Masalah Bisnis di Indonesia dan Resiko Bisnis Adalah Ini… (Part 1)


By on October 22, 2015
Masalah Bisnis di Indonesia dan Resiko Bisnis Adalah Ini... (Part 1)

Bagi Anda yang ingin terjun di dunia bisnis, satu hal yang harus benar-benar Anda perhatikan adalah resiko bisnis dan masalah bisnis di Indonesia.

Resiko bisnis adalah satu hal yang benar-benar tidak bisa Anda pandang sebelah mata… Dua belah mata saja tidak cukup untuk memandang masalah bisnis di Indonesia saat ini, wkwkwkwkwkwk…

Mau resiko bisnis rental mobil, mau resiko bisnis online, semua sama saja. Tidak ada yang namanya bisnis tanpa resiko. Kok enak gitu loh… Bisnis, selalu bersinggungan dengan resiko.

Dan resiko bisnis adalah resiko yang terbagi dalam dua kategori. Yang pertama adalah resiko bisnis secara umum, yang kedua adalah resiko bisnis secara khusus. Maksudnya seperti apa? Maksudnya adalah kalau resiko bisnis umum, adalah resiko bisnis yang dialami oleh semua model atau jenis bisnis secara umum.

Sedangkan resiko bisnis khusus adalah resiko bisnis yang dikhususkan bagi tiap-tiap bisnis itu sendiri.  Contohnya kalau Anda punya usaha perikanan, resiko khususnya ya gagal panen, atau pencurian panen. Kalau usaha Anda adalah usaha keripik buah, resiko khususnya ya harga buahnya naik atau suplai buahnya berkurang dratis karena ada wabah penyakit tertentu misalnya.

Nah, resiko bisnis khusus… saya tidak akan membahasnya sekarang. Bisa kriting jari saya kalau mau menuliskan satu persatu resiko bisnis khusus. Berapa banyak jenis bisnis di Indonesia? ratusan bahkan ribuan kan? Tidak… saya tidak akan membahas resiko bisnis secara khusus.

Yang saya akan bahas adalah resiko bisnis secara umum, yang harus Anda ketahui dan Anda siapkan rencana untuk menanggulinya. Apa sebabnya? Karena resiko bisnis umum ini akan SANGAT mempengaruhi setiap konsumen Anda dan bisnis Anda itu sendiri. Mereka saling berkaitan dan tidak terlepaskan (*kayak sinetron gaul aja, wkwkwkkwkw…)

Lalu apa saja resiko bisnis atau masalah bisnis di Indonesia yang harus dihadapi? Ada 3 problema bisnis yang dihadapi saat ini… Inflasi, Produktivitas dan Pengangguran. Saya akan bahas satu persatu ketiga problema dalam bisnis tersebut.

Masalah bisnis saat ini yang pertama adalah INFLASI.

Apa itu inflasi? Menurut Wikipedia, inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Anda bingung ya dengan penjelasan “formil” di atas. Saya kasih bahasa gampangnya. Inflasi adalah penurunan nilai mata uang atau bisa juga disebut kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Contohnya, kalau dulu jaman SD Anda beli es kelapa muda harganya cuman 500 perak, sekarang Anda harus bayar 3.000 perak.

Itu namanya inflasi. Bayangkan jika dulu Anda dari SD hingga SMA Anda menabung hingga tabungan Anda mencapai 4 juta rupiah. Kemudian tabungan Anda tersebut Anda belanjakan sekarang. Bisa berabe kan? Dulu bisa buat beli motor H*nda Grand baru, sekarang cuman dapat motor Y*mah* V*ga R tahun 2014 second, wkwkwkkwkw…

Padahal pada jaman orde lama, tingkat inflasi di Indonesia sangat tinggi, mencapai beberapa ratus persen. Kemudian pada tahun 1985, tingkat inflasi Indonesia hanya 16%. Setelah itu inflasi di tahun 2013 hanya sekitar 8,38%. Kalau Anda tanya berapa inflasi tahun 2015, saya tidak tahu. Cuman ya itu, yang namanya inflasi berapapun jumlahnya tetap saja berakibat buruk.

So, ada 2 hal penting tentang inflasi ini yang berhubungan dengan masalah bisnis yang dihadapi saat ini yang benar-benar harus Anda ketahui.

  1. Inflasi di Indonesia bisa menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
    Kenaikan harga barang-barang akibat penurunan nilai mata uang rupiah akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat. Mengapa bisa seperti ini? Jawabannya mudah saja… Yang biasanya setiap hari “langganan” beli susu kedelai dengan harga 3 ribu rupiah per bijinya, tiba-tiba berubah menjadi seminggu 2 kali saja beli susu kedelainya. Semuanya gara-gara susu kedelai tersebut harganya naik menjadi 5 ribu rupiah. Jadinya orang-orang pada “ngirit”. Repotnya, karena “ngiritnya” konsumen tadi, pengusaha susu kedelai jadi turun omsetnya. Kalau turun omsetnya, bisa-bisa keuntungannya tidak cukup buat menutupi biaya produksi. Kemudian bangkrutlah si pengusaha susu kedelai tadi, ha..ha..ha.. “Bentar om, kok bisa harganya naik ya?”. Ya bisa saja… Karena kedelainya harus impor, bayarnya harus pakai mata uang dollar, nilai rupiahnya makin lama makin anjlok, jadilah harga susu kedelai membengkak. Saya juga mengalaminya sendiri. Berhubung nilai rupiah saat ini turun terus, mesin usaha yang saya beli dari importir harganya melonjak. Sudah gitu ternyata daya beli masyarakat terlanjur turun. Jadi “perpaduan” antara harga mesin saya yang naik plus daya beli masyarakat menurun membuat omset saya jadi zonnnkkk, wkwkkwkwkwkwkw…
  2. Inflasi di Indonesia akan selalu terus-menerus terjadi.
    Hal ini jelas-jelas sebuah mimpi buruk yang akan menjadi kenyataan. “Kayaknya emang sudah nyata lho om, bukan lagi mimpi buruk.”… Ha..ha..ha.. Benar !! Ini adalah kenyataan. Sebagai pebisnis, Anda akan dihadapkan dengan masalah inflasi. Dan berita buruknya, resiko bisnis adalah resiko yang tidak pandang bulu, termasuk yang satu ini. “Lho om, apa tidak ada pencegahannya?”. Kalau Anda membaca penjelasan yang tentang mengapa inflasi di Indonesia ini terjadi, saya pikir pencegahannya tidak ada. Kalau menahan agar laju inflasi tidak terlalu tinggi, mungkin bisa. Dan itu tugas pemerintah. Tetapi kalau mencegahnya agar tidak terjadi, saya pikir hal itu hampir-hampir mustahil dilakukan. Satu-satunya jalan adalah memasukkan “perkiraan biaya inflasi” itu ke dalam harga jual barang Anda sehingga Anda punya “dana cadangan” dari keuntungan penjualan Anda yang bisa Anda gunakan jika sewaktu-waktu harga kontrakan ruko Anda misalnya naik akibat inflasi. “Duuuhhh… pusiang ambo dok.”. Sama, awak juga pusiang, wkwkwkkwkw…

Tetapi tenang… tidak usah terlalu bersedih. Anda harus tetap optimis. Meskipun inflasi itu adalah masalah bisnis yang ada di indonesia, tetap saja nantinya daya beli masyarakat akan naik dengan perlahan. Coba Anda lihat krisis moneter tahun 1998 yang telah lalu kemudian bandingkan dengan sekarang. Masyarakat makin banyak kan yang beli mobil pribadi?

Itu menunjukkan bahwa kemampuan membeli masyarakat akan “beradaptasi” dengan inflasi. Jadi Anda jangan takut gagal berbisnis gara-gara inflasi. Yang perlu Anda waspadai adalah saat-saat inflasi besar terjadi. Kalau yang satu ini, Anda harus cermat dalam mengatasinya. Kalau tidak, bisnis Anda bisa “jebol” dan bangkrut. Paham kan?

So, kesimpulannya, masalah bisnis di Indonesia adalah sebuah hal yang tetap harus Anda perhatikan tetapi jangan sampai membuat Anda “down” atau takut untuk terjun di dunia bisnis. Resiko bisnis adalah resiko yang tidak bisa Anda hindari. Tetapi di setiap resiko, selalu ada solusi yang beriringan dengannya.

“Bruaaaaakkkkkk !! Jiaaaahhh, suara apa itu? Ya ampun, jempuran besi buat baju-baju saya patah”. Wah kalau begitu, saya undur diri dulu. Wokeh, begitu dulu saja dari saya, untuk masalah bisnis saat ini di indonesia yang kedua dan ketiga saya lanjutkan di postingan berikutnya. Saya tak mbenerin jemuran saya dulu. Ternyata patah gara-gara jemurannya kebanyakan, kayak punya usaha laundry aja, ha..ha..ha..

(sumber gambar artikel masalah bisnis di indonesia dan resiko bisnis adalah ini seri 1 : smallbusinessbc.ca)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. Asri Hamdani

    October 23, 2015 at 02:33

    Saya memiliki ide usaha, tapi belom punya modal untuk mendirikan usaha itu. Saya udah mencoba segala cara tapi belom dapat juga.. Mohon petunjuknya dokter..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *