Ini Dia Metode Perencanaan Produksi Usaha Manufaktur

By on October 23, 2015
Ini Dia Metode Perencanaan Produksi Usaha Manufaktur

Dari kemaren dulu sepertinya saya nggak pernah sekalipun membicarakan hal-hal yang terkait usaha manufaktur ya? Apalagi  masalah metode perencanaan produksi usaha manufaktur. 

Berasa meng-anaktiri-kan pengusaha-pengusaha yang suka dengan bisnis produksi rumahan dan pabrikan deh. Jadi nggak enak nih, wkwkwkwkwk…

Untuk menebus kesalahan dan tuduhan tersebut (*lho, siapa yang nuduh dok?), kali ini saya akan membahas metode perencanaan produksi usaha manufaktur. Tetapi mungkin kurang detail, mengingat hari ini hari Jum’at.

“Lho, apa hubungannya dok?”… Nggak ada emang. Cuman saya kurang “cespleng” ilmu tentang metode perencanaan produksi usaha manufaktur. Jadi alasannya ya hari Jum’at itu, hua..ha..ha..ha..

Well, seperti apa sebenarnya metode perencanaan produksi usaha manufaktur itu? Saya mulai bahasnya dari fungsi produksi dulu ya? Apa itu fungsi produksi? Fungsi produksi adalah menciptakan barang dan atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan waktu, harga dan jumlah yang benar-benar tepat.

Makanya dari pengertian fungsi produksi di atas, Anda butuh perencanaan produksi. Mengapa Anda butuh perencanaan produksi? Karena biar fungsi produksi berperan dengan baik. Jangan sampai Anda memproduksi sesuatu yang waktunya tidak tepat, harganya juga nggak pas, jumlahnya kalau nggak kelebihan banyak ya kekurangan banyak.

Contoh kalau fungsi produksi tidak berjalan dengan sempurna nih… Misalkan Anda produsen tas wanita. Anda nggak tahu bagaimana metode perencanaan produksi usaha manufaktur tas wanita. Lebih parahnya lagi, Anda menganggap perencanaan produksi tidak penting sehingga Anda main hajar saja.

Nah, ternyata, fungsi produksi Anda tidak berperan dengan baik. Anda memproduksi tas wanita tepat di saat perusahaan tas besar dunia meluncurkan produk barunya dengan harga di bawah harga produk-produk UKM. Tenggelam sudah produk baru Anda “disapu” merek atau brand terkenal tersebut.

Sudah begitu karena Anda tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk memproduksi tas Anda yang ternyata berbarengan dengan launching tas merek terkenal tersebut, jumlah yang Anda produksi “gila-gilaan”. Penyebabnya Anda yakin bahwa tas wanita buatan Anda akan laku keras sehingga Anda langsung memproduksi dalam jumlah yang besar.

Benar tas wanita Anda menarik, cantik dan berbahan baku yang kuat dan bagus. Tetapi karena Anda tidak tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk memproduksi tas wanita baru Anda, stok tas wanita Anda menumpuk banyak di gudang. Tas wanita Anda kalah bersaing. Hancurlah bisnis Anda.

Maka dari itu, Anda butuh metode perencanaan produksi usaha manufaktur. Dan metode perencanaan produksi usaha manufaktur selalu berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :

  1. Jenis barang yang akan dibuat.
  2. Jumlah barang yang akan Anda buat.
  3. Cara pembuatannya (penggunaan peralatan yang Anda pakai)

Paham? Nah, keputusan tentang jenis dan jumlah produk yang akan Anda buat sangat dipengaruhi oleh data kebutuhan pasar yang akan dan seharusnya Anda dapatkan dari bagian pemasaran. Eh, sebentar… jangan-jangan Anda nggak punya data dari pemasaran ya, wkwkwkkwkwkw… Harus punya lah. Bisa rempong ntar…

So, saat Anda sudah menerima data dari bagian pemasaran, maka bagian produksi sudah bisa Anda perintahkan untuk memproduksi barang buatan Anda. Disinilah metode perencanaan produksi usaha manufaktur dibutuhkan.


“Wah, kayaknya pasti rumit nih metode perencanaan produksi usaha manufaktur ya om?”… Nggak juga. Bahkan saya akan memberikan metode perencanaan produksi usaha manufaktur yang sederhana. Enak kan? Seperti apa metode perencanaan produksi usaha manufaktur yang sederhana?

Metode perencanaan produksi usaha manufaktur yang sederhana terdiri dari 4 tahap :

  1. Tahap Pertama : Desain Awal
    Penentuan desain awal yang berupa desain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus Anda penuhi. Contohnya dulu saya pernah membuat mesin peniris minyak (*walaupun gagal, wkwkwkwkwk…), di tahap pertama, saya harus sudah menentukan seperti apa spesifikasi mesin peniris minyak yang akan saya produksi. Misalkan daya listriknya saya tentukan maksimal 150 watt. Kemudian kapasitas meniriskan minyaknya 5 kg per menit. Bahannya full stainless stell. Tingginya 40 cm. Diameter keranjangnya 30 cm. Beratnya maksimal 20 kg, dan sebagainya.
  2. Tahap Kedua : Desain Barang
    Penentuan desain barang yang tepat. Lha… di tahap ini, Anda sudah harus menentukan desain barang yang akan Anda produksi dengan tepat. Kalau dengan contoh di atas, Anda harus sudah bisa menentukan seperti apa gambar mesin spinner berikut ukuran dan warnanya dengan detail. Biasanya kalau saya dulu waktu memproduksi spinner, saya harus dibantu dengan ahli mekanik, permesinan dan kelistrikan. Nantinya desain mesin spinner itu berwujud gambar mesin lengkap dengan ukuran dan skalanya.
  3. Tahap Ketiga : Penentuan Cara Pembuatan
    Pada tahap ketiga, Anda dituntut untuk bisa menentukan cara pembuatan yang berupa penentuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang akan Anda pakai. Contohnya kalau pada kasus pembuatan mesin usaha tadi, saya sudah punya urutan proses produksi, tempat serta penentuan peralatannya. Untuk urutan proses produksi, pertama, saya harus buat tabung luarnya terlebih dahulu. Setelah itu, saya buat keranjang dalamnya berikut dudukan serta tuas penyangganya. Kemudian saya harus membuat kotak tempat dimana panel mesin spinner seperti tombol on off, tombol emergency dan timer tersebut berada. Hingga akhirnya barang tersebut dirakit. Penentuan peralatannya juga sudah fix. Mesin bor, genset, solder, alat-alat kelistrikan, mesin bubut dan lain sebagainya sudah saya siapkan. Tempat produksi untuk masing-masing komponennya pun juga sudah saya tentukan. Ini yang disebut dengan penentuan cara pembuatan.
  4. Tahap Keempat : Pembuatan
    Tahap ini adalah tahap dimana Anda melakukan usaha memodifikasi tahap ketiga tadi tetapi harus disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas serta mesin atau peralatan yang tersedia. Jadi pada tahap ini terkadang hasil yang Anda dapatkan agak sedikit berbeda dengan rencana di awal sehingga Anda perlu memodifikasinya sedikit demi sedikit. Hal itu tidak mengapa Anda lakukan asalkan tidak melenceng terlalu jauh dari ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan mulai dari tahap pertama hingga tahap ketiga.

Oh iya… kembali saya ingatkan, keputusan tentang jumlah barang yang  akan Anda buat sangat dipengaruhi oleh perkiraan penjualan (forecast) atau pola permintaannya. Forecast juga akan mempengaruhi penentuan jenis mesin atau peralatan yang Anda gunakan.

Misalkan untuk kasus permintaan mesin peniris minyak saya, setiap bulannya saya hanya bisa menjual maksimal 20 unit. Jadi saya tidak perlu memproduksi mesin spinner atau peniris minyak tersebut dengan mesin besar. Paham kan maksudnya?

Well, pastinya Anda sekarang sudah paham seperti apa metode perencanaan produksi usaha manufaktur tersebut. Simpel kelihatannya tetapi sangat menentukan bagi kelangsungan bisnis manufaktur kecil Anda.


Jadi jangan Anda sepelekan metode perencanaan produksi usaha manufaktur ini ya… Wokeh, jam sudah menunjukkan pukul 13.00 siang lebih 47 menit. Saatnya saya undur diri, sampai ketemu di artikel-artikel bisnis saya selanjutnya. See you…

(sumber gambar artikel perencanaan produksi berdasarkan perencanaan pemasaran & metode perencanaan produksi usaha manufaktur : softwareaccountingsurabaya.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *