar tidak? “Wooo… tau saya dok. Mudah kalau itu. Nggak perlu jadi pengusaha atau investor saja saya bisa.” Eits… entar dulu. Siapa bilang mudah?

Untuk poin yang kelima ini, mudah untuk om dan tante ucapkan, sulit untuk om dan tante praktekkan. Apa alasannya? Om dan tante tidak punya basic entrepreneurship… dasar-dasar bisnis dan investasi. 

Di antara dasar-dasar entrepreneurship yang paling utama adalah masalah mental usaha. Om dan tante tidak akan punya mental usaha yang tangguh dalam hal yang ane sebutkan di atas jika om dan tante sekali lagi, tidak terbiasa di dunia bisnis dan investasi… Ane agak sulit menjelaskannya karena masalah mental ini urusannya dengan praktek.

Contohnya begini nih… om dan tante dapat uang 15 juta rupiah dari gaji bulanan. Setelah dikurangi pengeluaran bulanan, om dan tante punya uang 5 juta rupiah. Well, saat uang 5 juta rupiah mau om dan tante belanjakan buat beli emas batangan misalnya, tiba-tiba terlintas pikiran negatif di benak om dan tante.

“Nanti kalau harga emasnya turun gimana? Nanti kalau jualnya susah gimana? Wah, mending aku tabung aja ke bank… kan kalau butuh duit nggak perlu susah-suah jual… tinggal ambil di ATM saja.”… Atau om dan tante punya pikiran seperti ini, “Waduh, kredit motor matic Hond* terbaru murah. Beli ah !! Mumpung ada sisa uang belanja…”.

Atau seperti ini, “Cincin emas mata berliannya bagus pah… beli yuk. Kan bisa dijual lagi walaupun lebih murah.”… Parah kan? Dan mental yang seperti ini yang membuat om dan tante tidak bisa terhindar dari badai krisis finansial Indonesia. Paham kan maksud ane?

Padahal jika om dan tante terbiasa menyisihkan sebagian uang cash yang om dan tante dapatkan untuk membeli aset-aset yang semisal dengan ini, om dan tante tetap bisa mempertahankan keuangan om dan tante di saat krisis finansial di Indonesia terjadi.

Emas, adalah salah satu komoditas yang jarang sekali turun harganya. Misalnya pun turun, itu hanya sementara. Nanti ujung-ujungnya naik lagi. Beda dengan nilai mata uang kita. Dari tahun ke tahun turuuunnnn terus nilainya akibat inflasi. Sedih jadinya ane, wkwkwkwkkwk… Dan masih banyak aset-aset lain yang senada dengan emas. Om dan tante harus cari tahu itu !!

Yang keenam : punya harta yang paling berharga yang tidak bisa “hancur” di hantam badai krisis finansial.

Nah, dari sekian argumen ane tentang mengapa penjadi seorang pebisnis dan investor adalah cara untuk mengatasi dampak dari krisis finansial menimpa negara kita yang tercinta ini, hal yang satu ini adalah hal yang terpenting. Apa itu? Om dan tante punya “harta yang tidak bisa dihancurkan” oleh badai krisis finansial… yakni KECERDASAN FINANSIAL !!

Apa maksudnya? Begini… saat om dan tante memutuskan untuk terjun menggeluti dunia bisnis dan investasi, om dan tante akan mengalami proses yang cukup berat dengan waktu yang cukup panjang. Tetapi lama kelamaan, keahlian om dan tante akan bertambah dari hari ke hari. Mental om dan tante juga akan meningkat.

Kemudian berita baiknya lagi, pikiran om dan tante perlahan-lahan mulai terbiasa untuk berpikir satu langkah lebih maju dari kebanyakan orang. Om dan tante bisa tahu hal-hal yang tadinya “tersembunyi” bagi kebanyakan orang. Om dan tante bisa melihat “apa yang tidak dilihat oleh orang lain”, seperti apa penyebab krisis finansial Indonesia dan bagaimana cara mengatasinya.

Nah, semua hal itu… keahlian, mental, pikiran dan yang semisalnya, lama-lama mengkristal menjadi sebuah KECERDASAN FINANSIAL… sebuah aset yang tidak akan pernah hancur dihantam oleh badai krisis finansial berapapun seringnya. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante tahu cara mengatur keuangan. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante tahu kapan krisis finansial akan datang.

Dengan kecerdasan finansial, om dan tante tidak terlilit dengan hutang. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante punya aset likuid yang bisa dicairkan kapanpun juga. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante bisa membangun bisnis yang sukses yang bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante bisa berinvestasi dimana saja.

Dengan kecerdasan finansial, om dan tante tidak lagi perlu bekerja seumur hidup dan mulai bisa memikirkan hal-hal penting lainnya yang tidak dipikirkan oleh kebanyakan orang. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante tidak terhanyut oleh arus “kebangkrutan” yang bisa menghanyutkan kebanyakan orang. Dengan kecerdasan finansial, om dan tante mampu mempunyai “bunker” untuk berlindung dari badai krisis finansial hingga krisis finansial tersebut berakhir.

Dengan kecerdasan finansial, om dan tante tidak terjebak di investasi “monkey business” seperti bisnis batu akik, bisnis anthurium, bisnis saham bodong dan investasi-investasi “irrational exuberance” yang semisalnya. Dan yang paling penting dari itu semua, dengan kecerdasan finansial, om dan tante BISA BANGKIT dari KEGAGALAN FINANSIAL.

Mengapa bisa demikian? Karena om dan tante punya ilmunya… om dan tante punya kecerdasan finansial yang nilainya tiada tara. Kalaupun om dan tante harus bangkrut karena dahsyatnya krisis finansial yang terjadi, kecerdasan finansial om dan tante akan menggiring om dan tante kembali untuk bangkit lagi dari kegagalan finansial yang om dan tante alami.

Ibarat om dan tante sedang memancing, yang om dan tante punyai adalah kailnya… bukan ikannya. Jadi jika om dan tante kehilangan ikannya, om dan tante bisa mendapatkannnya lagi karena om dan tante punya kailnya. Ini yang paling dahsyat yang akan om dan tante punyai jika om dan tante mau belajar menjadi seorang pebisnis dan investor… KECERDASAN FINANSIAL.

Dan ini yang akan menjawab pertanyaan om dan tante jika om dan tante bertanya, “Lho dok… bukannya banyak juga pebisnis dan investor yang bangkrut akibat krisis finansial?”. Dengan kecerdasan finansial mereka, dalam hitungan yang cepat, mereka bisa balik lagi ke kondisi dimana finansial mereka kembali normal, insyaa Allah…

Kecerdasan finansial tidak pernah bangkrut. Kecerdasan finansial tidak pernah hilang. Kecerdasan finansial tidak pernah hancur. Kecerdasan finansial tidak pernah musnah. Ia tetap MELEKAT PADA DIRI om dan tante kemanapun om dan tante bergerak hingga ajal menjemput om dan tante.

Wokeh, begitu saja penjelasan ane tentang ” Krisis Finansial Indonesia : Penyebab dan Solusinya Ada di Sini “, semoga om dan tante bisa melek finansial, punya kecerdasan finansial yang matang, bisa bertahan di jaman yang edan yang penuh dengan intrik ini dan om dan tante tidak “diperbudak” oleh siapapun mereka dan apapun bentuknya… Salam sukses !!

(sumber gambar artikel krisis finansial Indonesia, krisis finansial 2008 indonesia : www.telegraph.co.uk)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *