Definisi Modal Usaha? Cara Menentukan Modal Usaha? Baca Ini (Seri 1)


By on October 24, 2015
Definisi Modal Usaha? Cara Menentukan Modal Usaha? Baca Ini (Seri 1)

Kalau mbahas masalah keuangan seperti definisi modal usaha atau cara menentukan modal usaha terkadang saya kok nggak pe-de ya… Apa karena saya bukan orang akuntansi?

Soalnya dulu saya anak teknik waktu kuliah. Kan sudah jadi rahasia umum buat anak tahun ’90 an kalau jadi anak teknik buat anak cowok itu keren.

Ternyata pas memutuskan jadi pengusaha, semua yang saya pelajari kebanyakan dulunya buat anak manajemen, wkwkwkwkkwkw…

Terpaksa saya sekarang standar ganda… cowok yang keren itu cowok yang dulunya kuliah di teknik tetapi sekarang jadi pebisnis dan paham ilmu manajemen, hua..ha..ha..ha..

Wokeh, saya pe-de pe-de in sekarang. Apa definisi modal usaha? Saya tidak akan langsung memberikan definisi modal usaha secara “glondongan” kepada Anda. Tapi saya jelaskan dulu seperti apa modal usaha itu.

Well, secara umum, modal usaha itu terbagi menjadi 2 kelompok :

  • Capital Expenses (Capex)
    Adalah modal yang Anda keluarkan untuk pengadaan aset tetap (fixed asset) seperti pengadaan kendaraan, pengadaan kantor, beli peralatan usaha, beli furnitur kantor dan yang semisalnya. Biar Anda bisa membedakannya mana saja barang-barang yang akan dibeli dengan modal capex, fixed asset adalah barang yang masa pakainya lama bahkan kadang nggak habis-habis Anda pakai. Contohnya gedung kantor, kecuali kalau ada gempa, wkwkwkkwkw…
  • Operational Expenses (Opex)
    Adalah modal yang Anda keluarkan untuk membiayai kegiatan operasional seperti gaji karyawan, biaya listrik, biaya komunikasi, biaya transportasi dan lain-lain. Sifat dari opex ini adalah berkala. Jadi Anda perlu menganggarkan biaya dalam satu periode tertentu untuk alokasi kebutuhan yang sama.

Terus kalau saya tanya kepada Anda, sewa gedung itu termasuk yang mana? Capex, apa opex? “Apa kata Anda? Capex?”… yang benar? Yakin? Begini… kalau Anda membeli gedung, itu masuk capex. Tetapi kalau Anda menyewa gedung, modalnya masuk opex. Kan harus berkala, tiap tahun bayar lagi. Kalau berkala ya masuk opex, he..he..he..

Wokeh, dengan penjelasan definisi modal capex dan definisi modal opex di atas Anda sekarang sudah paham kan seperti apa modal usaha itu? Kalau sudah, saya akan ajak Anda untuk bergeser sedikit dari pembahasan definisi modal usaha, yaitu cara menentukan modal usaha.

Begini, ada hal penting lagi selain definisi modal usaha capex dan opex di atas. Apa itu? Yaitu modal usaha yang harus Anda siapkan untuk pengadaan stok barang. Stok barang masuk modal usaha yang mana menurut Anda? Opex? Salah lah… Berdasarkan sifatnya, biaya pengadaan stok barang termasuk capex.

Nah, menurut om Nasirudin dan om Munin Widarjo, besarnya modal yang Anda butuhkan untuk pengadaan stok bergantung pada 2 hal berikut ini :

  1. Berapa omzet yang ingin Anda kejar dalam 1 bulan.
  2. dan berapa kali perputaran modal stok yang Anda perlukan untuk mencapai omzet tersebut dalam 1 bulan.

Bingung nggak dengan penjelasan saya di atas. Kalau penjelasan poin yang pertama, yaitu omzet yang ingin Anda kejar dalam 1 bulan, saya yakin Anda pasti sudah paham. Kalau yang poin 2, Anda sudah paham juga? Kalau belum dong atau belum ngerti, saya jelaskan secara singkat.

Perhitungan modal stok bisa Anda perkirakan dari asumsi penjualan Anda per bulan atau Anda baca dari sejarah penjualan yang telah lalu. Misalkan di usaha saya nih, jualan mesin usaha. Saya punya sejarah bahwa di awal-awal tahun di tiap bulannya, saya harus kulakan mesin serut es sebanyak 2 kali di setiap bulannya.

Jadi tiap 15 hari sekali, stok mesin serut es saya habis dan saya harus melakukan pengadaan stok kembali. Ini yang dinamakan perputaran modal stok, paham kan? So, semakin besar jumlah perputaran modal stok dalam satu bulan, semakin kecil modal stok yang Anda butuhkan. 

Begitu juga sebaliknya, semakin sedikit perputaran modal stok dalam satu bulan, semakin besar modal yang Anda butuhkan. Dan ini harus disesuaikan dengan besarnya modal Anda lho ya… Hanya saja, semakin banyak jumlah perputaran modal stok Anda, itu artinya semakin tinggi tingkat kerepotan pengadaan stok karena Anda harus lebih sering melakukannya.

Well, tadi di atas saya kan sudah bilang bahwa menentukan modal stok itu bergantung pada dua hal, omzet usaha dan perputaran modal stok. Masih ingat kan? Bukan penentuan modal awal atau penentuan modal usaha lho… tapi modal stok. Nah, penentuan modal stok pasti punya rumusan yang berhubungan dengan 2 hal tersebut, iya kan? Lalu seperti apa rumus modal stok?

Modal Stock = Omzet (1 – Gross Margin) / Jumlah Perputaran Modal Stok

Contohnya nih, misal Anda punya usaha warung kelontong dengan target omset 50 juta rupiah per bulan. Kemudian jumlah perputaran modal stok dalam 1 bulannya 3 kali. Artinya tiap 10 hari sekali dalam 1 bulan, Anda harus beli barang buat stok lagi. Gross margin (keuntungan kotor) Anda 30% misalnya. Berarti dengan rumus modal stok di atas, perhitungannya seperti di bawah ini :

Modal Stok = Rp. 50.000.000,- x (1 – 0.3) / 2 = Rp. 17.500.000,-

Haaa… sudah jelas kan bagaimana menentukan modal stok? Pasti jelas lah, siapa dulu yang menerangkan… om Nip-Nip gitu loh, mastah bisnis dan internet marketing, wkwkwkwkwkwk… Sekarang sudah “clear” semua pembahasan tentang apa itu definisi modal usaha dan seperti apa cara menentukan modal usaha, walaupun baru sampai perhitungan modal stok.

Tetapi berhubung sudah pagi dan saya harus mengantar kedua anak laki-laki saya ke sekolah, untuk menentukan besarnya total modal usaha yang dibutuhkan, saya akan membahasnya pada artikel ” Definisi Modal Usaha? Cara Menentukan Modal Usaha? Baca Ini ” seri yang kedua. Nggak papa kan? Nggak papa lah, orang saya yang nulis. Pake nanya pulak, wkkwkwwkkwk…

(sumber gambar artikel definisi modal usaha, cara menentukan modal usaha, modal investasi usaha : venturesafrica.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. widodo sukardi

    October 24, 2015 at 09:40

    Numpang belajar…agak nyimpang ,mohon diajari cara penghitungan biaya penyusutan mesin dan cara penambahan biaya penyusutan pada barang produksi,trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *