6 Sistem Upah di Indonesia yang Harus Anda Tahu (Bagian 1)


By on October 19, 2015
6 Sistem Upah di Indonesia yang Harus Anda Tahu (Bagian 1)

Masih membahas tema yang berkaitan dengan manajemen… Sistem upah di Indonesia itu ada beragam. Tetapi yang paling mashyur ada 6 cara atau 6 metode.

Anda selaku pemilik perusahaan, bebas menentukan sistem upah mana yang paling cocok bagi karyawan Anda. Dan masing-masingnya bisa berbeda.

Terkadang untuk karyawan penjualan Anda menggunakan sistem upah komisi, tetapi bisa juga untuk office boy Anda menggunakan sistem upah gaji. Tergantung… mana yang cocok.

Nah, supaya Anda bisa lebih memahami sistem upah di Indonesia, Anda bisa membaca metode-metode pengupahan yang biasa dilakukan berikut ini :

Sistem Upah di Indonesia #1 : Upah Langsung (Straight Salary)

Upah langsung adalah sistem upah yang paling sederhana. Umumnya upah langsung berbentuk sejumlah uang yang Anda bayarkan atas dasar satuan waktu tertentu. Satuan waktu tersebut bisa harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. Tetapi yang perlu Anda ketahui, penggunaan sistem upah langsung ini belum mencakup upah lembur. Jadi tidak bisa Anda satukan. Contohnya misalnya Anda punya usaha bis beton, Anda mengupah mereka dengan upah langsung harian.

Sistem Upah di Indonesia #2 : Gaji (Wage) 

Gaji berbeda dengan upah langsung. Jadi pengertian gaji dan upah langsung berbeda. Sistem gaji adalah metode yang didasarkan atas waktu atau lamanya mengerjakan suatu pekerjaan. Bisa juga Anda hitung menggunakan jam, atau yang biasa disebut upah per jam. Tetapi hal tersebut dilakukan tanpa melihat kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Anda bingung nggak?

Let me show you an example… Misal Anda punya karyawan gudang yang biasa mengerjakan packing kayu. Ia biasa bekerja selama 8 jam per hari. Gajinya 1 juta rupiah per bulan. Masuk jam 8 pagi pulang jam 4 sore. Mau karyawan Anda menghasilkan packing kayu per harinya 10 buah, 8 buah atau 12 buah, ia tetap saja digaji 1 juta rupiah. Mau hasilnya agak “mleyot” sedikit atau rapi, tetap saja ia digaji 1 juta rupiah. Paham kan?

Nah, kalau mereka kerja lebih dari jumlah jam yang Anda tentukan, Anda harus memberikannya upah lembur. Dasar aturannya adalah kelebihan jam kerja buruh di atas jam kerja normal mereka. Sebagai pandangan, umumnya perusahaan yang menggunakan sistem gaji mempekerjakan karyawannya selama 8 jam sehari dan 40 jam seminggu.

Biasanya yang menggunakan sistem gaji ini adalah perusahaan yang tidak mementingkan kuantitas. Mereka lebih mementingkan kualitas, walaupun di atas sempat saya singgung tentang masalah “mleyok” pun tidak masalah, wkwkwkwkkw… Contohnya perusahaan ang bergerak di bidang finishing mebel. Mereka menggunakan sistem upah gaji.

Sistem Upah di Indonesia #3 : Upah Satuan (Piece Work)

Sistem upah di Indonesia yang selanjutnya adalah sistem upah satuan. Pengertian upah satuan adalah upah yang dibayarkan kepada karyawan Anda sejumpah produk yang mereka hasilkan. Kalau manajemen perusahaan Anda menggunakan sistem upah yang satu ini, Anda biasanya diharuskan untuk menjamin adanya upah minimun.

Hanya saja upah satuan ini punya kelemahan. Ia bisa mendorong karyawan Anda untuk membuat barang dalam jumlah yang banyak tetapi kualitasnya rendah. “Lha kok bisa om?”… Ya bisa. Mereka mengejar jumlah yang banyak karena berharap mendapat upah yang banyak yang akhirnya menyebabkan kualitas barang yang mereka produksi jelek karena terburu-buru.

Sistem Upah di Indonesia #4 : Komisi

Sistem pengupahan komisi merupakan sistem pembayaran yang berbentuk sejumlah uang yang dibayarkan untuk setiap unit barang yang terjual. Biasanya didasarkan atas presentase dari harga jual. Sistem pengupahan yang satu ini juga lebih diperuntukkan ke penjualan unit, bukan unit yang dapat diproduksi.

Jadi kalau Anda punya salesman, jelas… sistem komisi bisa Anda terapkan untuk sales Anda tersebut. Tetapi kalau Anda mempunyai karyawan produksi jelas… Anda tidak bisa menerapkan sistem upah yang satu ini. Anda harus menggunakan sistem upah satuan atau sistem gaji.

Sistem Upah di Indonesia # : Premi Shift Kerja (Shif Premium)

Premi shift kerja merupakan upah yang diberikan kepada para karyawan yang bekerja di luar jam kerja normal. Misalnya Anda sedang mengejar deadline sebuah proyek, Anda mempekerjakan karyawan tambahan di pabrik genteng Anda pada waktu sore atau malam hari.

Jika pabrik Anda mempekerjakan mereka 24 jam, maka Anda akan membaginya dalam 3 shift kan? Ada shift pagi, ada shift sore dan ada yang masuk pada shift malam. Nah, bagi yang terkena shift sore atau shift malam, Anda harus memberikan upah premi shift kerja yang lebih tinggi dari tarif upah biasa.

Tujuannya apa? Tujuannya adalah supaya yang dapat giliran shift sore atau malam tersebut bersemangat, karena mereka bekerja di luar jam kerja normal. Kalau tidak, resiko yang harus Anda terima biasanya lebih besar dari upah yang Anda berikan. Contohnya penjaga malam sebuah pabrik. Jika tarifnya sama, resiko Anda kehilangan barang prosentase terjadinya lebih besar.

Lha gimana nggak besar… wong pencurian itu lebih seringnya dilakukan di malam hari. Dan Anda menggaji mereka sama dengan yang jaga di pagi hari. Jelas mereka tidak akan bersemangat. Minimal mereka ngantuk karena di siang hari mereka tidak tidur siang. Penyebabnya seperti yang saya bilang di atas, kurang termotivasi untuk tidur siang sehingga malamnya ngantuk, ha..ha..ha..

Sistem Upah di Indonesia #6 : Tunjangan Tambahan (Fringe Benefit)

Agar karyawan Anda bisa loyal dan bersedia untuk bekerja di perusahaan Anda dalam waktu yang cukup lama, Anda bisa memberikan tunjuangan tambahan kepada mereka. Contoh sistem upah tunjangan tambahan ini bisa berbentuk tunjangan hari raya, tunjangan hari libur, tunjangan akhir tahun, cuti, pesangon, pakaian dinas, jemputan bahkan hingga rumah dan kendaraan.

Jika perusahaan Anda masih kecil, tidak perlu Anda memberikan tunjangan tambahan yang muluk-muluk. Cukup tunjangan hari raya dan tunjangan transport dan makan siang, mereka sudah bisa “betah” bekerja di tempat Anda kok, he..he..he.. Contohnya di perusahaan saya. Tunjangan tambahan yang saya berikan biasanya tunjangan makan, tunjangan transport dan tunjangan hari raya.

“Begitu ya om… Saya jadi tambah paham lagi nih tentang definisi upah dan jenis jenis upah yang om terangkan di atas. Masih ada lagi nggak teori upah yang lainnya?”… Ada, yaitu sistem upah intensif. Tapi khusus untuk sistem upah insentif, akan saya bahas di artikel sistem upah di Indonesia bagian kedua. Saya sudah harus jemput anak soalnya. Maaf ya, ha..ha..ha..

(sumber gambar artikel sistem upah ketenagakerjaan, sistem upah menurut waktu : 1mhowto.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *