Ini Dia Penjelasan Lengkap Tentang Mesin Penanam Padi Otomatis

By on November 1, 2015
Ini Dia Penjelasan Lengkap Tentang Mesin Penanam Padi Otomatis

Dulu saya pernah menulis tentang mesin perontok padi kan? Itu lho… mesin yang mampu memberi efisiensi besar dalam proses pemanenan padi di lapangan?

Nah, karena sama-sama mempunyai efisiensi yang besar, kayaknya mesin penanam padi otomatis juga layak untuk kita bahas. Dua mesin “berlawanan” yang sama-sama oke punya, he..he..he..

Tapi sayangnya, mesin penanam padi otomatis buatan lokal masih dalam bentuk desain mesin atau prototype. Yang sudah ada adalah mesin penanam padi otomatis impor yang saat ini sudah masuk ke pasar nasional. Sayang ya?

Padahal keberadaan mesin penanam padi otomatis impor sama sekali belum bisa menyentuh lapisan masyarakat pertanian Indonesia secara umum. Anda tahu sendiri kan yang namanya mesin impor? Harganya larange rek !! Mahal sekali. Makanya susah buat nyentuh ke masyarakat pertanian Indonesia… Wong kebanyakan petaninya kelas menengah ke bawah.

Hal ini bisa dilihat dari proses tanam pertanian di sawah-sawah di sekitar kita. Proses tanam padinya masih manual dan tradisional. Dan itu terjadi di se-antero persawahan Indonesia. Mau di kawasan utama lumbung padi atau di kawasan pengiringnya, sama saja. 

Padahal kalau petani Indonesia menggunakan mesin penanam padi otomatis tersebut (bukan mesin tepung sayuran lho), mereka bisa menghemat kebutuhan tenaga kerja hingga 70%. Tinggi lho prosentase segitu. Misal Anda butuh 10 buruh tani untuk mengelola sawah Anda, dengan menggunakan mesin penanam padi otomatis, Anda hanya butuh 3 orang.

Jika gaji buruh tersebut 750 ribu rupiah per orang, Anda sudah hemat 5 juta 250 ribu rupiah !! Bayangkan… luar biasa kan? Selain itu, mesin penanam padi otomatis ini juga bisa bekerja dengan hasil yang sama baiknya dengan tenaga manusia tetapi dengan waktu pengerjaannya yang lebih pendek. Kurang apa coba?

Belum lagi isu baru yang muncul di masyarakat pedesaan, yaitu berkurangnya tenaga penggarap sawah secara drastis. Apa sebabnya? Faktor utamanya adalah mulai tingginya pendidikan masyarakat pedesaan sehingga mereka malas untuk bekerja sebagai buruh tani. Mereka lebih suka mencari pekerjaan yang lebih “bersih” seperti buruh pabrik, bisnis di pedesaan atau tenaga administrasi pertokoan.

Dengan kondisi tersebut jelas mesin penanam padi otomatis sangat diperlukan. Karena kalau tidak, produktivitas pertanian di desa akan semakin berkurang karena tenaga penggarapnya tidak ada. Mau Anda impor beras gara-gara nggak ada yang mau menanam padi? Ironis kan? Lahannya luas, penggarapnya nggak ada. Hedeh…

Tetapi berita baiknya, badan litbang Pertanian RI sudah mencoba melakukan perancangan desain mesin dan prototype untuk mesin penanam padi otomatis buatan lokal. Tentu saja nantinya mesin ini akan dibandrol dengan harga yang lebih terjangkau sehingga sesuai dengan daya beli petani. Harapannya, pertanian Indonesia meningkat dan Indonesia tidak perlu lagi impor beras.

Oh iya, sebentar… Anda tahu berapa perhitungan sebenarnya kalau Anda menggunakan mesin tanam padi otomatis ini? Well, menurut perhitungan sederhana di lapangan, untuk 1 hektar lahan sawah, Anda butuh 12 orang pekerja terlatih dengan masa kerja 10 jam per hektar.

Kalau Anda bandingkan dengan ujicoba desain mesin penanam padi otomatis prototype ini, Anda bisa menanam padi HANYA DALAM WAKTU 4 JAM dengan tenaga operator 1 HINGGA 2 ORANG saja. Sekarang Anda baru percaya kan kalau saya bilang mesin penanam padi otomatis ini membantu efisiensi kinerja pertanian?


Belum lagi keuntungan lainnya. Dengan masa tanam yang lebih cepat, Anda bisa mempersingkat musim tanam, memperluas lahan garapan serta mengatasi persoalan kekurangan tenaga kerja. Akhirnya Anda akan mempercepat masa panen dan memperbanyak hasil padi. Joss gandhos pokoknya !!

Yang lebih menarik lagi, desain mesin tanam padi otomatis buatan lokal ini sengaja mengadaptasi situasi lahan dan teknik tanam di lapangan saat ini, yakni metode penanaman “Legowo”. Anda tahu kan apa itu metode tanam “Legowo”?

Metode “Legowo” adalah hasil temuan dari riset litbang pertanian RI yang memungkinkan petani bisa menanam lebih banyak di lahan mereka. Lhoo… kok bisa metode “Legowo” membuat petani bisa menanam lebih banyak padi?

Penjelasannya seperti ini… Selama ini, sistem penanaman padi yang biasa Anda kenal adalah metode konvensional. Metode konvensional ini adalah metode yang digunakan di banyak negara penghasil beras. Pada metode konvensional ini, penanam membuat jarak tanam yang sama di tiap barisnya.

Sedang pada metode “Legowo”, pengaturan jarak tanam hanya untuk tiap 2 – 4 baris penanaman. Misal untuk jarak 2 : 1, antar baris 1 dan 2 berjarak 20 cm, maka antara baris 2 ke 3 berjarak sekitar 40 cm. Kemudian pada baris 3 ke 4, jarak tanam kembali pada ukuran 20 cm.

Sementara itu, mesin penanam padi otomatis di Indonesia buatan luar negeri masih mengadopsi metode penanaman 4 x 1 karena mereka mengadopsi teknik tanam konvensional. Padahal pertanian Indonesia sudah berangsur-angsur beranjak dari menggunakan metode penanaman konvensional menjadi penanaman metode “Legowo”.

Apa artinya? Artinya lama kelamaan mesin penanam padi impor tidak cocok dengan metode penanaman lokal. Petani akan lebih memerlukan mesin penanam padi otomatis buatan lokal… begitu. Dan ini akan menjadi masalah besar buat petani padi Indonesia.

Jadi jika pemerintah bisa membuat mesin penanam padi otomatis model “Legowo”, petani Indonesia akan “dobel” produktifitasnya… Sudah pakai metode Legowo, dilakukan oleh mesin penanam padi lagi. Mantab dah !!

Sebentar… Anda belum tahu bagaimana cara kerja mesin penanam padi otomatis lokal ini? Mesin tanam padi otomatis lokal ini dibuat dengan 2 lengan penanam di kedua sisi. Jarak antar sisi 40 cm, sedang jarak antara kedua lengan penanam 20 cm.

Posisi lengan berada di bawah persis bak penampung bibit yang nantinya secara satu persatu akan menjatuhkan bibit. Setiap bibit yang jatuh akan ditangkap oleh lengan penanam dan ditancapkan oleh lengan penanam tersebut ke tanah.

Oh iya… satu lagi. Mesin tanam padi sawah otomatis ini bergerak dengan tenaga dinamo 1 PK. Ia punya syarat khusus yang harus Anda penuhi jika Anda ingin mesin penanam padi otomatis ini bekerja dengan sempurna. Apa syaratnya? Tanahnya harus dalam keadaan homogen, sama kadar airnya, sama ratanya serta sama kekerasannya.


Sip !! Sepertinya sudah lumayan lengkap penjelasan saya tentang mesin penanam padi otomatis ini. Bila ada pertanyaan apalagi terkait harga mesin penanam padi otomatis, mohon tanyakan ke bagian litbang pertanian RI ya, jangan ke saya. Saya ora mudeng detailnya soale. Kalau mesin bakso lha saya tahu, wkwkwkwkwkkw…

(sumber gambar harga mesin penanam padi modern : trendmesin.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *