Jenis Jenis Tenaga Kerja … Mana yang Anda Butuhkan?


By on October 19, 2015
Jenis Jenis Tenaga Kerja ... Mana yang Anda Butuhkan?

Setelah lelah dengan pembahasan “tema berat” tentang krisis moneter di Indonesia, mari kita “selow” sejenak dengan membahas yang ringan-ringan saja.

Contohnya kayak pembahasan yang satu ini, jenis jenis tenaga kerja dan pengertiannya. Ringan kan? Walaupun terkesan bahasan yang ringan, Anda tetap harus baca artikel yang satu ini.

Anda harus tahu seperti apa jenis jenis tenaga kerja itu. Apa tujuannya? Buat apa kok harus tahu jenis jenis tenaga kerja tersebut? Supaya Anda bisa menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kemampuan dan posisinya.

Ada yang punya kemampuan teknis, ada yang punya “soft skill”. Masing-masing berbeda jenisnya. Seperti yang akan saya jelaskan di bawah ini. Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya di dalam sebuah perusahaan, ada 2 macam tenaga kerja. Yang satu namanya tenaga eksekutif, yang satunya lagi namanya tenaga operatif.

Apa maksudnya tenaga eksekutif dan tenaga operatif? Sepertinya dari katanya saja sudah bisa ketebak kan? Mas bro dan mbak sis yang baca kata itu pasti sudah punya bayangan. Tapi ndak papa… tetap harus saya terangkan jenis jenis tenaga kerja tersebut.

Jenis Jenis Tenaga Kerja #1 : Tenaga Eksekutif

Tenaga kerja eksekutif adalah tenaga kerja yang mempunya tugas pokok untuk mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen. Apa itu fungsi organik manajemen? Fungsi organik manajemen itu contohnya seperti merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi.

Nah, jika Anda membutuhkan tenaga kerja model yang satu ini, Anda harus mencari tenaga kerja yang ahli di dalam bidang tersebut. Mereka harus menguasai manajemen dengan baik dan mempunyai visi ke depan yang dahsyat. Kalau tidak, bisa berabe ntar perusahaan Anda.

Jenis Jenis Tenga Kerja #2 : Tenaga Operatif

Merupakan tenaga terampil yang menguasai jenis atau bidang pekerjaannya. Jadi ia akan melakukan tugas dengan baik jika Anda bebankan kepada mereka sebuah pekerjaan yang khusus yang sesuai dengan kemampuannya. Tenaga operatif ini terbagi menjadi 3 :

  • Tenaga Terampil (Skilled Labor)
    Tenaga model yang satu ini jelas mempunyai skill yang sangat mumpuni di bidangnya. Contohnya akuntan, teknisi elektro, pegawai yang menangani pajak usaha Anda hingga web developer situs Anda. Kalau mereka nggak terampil di bidang mereka, bubar sudah tugas yang Anda berikan kepada mereka.
  • Tenaga Setengah Terampil (Semi Skilled Labor)
    Kalau tenaga setengah terampil, saya sebenarnya juga bingung mau menjelaskan kepada Anda seperti apa tenaga setengah terampil ini. Yang pertama karena di dalam bisnis saya, sepertinya belum pernah saya menggunakan tenaga setengah terampil. Yang kedua, di buku primbon saya tidak ada contohnya seperti apa tenaga setengah terampil itu, wkwkwkwkwk… Tapi yang jelas, tenaga setengah terampil adalah tenaga yang punya skill tapi tidak menjurus pada satu keahlian tertentu. Misalnya seorang admin web. Ia bisa mengoperasikan web, tetapi belum tentu bisa membuat web.
  • Tenaga Tidak Terampil (Unskilled Labor)
    Tenaga tidak terampil ini tenaga yang tidak mempunyai keahlian tertentu. Walaupun tidak mempunyai keahlian tertentu, tetapi ia tetap saja dibutuhkan oleh perusahaan. Contohnya Office Boy, Cleaning Service dan yang semisalnya. Mereka bisa melakukan suatu pekerjaan yang didelegasikan kepada mereka karena pekerjaan tersebut bisa dikuasai dengan cara dilakukan berulang-ulang.

Well, saya punya pengalaman penting terkait jenis-jenis tenaga kerja menurut kualitasnya di atas. Dulu, sebelum saya membangun bisnis mesin ini, saya pernah bergelut di bisnis distributor sabun pakaian. Saat itu saya punya sales yang jago dalam menjual. Caranya menawarkan, caranya menghitung biaya promosi hingga cara beliau melakukan closing dahsyat.

Kemudian karena prestasi beliau yang sangat luar biasa, kami mengangkatnya sebagai supervisi penjualan. Apa yang kami dapatkan ternyata berbeda dengan apa yang kami harapkan. Penjualan turun, sales banyak yang mengeluh dan ujung-ujungnya pemasukan bisnis kami berkurang drastis.

Ternyata beliau tidak pandai dalam memotivasi sales, tidak bisa merangkul sales-sales di bawahnya, tidak bisa mengkoordinir mereka dan tidak bisa merencanakan penjualan dengan baik. Beliau handal dalam menjual tetapi tidak punya jiwa leadership yang tinggi.

Akhirnya dengan terpaksa kami mem-PHK beliau waktu itu. Padahal sebenarnya bukan 100% salah karyawan saya tersebut kan? Tapi karena ilmu kami yang terbatas terkait jenis jenis tenaga kerja. Kami juga salah dalam menempatkan tenaga kerja.

Tenaga penjual yang seharusnya tetap kami jadikan sebagai tenaga operatif, tetapi justru kami pindah tugaskan menjadi tenaga eksekutif. Sepele tapi berakibat fatal. Dan endingnya, kami harus menutup bisnis distributor sabun cuci tersebut. Kesalahan kecil yang akhirnya harus kami bayar dengan mahal !!

So, sebagai penutup, mungkin ada beberapa penjelasan saya terkait jenis-jenis karyawan perusahaan di atas yang kurang tepat. Anda bisa mencari tahu lebih detailnya ke orang-orang yang ahli dalam bidang manajemen. Tetapi poin pentingnya, dengan mengetahui jenis-jenis tenaga kerja tersebut, Anda bisa menempatkan orang-orang yang ahli sesuai dengan bidangnya.

Dengan demikian, bisnis yang Anda bangun semakin besar, manajemennya semakin rapi dan operasionalnya semakin tersistem sehingga apa yang Anda cita-citakan terlaksana dengan sempurna. Wokeh, begitu saja penjelasan saya tentang jenis jenis tenaga kerja dan contohnya … selamat pagi, selamat bertemu kembali dengan hari Senin, tetap semangat !!

(sumber gambar artikel jenis jenis tenaga kerja berdasarkan kualitasnya, 3 macam tenaga kerja dan contohnya, macam macam tenaga kerja berdasarkan keahliannya : www.huffingtonpost.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *