Masalah Usaha Kecil di Indonesia dan Resiko Usaha Adalah Ini… (Part 2)


By on October 22, 2015
Masalah Usaha Kecil di Indonesia dan Resiko Usaha Adalah Ini... (Part 2)

Langsung saja, strike to the point tanpa basa-basi, masalah usaha kecil di Indonesia dan resiko usaha adalah tentang produktivitas dan pengangguran.

Hmmmm… kira-kira menurut Anda mengapa masalah usaha kecil di Indonesia dan resiko usaha kecil menengah berhubungan dengan PRODUKTIVITAS dan PENGANGGURAN.

Apa coba? Ada yang bisa bantu? Tidak ada? Wokeh, saya jawab sendiri (*lha emang harusnya dijawab sendiri dok. Kan ente yang nulis artikel. Piye toh?). Jawabannya jabarkan pelan-pelan ya…

Masalah dalam usaha kecil menengah yang kedua adalah PRODUKTIVITAS.

Apa itu produktivitas? Biar Anda dan saya punya kesamaan pemahaman dengan arti produktivitas, silahkan baca penjelasan saya tentang produktivitas. Produktivitas adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Jadi menurut pengertian produktifitas di atas, agar Anda bisa meningkatkannya, tidak cukup hanya dengan cara bekerja keras.

Anda juga butuh teknologi, peralatan dan metode kerja yang lebih baik sehingga bisa menghasilkan barang dan jasa per unit tenaga kerja lebih banyak. Selain itu, Anda juga butuh peningkatan investasi, riset dan pengembangan serta teknik-teknik manajemen yang lebih maju.

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa teknologi, peralatan, metode kerja, peningkatan investasi, riset dan pengembangan serta teknik manajemen yang maju berhubungan dengan produktivitas sebuah bisnis? Jawabannya karena untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi, Anda butuh segala sesuatu yang lebih efektif dan efisien.

Repotnya, segala sesuatu yang berkaitan dengan kalimat “Lebih Efektif dan Lebih Efisien” itu selalu berhubungan dengan biaya, teknologi, manajemen dan sistem kerja. Contohnya nih, nggak usah yang besar-besar… Anda punya usaha telor asin bebek. Agar produktivitas telor bebek Anda meningkat, pasti Anda butuh bebek lebih banyak kan?

Lha iya lah… Dengan bebek yang lebih banyak, Anda bisa memproduksi bahan baku telor asin lebih banyak. Nah, bebek yang lebih banyak jelas membutuhkan investasi yang banyak. Anda butuh kandang yang lebih besar, Anda butuh beli bebek petelur yang lebih banyak, Anda butuh pakan yang lebih banyak dan Anda butuh tambahan pekerja buat ngurusin bebek-bebek tersebut.

Selain itu, Anda juga butuh manajemen produksi yang lebih maju. Semakin banyak telor bebek yang Anda urusin, semakin Anda butuh manajemen gudang yang lebih mumpuni. Anda harus tahu metode First in First Out biar bahan baku telor bebek Anda tidak ada yang busuk,  Anda harus tahu berapa “stock besi” Anda agar tidak kehabisan bahan baku dan sebagainya.

Problemnya adalah, usaha kecil menengah SELALU KESULITAN dengan apa yang namanya manajemen maju, riset dan pengembangan serta metode kerja serta peralatan bisnis. Mengapa demikian? Karena semua itu butuh suntikan biaya. Dan sudah menjadi rahasia umum jika usaha kecil kesulitan dalam mendapatkan suntikan investasi atau modal. Ya apa iya? Iya pasti kan?

Nah, jika usaha Anda tidak mempunyai hal yang telah saya sebutkan di atas, otomatis produktivitas Anda tidak akan meningkat. Jika produktivitas Anda tidak meningkat, usaha Anda akan “begitu-begitu” saja. Dan yang lebih parah, tanpa produktivitas yang meningkat, keuntungan usaha Anda tidak akan bertambah.

Jika demikian, Anda tidak punya “dana cadangan” untuk melakukan riset dan pengembangan. Efeknya jelas, produk atau jasa Anda “begitu-begitu” saja. Padahal dalam dunia bisnis, Anda dituntut untuk selalu melakukan inovasi. Inovasi jelas didapat dari riset dan pengembangan. Apa akibatnya jika produk atau jasa Anda tidak berinovasi?

Anda akan “digerus” oleh kompetitor bisnis Anda. Selain itu, Anda juga akan ditinggalkan oleh konsumen Anda. Endingnya, Anda bisa bangkrut. Paham kan? Inovasi di sini bukan hanya inovasi di produk dan jasa saja ya. Bisa dengan inovasi kemasan, inovasi distribusi atau inovasi periklanan. Pokoknya inovasi apa saja yang mendukung bisnis Anda agar bisa maju. Jelas? Okay, saya lanjutkan.

Masalah usaha kecil menengah di Indonesia yang ketiga adalah PENGANGGURAN.

Masih ingat artikel bagian pertama tentang masalah usaha adalah salah satunya masalah inflasi kan? Well, inflasi adalah salah satu penyebab terjadinya pengangguran. Dan Anda pasti tahu bahwa pengangguran di Indonesia semakin tahun semakin banyak. Resesi yang terjadi di akhir-akhir ini menyebabkan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya.

Pemutusan hubungan kerja ini terjadi karena penjualan perusahaan menurun drastis akibat inflasi yang tinggi. Mereka akhirnya tidak mampu lagi membayar upah karyawan mereka. Nah, kondisi seperti ini akan mempunyai efek ganda kepada usaha baik yang kecil maupun yang besar. Pertama, dengan PHK, Anda tidak bisa meningkatkan produktivitas Anda, benar kan?

Lha bagaimana mau meningkatkan produktivitas wong orang yang membantu pekerjaan usaha Anda pada ilang. Kedua, dengan banyaknya pengangguran, perekonomian negara pasti akan memburuk. Pengangguran menyebabkan penurunan daya beli. Penurunan daya beli mengakibatkan penurunan penjualan. Penurunan penjualan berakibat PHK.

Dan jika pemerintah tidak bisa mengatasi hal ini, bukan hil yang mustahal (*kalau kata om alm. Asmuni Srimulat), banyak perusahaan yang kolaps akibat rendahnya penjualan mereka. Semakin bertambah banyaklah pengangguran jika banyak perusahaan yang kolaps. Di sinilah letak dibutuhkannya sinergi yang seimbang antara pemerintah dan pengusaha.

Well, sebagai penutup artikel ” Masalah Usaha Kecil di Indonesia dan Resiko Usaha Adalah Ini… ” bagian 2, seperti yang telah saya sampaikan di artikel bagian pertama, Anda tidak usah pesimis. Sekali lagi yang perlu Anda fokuskan adalah mencari solusi dari ketiga masalah usaha kecil di Indonesia di atas.

Ada banyak entitas perusahaan baik yang kecil maupun yang besar tetap bisa bertahan bahkan lebih maju walaupun mereka menghadapi ketiga masalah bisnis tersebut. Intinya adalah pelajari resiko usaha kecil maupun menengah ke atas tersebut, cari solusinya dan tetap fokus di bisnis Anda. Selamat pagi, selamat beraktifitas…

(sumber gambar artikel resiko dalam usaha kecil, resiko dari usaha kecil, resiko dalam menjalanka usaha kecil, resiko negatif usaha kecil : surabaya.proxsisgroup.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. Daeng Situju

    October 22, 2015 at 23:52

    Sepakat dok. Memang masalah yang paling lumrah dihadapi adalah ‘keterbatasan alat dan sumber daya’. Kamipun merasakannya sebagai pelaku bisnis mikro. ‘Uluran tangan’ pemerintah selama ini sangat diharapkan dan sudah cukup memuaskan, hanya saja masih kurang merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *