Contoh Usaha di Bidang Jasa, Bisnis Konsultan Arsitek


By on October 30, 2015
Contoh Usaha di Bidang Jasa, Bisnis Konsultan Arsitek

Lama saya nggak nulis tentang usaha di bidang jasa ya… Soalnya kalau saya mau nulis artikel peluang usaha, rasanya kok “aras-arasen” kalau orang Jawa bilang. Malas-malasan…

Sebabnya saya nggak tahu secara pasti detail usaha yang saya tulis. Kadang datanya dari internet, kadang dari teman sesama pelaku usaha, kadang dari bank data artikel saya, wkwkwkkwkw…

Akibatnya artikel yang saya tulis bisa jadi kurang “pas” dalam hal asumsi pendapatan. Pernah saya “dimaki-maki” pembaca waktu saya nulis peluang usaha budidaya kayu sengon. Katanya datanya nggak valid.

Lha padahal datanya kan dari teman saya yang tahu tentang usaha sengon. Tapi ya begitulah, saya nggak bisa juga nyalahin teman saya. Wong sudah minta data, malah nyalah-nyalahin… kan nggak etis gitu loh…

“Berarti om nggak mau nulis lagi tentang usaha di bidang jasa atau di bidang-bidang lainnya ya? Terus piye iki?”. Nggak juga… Saya tetap nulis artikel tentang peluang usaha. Hanya saja saya minta, tulisan saya diposisikan sebagai “pembuka wacana” saja ya…

Selebihnya Anda cari sendiri data-data primernya biar lebih akurat. Lagian sayang kalau artikel tentang peluang usaha nggak saya tulis. Pencarinya banyak lagi, bisa buat nambah-nambah visitor, hag..hag..hag..

“Terus sekarang mau nulis apa om?”. Saya? “Iya, om lah… masak mbahnya om yang mau nulis, piye toh?”. Hmmm… saya mau nulis apa ya? Oh iya… saya mau nulis usaha di bidang jasa bisnis konsultan arsitek. Kebetulan istrinya teman saya yang pernah saya singgung di artikel mencari karyawan, bisnis sampingannya jadi konsultan arsitek.

Namanya mbak Dhani, pemilik Scanline Studio yang dibentuk pada pertengahan tahun 2006 bersama dengan mas Rahmat Yani dan om Seno, teman satu almamaternya. jasa konsultan arsitek yang mereka tawarkan adalah jasa rancang & bangun seperti perencanaan, pelaksanaan, 3D visualisasi dan animasi, eksterior, interior, furniture, landscape dan IMB.

Di awal-awal mereka membuka usaha di bidang jasa bisnis konsultan arsitek ini, jasa yang mereka tawarkan lengkap.. kap !! Rancangan gambar mereka tawarkan. Rencana anggaran biaya (RAB), juga mereka tawarkan. Bahkan 3D visualisasi-pun, juga mereka tawarkan.

Namun ternyata pasar tidak merespon dengan jasa yang mereka tawarkan. Hal ini membuat mereka harus berpikir keras bagaimana caranya agar produk dari usaha di bidang jasa bisnis konsutan arsitek mereka bisa diterima oleh pasar.

Hasilnya, semua jasa mereka tadi digabungkan kemudian dibuatkan sistem paket dengan harga yang murah. Begitu mereka tawarkan paket tersebut, respon pasar yang mereka dapat luar biasa !! Jadilah bisnis di bidang jasa usaha konsultan arsitek mereka berjalan hingga sekarang.

Well, dalam perencanaannya, Scanline menggunakan beberapa software guna mendukung rancangannya. Software yang biasa mereka gunakan adalah :

  • Autocad : untuk membuat gambar kerja dengan detail dan tampilan 3D yang akurat.
  • 3Ds Max : untuk visualisasi objek secara 3 dimensi dengan tambahan beberapa plugin seperti vray (virtual reality) untuk rendering (visualisasi menyerupai kenyataan), RPC untuk object pendukung eksterior kawasan (landscape) & poser untuk proporsi manusia.
  • Ulead : untuk editing video animasi.
  • Coreldraw & Photosop: untuk memaksimalkan dan menyempurnakan gambar presentasi.
  • SAP & Etabs: untuk perhitungan struktur.

“Dilihat dari keterangan di atas, apa tidak sulit om membuat rancang bangun yang benar-benar diinginkan oleh konsumen?”. Tidak !! konsumen atau yang akrab mereka panggil dengan sebutan klien biasanya sudah tahu dengan apa yang mereka inginkan.

Tugas Scanline hanyalah menerjemahkan keinginan dari klien tersebut sesuai kondisi lahan milik klien. Memang benar, tidak semua keinginan dari klien bisa 100% dipenuhi oleh Scanline. Banyak sekali penyebabnya. Di antaranya yang paling sering adalah faktor ketidaksinkronan antara keinginan si kline dengan luas lahan yang dimilikinya.

Tapi usaha di bidang jasa bisnis konsultan arsitek milik Scanline punya solusinya !! Mereka menawarkan pertemuan hingga 3 kali untuk membahas rancang bangung yang tersebut sehingga pada saat pertemuan yang ketiga, rancang bangun yang mereka inginkan sudah final.

Scanline akan memberikan denah tampak serta pengajuan DP yang besarnya tergantung dari nilai proyek pada pertemuan pertama. Sisanya dibayarkan setelah akhir proyek pada saat rancangan tersebut 100% sudah jadi.

“Oo… begitu ya om. Lalu kendalanya apa saja di usaha bidang jasa bisnis konsultan arsitek ini?” Menurut mbak Dhanik, yang paling susah adalah membangun jaringan. ”Yang lainnya bisa dipelajari,” ujarnya.

Selain itu, mbak juga Dhanik menjelaskan hambatan-hambatan dari usha jasa arsitek yang lain seperti, “Klien yang susah dikasih masukan kadang menjadi hambatan. Pernah juga saya sudah dapat DP dari luar kota habis itu ditinggal pergi. Dan itu sering terjadi.”, katanya sambil tersenyum.

Oh iya… mbak Dhanik juga memberikan tips bagi Anda yang tertarik menjalankan usaha di bidang jasa bisnis konsultan arsitek ini. Apa tipsnya? Yaitu promosikan usaha konsultan arsitek Anda dengan pasang cara memasang iklan di satu surat kabar yang terbit di kota Anda. “Efeknya cukup terasa !!”, imbuhnya.

Apalagi jika Anda mau berpromosi lewat media yang lebih spesifik dengan pembaca yang bisa menjadi target potensial usaha di bidang jasa bisnis konsultan arsitek seperti tabloid rumah. Wow, lebih tertarget lagi iklannya !!

Satu lagi… kebanyakan klien dari Scanline adalah perorangan. Jarang mereka menerima klien berupa perusahaan atau pemerintahan. Sehingga usaha jasa konsultan mereka agak tersaingi oleh para mahasiswa yang belum lulus. “Karena masih mahasisiwa, mereka berani memberikan penawaran harga yang jauh dibawah kami. Beda kebutuhan mbak…”, katanya sambil tertawa.

Wokeh, sekarang saatnya kita masuk ke pembahasan terakhir, yaitu asumsi keuntungan usaha di bidang jasa bisnis konsultan arsitek per bulan :

PEMASUKAN

  • Jasa Konsultan : Rp.5.000.000,-

PENGELUARAN

  • Iklan : Rp. 1.000.000,-
  • Listrik, bensin : Rp. 350.000,-
  • Kertas, cetak, print, jilid : Rp. 150.000,-

KEUNTUNGAN

  • Rp. 5.000.000,00 – Rp. 1.500.000,00 : Rp. 3.500.000,-
  • Order per bulan 3 kali : Rp. 3.500.000,00 x 2 = Rp. 10.500.000,00

Lumayan kan hasil dari usaha sampingan arsitek ini? Lumayan banget lah !! Bahkan untuk skema usahanya mbak Dhanik yang terdiri dari 3 orang, dengan pendapatan 10 jutaan, per orang bisa mendapatkan Rp. 3.500.000,- per bulan. Kalau ditabung 8 bulan, sudah bisa untuk beli N-m*x nggak pake ngutang di bank, wkwkwkwkkw… Padahal modal usaha yang dikeluarkan nggak banyak lho… berani coba?

(sumber gambar artikel contoh usaha di bidang jasa, bisnis konsultan arsitek, peluang usaha arsitek, usaha arsitektur : www.ciptanun.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *