Mantan Manager Keuangan yang Kini Jadi Pengusaha Sukses di Indonesia

By on November 2, 2015
Mantan Manager Keuangan yang Kini Jadi Pengusaha Sukses di Indonesia

Saya masih ingat kejadian sekitar 8-9 tahun yang lalu, ketika saya masih “culun-culunnya” di dunia bisnis, saya datang ke rumah salah satu dan sekian banyak pengusaha sukses di Indonesia.

Namanya pak Bambang Triwoko, yang kini mungkin sudah berusia hampir 60 tahunan. Ia seorang pengusaha sukses di Indonesia yang punya 4 perusahaan di 5 jenis bisnis yang berbeda.

Waktu itu saya dan teman saya mang Yanuar, pemilik usaha rental mobil dan motor di Jogja diundang untuk datang dan saling bertukar pikiran tentang bisnis dan investasi.

Mungkin kata yang lebih tepat adalah mang Yanuar yang diundang, saya yang ikut nebeng datang, ha..ha..ha..

Di sana kami disuguhi beliau dengan berbagai macam visi bisnis yang luar biasa. Bahkan kami diajak untuk bermain Cashflow 101 (*sebuah permainan kecerdasan finansial dari Kiyosaki), sesuatu yang pada waktu itu untuk memimpikannya-pun saya tidak berani.

Maklumlah… namanya baru awal-awal merintis usaha, permainan yang waktu itu harganya 2 jutaan terasa sangat berat untuk saya beli. Penghasilan saya saja paling hanya sekitar 750 ribu rupiah. Kurangnya, saya dapatkan dari ngutang sana ngutang sini… Mana bisa saya beli papan Cashflow 101 yang harganya jutaan?

Nah, sewaktu kami berbincang-bincang plus ditemani dengan “suguhan mewah” dari beliau, saya terkesan dengan keberanian beliau dalam mengambil keputusan. Ternyata sebelum beliau memutuskan untuk terjun sebagai seorang entrepreneur, pak Bambang adalah seorang manager keuangan di perusahaan swasta dengan gaji yang terbilang cukup tinggi.

Dengan “keamanan gaji bulanan yang tinggi”, sulit bagi seorang karyawan untuk berani memutuskan keluar dari “zona nyaman” mereka. Makanya saya salut dengan pak Bams, panggilan akrab beliau, yang rela melepas semua “keamanan dan kenyamanan” beliau demi menjadi seorang entrepreneur.

“Saya sadar, mengubah mindset dari orang gajian menjadi seorang wirausaha mandiri itu tidak mudah. Karena itu saya benar-benar mempersiapkan diri saya, terutama keluarga.”, kata bapak yang telah dikarunai tiga orang putri ini. Dan satu lagi yang membuat saya kagum dengan beliau… Untuk merealisasikan impiannya, pak Bams merencanakan semuanya dengan matang.

Jarang ada seorang pebisnis awal yang mau melakukan hal ini. Di tiga tahun awal, pak Bams mencoba untuk mendirikan usaha air mineral dengan nama “Artha Biru”. Usaha tersebut ia dirikan tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi lebih dikhususkan untuk melatih jiwa kewirausahaannya. Jadi usaha ini ia jadikan semacam “latihan tempur” sebelum ia memutuskan untuk menjadi full entrepreneur.

Mengapa ia mengambil langkah tersebut? Karena pak Bams tahu betul bahwa ia belum mampu secara mental untuk langsung keluar dari pekerjaannya. Terlebih bagi keluarganya yang terbiasa hidup berkecukupan. “Selama tiga tahun saya jadi ampibi. Selain bekerja, saya menjadi wirausaha juga.”, kata Pak Bams.

Setelah di rasa “latihan untuk menjadi seorang full entrepreneur” tersebut cukup, ia terlebih dahulu memboyong seluruh keluarganya ke kota Jogja dari kota dimana ia tinggal dan bekerja… Jakarta. Mungkin pak Bams tahu bahwa suasana di kota Jogja lebih kondusif bagi keluarganya untuk menerima konsekuensi dari perubahan besar yang beliau lakukan.

Lalu apa yang beliau kerjakan di kota Jogja? Hal pertama yang beliau lakukan saat tiba di kota Jogja adalah memersiapkan “penopang hidup” bagi keluarga beliau. Dan yang beliau maksud dengan mempersiapkan “penopang hidup” tersebut adalah sebuah langkah yang cukup cerdas.

Secara bertahap tetapi pasti, Pak Bams bersama istri tercintanya membangun sebuah pondokan mahasiswi sekaligus rumah untuk tempat tinggal keluarga mereka. Sehingga jika nantinya terjadi hal-hal yang buruk, pak Bams dan keluarganya masih bisa bertahan untuk hidup.


Perlu Anda ketahui bahwa di kota Jogja, bisa di kata tidak ada pondokan atau kost-kostan yang kosong. Hampir setiap tahun pelajar dan mahasiswa yang datang dari luar daerah selalu bertambah. Rupanya pak Bams jeli memanfaatkan “kondisi” tersebut. Ia menciptakan “gajian bulanan” dari pondokan pengganti gaji bulanannya sewaktu masih bekerja.

Dan akhirnya pada tahun 2002, ia benar-benar berhenti dari pekerjaannya untuk membenahi manajemen usaha air mineral beliau yang ternyata berantakan. Namun takdir berkata lain. Usahanya tersebut kolaps satu tahun kemudian.

Pak Bams mengaku telah kehilangan uang lebih dari 200 juta rupiah. Jumlah yang cukup besar. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur karena ia masih mampu bangkit dan belajar dari kegagalan tersebut. Tidak banyak orang yang bisa seperti beliau… orang yang bisa bangkit dari kehilangan ratusan juta mengingat beliau dulunya adalah seorang karyawan.

Tetapi beliau mengakui bahwa kendati sudah mempersiapkan diri secara serius dan terencana, ia tetap saja mengalami shock dan gamang di awal-awal terjun sebagai seorang full entrepreneur. “Berbagai rutinitas berikut status dan penghormatan yang kita terima ketika menjadi karyawan, tiba-tiba lenyap begitu saja. Itu yang sering bikin shock.”, kata suami dari ibu Sri Hartati ini.

Istrinya pun tak kalah kagetnya. Yang dulunya setiap bulan ia menerima uang yang lebih dari suaminya, kini hal itu sudah tidak terjadi lagi. Mereka berdua harus berusaha untuk mengoptimalkan tabungan yang ada plus dari usaha pondokan mereka sebagai penopang hidup sehari-hari.

Lebih dari setahun Pak Bambang -yang juga salah satu tokoh senior dari komunitas bisnis TDA Joglo- mengalami kegamangan seperti itu. Beruntungnya, ia banyak berkumpul di berbagai macam komunitas bisnis di kota Jogja dan Jakarta, sehingga jiwa entrepreneurship beliau tetap terjaga.

Dan ternyata dengan bergabungnya pak Bams ke berbagai macam komunitas positif menjadi awal pembuka jalan kesuksesan bagi dirinya. Beberapa usaha Pak Bambang yang sukses adalah usaha yang ia buat bersama rekan-rekannya di salah satu komunitas-komunitas positif tersebut.

Contohnya Classy Tent, usaha persewaan tenda. Usaha tersebut muncul justru dari kongkow- kongkow arisan tempat dimana dulu ia bekerja. Selain itu, usaha isi ulang tinta Refillo adalah hasil patungan dengan sejumlah rekan-rekan komunitasnya. Demikian pula dengan usaha jasa konstruksi yang merupakan kerjasama dirinya dengan beberapa rekan kerja lamanya.

Bambang Triwoko juga mengakui bahwa pola bisnisnya sekarang ini merupakan cara dirinya untuk mendiversifikasikan sumber penghasilan. Dia “bekerja” melalui dua kuadran, yakni kuadran business owner atau kuadran “B” dan kuadran investor atau kuadran “I”.

Sebagai kuadran “B”, ia mengantongi penghasilan dari hasil bisnis sub distributor air mineral dan pondokan mahasiswi. Sebagai investor, ia berharap memetik hasil dari investasi yang ia tanamkan di usaha penyewaan tenda, isi ulang tinta serta jasa konstruksi. Usahanya tersebar di kota Klaten, Yogyakarta, Bekasi hingga Jakarta.

Sekarang, pak Bambang Triwoko banyak meluangkan waktunya untuk memberikan nasehat-nasehat dan petuah-petuah tentang bisnis kepada anak-anak muda. “Jika ingin konsultasi mengenai apa saja termasuk bisnis, rumah saya selalu siap terbuka untuk siapa saja. Asalkan memberi kabar sebelumnya, saya bisa membantu.”, pungkasnya.

Bahkan beberapa anggota dari TDA Joglo pun sering berkunjung hingga jam 12 malam di rumah beliau yang terletak di daerah Pringwulung Jogja ini. Well, meskipun saya hanya sempat bertatap muka dengan beliau sekali saja, ada hal positif yang bisa saya dapatkan dari beliau.

Bahwa siapapun kita dan apapun latar belakang kita, jika kita mau terus mencoba, insyaa Allah selalu ada jalan untuk maju. Lihatlah keberanian pak Bambang. Di saat teman-temannya tetap berkutat dengan pekerjaannya, ia berani melepas pekerjaan dengan jabatan yang diimpikan oleh banyak orang demi keinginannya untuk hidup mandiri.


Jika ia bisa menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia, Anda pun tentu bisa. Tinggal sekarang tanyakan ke hati kecil Anda, beranikah Anda memutuskan langkah untuk terjun ke dunia bisnis dan investasi seperi langkah yang dilakukan oleh pak Bams? Beranikah? Hanya Anda yang bisa menjawabnya…

(sumber gambar artikel pengusaha sukses di indonesia, kisah pengusaha sukses, profil pengusaha sukses, contoh pengusaha sukses, artikel tentang pengusaha sukses : iamattila.com)

Artikel Sebelumnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. yunda

    June 25, 2016 at 22:44

    Saya sudah banyak mencoba untuk merintis usaha tapi selalu kegagalan yg di dapat, kalau boleh saya minta no kontak nya pak bambang, trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *