Evaluasi Pemasaran Cross Selling Strategy Anda Segera !! (Part 1)

By on October 31, 2015
Evaluasi Pemasaran Cross Selling Strategy Anda Segera

Bagi saya, cross selling strategy adalah salah satu taktik marketing paling favorit di antara taktik marketing-taktik marketing lainnya. Heboh banget pokok’e kalau sama yang satu ini.

So, begitu saya tahu om Hermawan menyuruh setiap pemasar untuk melakukan evaluasi pemasaran cross selling strategy mereka, bukan kepalang kagetnya saya.

Kata beliau dalam “WOW” Marketing theory-nya, cross selling strategy nggak selalu bikin untung. Lho kok bisa? Setahu saya, yang namanya cross selling strategy pasti untung.

Apa alasan Anda -wahai om Hermawan- menyuruh kami melakukan evaluasi pemasaran cross selling strategy ini? Om Hermawan mau ngajak duel neh? (*kayaknya saya mulai agak kurang *jar ini, ha..ha..ha..) Dan ternyata, beda emang level pemasaran newbie macam saya kalau dibandingkan dengan level super mastah macam om Hermawan.

Om Hermawan benar-benar teliti. Tetapi sebelum saya menjelaskan teori beliau tentang evaluasi pemasaran cross selling strategy, om-om dan tante-tante di sini sudah tahu kan apa itu cross selling?Belum? Haladalah… saya kan sudah pernah bahas penjelasannya di artikel cross selling yang dulu?

Tapi tidak mengapa, saya jelaskan lagi sekilas di sini… Jadi begini, bagi seorang pemasar berpengalaman, ketika seorang konsumen sudah berada dalam “genggamannya”, mereka akan mulai berpikir bagaimana caranya memaksimalkan keuntungan.

Mumpung mereka akan beli, kalau nunggu repeat purchase, bisa lama banget. Apalagi di usaha kayak saya neh, jualan mesin snack chiki. Satu atau dua tahun kedepan belum tentu mereka beli lagi. Bahkan bisa jadi 10 tahun ke depan, mereka juga belum tentu beli mesin packing chiki lagi… wong mesinnya udah dijual, ganti usaha ternak ikan, wkwkwkwkwk…

So, cross selling strategies ini dianggap taktik yang paling tepat untuk “menggandakan” keuntungan saat itu. Karena prinsip dari cross selling adalah menjadikan produk utama sebagai pemicu pembelian produk sekunder yang masih berhubungan.

Makanya Anda jangan heran kalau beli minyak gorekng di Indom*rt, Alfam*rt, atau beli burger di McDon*ld’s, mereka pasti bilang, “nggak sekalian es krimnya pak… nggak sekalian kentangnya pak… pulsanya pak, mumpung masih di sini… atau biskuitnya pak dibeli sekalian, mumpung promo beli 2 dapat 1?”…

‘Cause… taktik marketing seperti di atas akan menambah nilai penjualan Anda. Dan secara agregat, profit perusahaan akan bertambah. Jelas taktik ini sangat menguntungkan bagi perusahaan kan? (Lebih detailnya, Anda bisa baca lagi artikel saya tentang cross selling strategy).


Itulah sebabnya mengapa saya suka dengan taktik yang satu ini… favorit !! Beli mesin snack chiki, saya tawarin sekalian mesin kode kadaluarsanya… jadinya biaya iklannya cuman 1, tapi untungnya bisa dobel, he..he..he.. Kalau ditolak? Nggak ada ruginya… wong cuman nawarin.

Balik lagi ke masalah evaluasi pemasaran cross selling strategy, jika cross selling terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha tambahan untuk melakukan aktivitas tambahan promosi, penambahan jumlah karyawan atau penyebaran materi iklan, maka akan menguntungkan.

Dan isi sesuai dengan prinsip marketing om Tung Desem Waringin. Tetapi kenyataannya, banyak perusahaan yang “latah” dengan cross selling strategy ini sehingga mereka “terpaksa” mengeluarkan budget untuk mendukung strategi cross selling tersebut. Lha… ini yang berbahaya !! Ini yang menurut om Hermawan harus segera dilakukan evaluasi pemasaran.

Mengapa demikian? Karena dengan melakukan hal tersebut, Anda akan “berhadapan” dengan masalah turunan yang muncul akibat dari cross selling strategy yang telah Anda lakukan. Kalau kata mbah putri saya, “blaik mengko”… “danjer” kalau bahasa bule-nya.

Anda harus tahu bahwa rata-rata, satu dari 5 customer yang melakukan cross buying (*ini dari sisi customer ya… kalau dari sisi Anda ya cross selling) adalah BAD CUSTOMER yang akan merugikan usaha Anda. Darimana data tersebut saya dapat? Dari om Hermawan lah, wkwkwkkwk…

Masih kata om Hermawan, kelompok ini berkontribusi terhadap hampir 70% jumlah customer yang hilang. Semakin banyak jumlah bad customer yang melakukan cross buying, sekuat apapun bisnis Anda, lama-kelamaan juga akan sulit untuk bertahan. Lha gimana mau bertahan wong 70% customer Anda bablas

Pertanyaannya sekarang adalah siapa sebenarnya “Bad Customer” ini? Kemudian bagaimana penjelasan detail dan ilmiahnya mengapa si “Bad Customer” ini bisa mempengaruhi penurunan penjualan?

Kalau benar “Bad Customer” tersebut bisa mempengaruhi hilangnya customer, bagaimana cara mengantisipasinya? Atau apakah sebaiknya cross selling strategies ini jangan dilakukan? Apakah “Bad Customer” ini juga berlaku bagi bisnis UKM?


Semua pertanyaan Anda di atas bisa Anda temukan di artikel “Evaluasi Pemasaran Cross Selling Strategy Anda Segera !!” Seri 2. Saya undur diri dulu, mohon maaf jika ada kekurangtepatan saya dalam penulisan ataupun penyampaian materi ini, selamat pagi, selamat beraktifitas…

(sumber gambar artikel evaluasi pemasaran produk, evaluasi pemasaran adalah, pengertian evaluasi pemasaran, cross sell adalah : thegypsynurse.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *