Bahayanya Anda Melupakan Proses Bisnis Perusahaan yang Satu Ini


By on November 6, 2015
Bahayanya Melupakan Proses Bisnis Perusahaan yang Satu Ini

Anda baru cari proses bisnis perusahaan yang sifatnya teknis? Kalau ya maaf… mungkin artikel proses bisnis perusahaan yang akan saya tulis ini tidak cocok untuk Anda.

Mengapa? Karena saya tidak akan membahas masalah teknis. Saya akan membahas hal yang lebih penting yang akan menentukkan berjalan tidaknya proses bisnis perusahaan secara teknis tadi.

Apa itu? Yaitu bagaimana sikap dan keputusan Anda dalam hal menentukkan mana proses bisnis perusahaan yang harus Anda prioritaskan terlebih dahulu. 

Lalu apa pentingnya seorang pebisnis harus tahu bagaimana caranya menyikapi prioritas proses bisnis perusahaan? Mister Robert J McKain berkata, “Alasan mengapa kebanyakan tujuan utama tidak tercapai adalah karena kita melewatkan waktu kita untuk melakukan hal-hal nomer dua lebih dulu.”

Sebelum saya jelaskan bagaimana bahayanya jika Anda tidak bisa memprioritaskan hal-hal besar dalam bisnis Anda, ada baiknya Anda baca beberapa paragraf berikut ini. Saya tidak bermaksud untuk bertele-tele. Tapi dengan Anda membaca beberapa paragraf berikut ini, Anda akan tahu begitu besarnya bahaya yang bisa ditimbulkan akibat dari tidak bisa membuat skala prioritas proses bisnis perusahaan…

Beberapa waktu yang lalu, mungkin banyak dari kita yang lupa dengan berita tersebut, ada sekitar 300-an ikan paus tiba-tiba mati. Penyebab kematian ratusan ikan paus tersebut tidak lain adalah terjebaknya mereka ke sebuah teluk gara-gara memburu ikan sarden.

Dari fenomena tersebut, ada satu kejadian unik yang sangat membekas di pikiran seseorang, khususnya bagi yang jeli mengambil hikmah dari sebuah kejadian. Yaitu sebuah komentar yang berbunyi, “Ikan kecil memikat raksasa laut ke kematiannya… Mereka menemui kematian yang mengenaskan karena mengejar tujuan kecil, dengan ‘melacurkan’ kekuatan besar untuk tujuan yang tidak penting.”

Agak “sadis” juga komentarnya… Tetapi memang demikian adanya. Seringkali hal-hal kecil dalam kehidupan menyandung langkah besar kita. Seperti pada contoh tragis yang satu ini, yaitu kejadian jatuhnya pesawat jumbo jet dari maskapai penerbangan Eastern Airlanes yang jatuh di rawa-rawa Everglades di Florida, Amerika Serikat. 

Saat pesawat mendekati bandara untuk melakukan pendaratan, lampu tanda pelepasan roda pendaratan yang seharusnya menyala tiba-tiba mati. Pesawat terbang tersebut berputar agar kru kokpit punya waktu untuk melakukan pengecekan apakah roda pendaratannya tidak bisa turun, atau hanya bola lampu isyaratnya saja yang mati.

Kemudian ahli teknik penerbangan pesawat mencoba untuk melepaskan bola lampu tersebut. Tetapi sayangnya, bola lampu tersebut tidak bergerak sehingga kru lainnya berusaha membantu ahli teknik penerbangan tersebut.

Sementara mereka berkutat dengan bola lampu, tidak ada seorang pun yang memperhatikan pesawat kehilangan ketinggian. Akhirnya kejadian naas pun terjadi. Pesawat terbang tersebut meluncur begitu saja langsung ke rawa-rawa.

Berpuluh-puluh orang tewas dalam kejadian tersebut. Kru yang terdiri dari pilot berpengalaman dengan gaji yang tinggi sibuk mengurusi bola lampu dengan harga tidak sampai seratus ribu, nyawa puluhan penumpang yang tidak ternilai harganya hilang seketika.

Well… hal itu juga bisa terjadi dalam proses usaha atau proses bisnis perusahaan. Seberapa sering Anda lebih memprioritaskan hal-hal kecil daripada hal-hal besar yang seringkali membuat tujuan perusahaan tidak terlaksana? Pernahkah Anda hitung?

  • Ribut dengan partner bisnis gara-gara hal sepele sehingga bisnis yang Anda bangun bubar karena Anda dan partner Anda tidak bisa menahan ego pribadi.
  • Membeli peralatan yang tidak penting -demi kepuasan pribadi- seperti furniture kantor yang mahal yang menyebabkan uang perusahaan habis.
  • Lebih mementingkan tampilan perusahaan yang keren dibandingan performa penjualan agar bisa dikatakan sukses oleh teman seangkatan.
  • Mendahulukan membeli mobil sedan mewah dengan uang perusahaan daripada membeli mobil niaga yang tidak terlihat keren.
  • Lebih suka menahan uang cash dibandingkan membelanjakannya untuk keperluan iklan perusahaan yang jelas-jelas bisa mengangkat penjualan.
  • Mengurusi hal-hal sepele seperti packing kayu atau bersih-bersih ruangan demi “pengiritan” daripada menyewa office boy (padahal secara keuangan sangat mampu) yang bisa membuat Anda lebih punya waktu untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih besar seperti mempersiapkan buka cabang.
  • Mengurangi komposisi produk karena kenaikkan bahan baku lebih diutamakan daripada memperhatikan kepuasan pelanggan loyal yang bisa saja lari karena mereka tidak puas.
  • Lebih suka langsung memproduksi sebuah produk baru daripada melakukan riset pasar guna mengetahui seperti apa produk yang disukai oleh konsumen.

Dan masih banyak lagi yang tentunya tidak cukup kalau saya tulis semua. Dan berita buruknya… saya seringkali melihat sebuah usaha yang susah-susah dibangun AMBRUK gara-gara mereka LEBIH MENGURUSI HAL-HAL SEPELE di atas. Ingatlah selalu bahwa kalau prioritas kecil menuntuk terlalu banyak dari Anda, masalah besar akan timbul !! 

Anda tidak ingin hal tersebut terjadi pada bisnis Anda bukan? So, kalau Anda benar-benar ingin mempunyai bisnis yang sukses, prioritaskan proses bisnis perusahaan yang menurut Anda NOMER DUA di belakang prioritas yang NOMER SATU.

Jangan pelihara “ego” Anda sehingga tindakan Anda hanya didasarkan atas emosional belaka. Hindari melakukan tindakan sepele, prioritaskan hal yang lebih besar dan lakukan hal tersebut secara konsisten.

Ingat, saya tidak menyuruh Anda untuk meninggalkan proses bisnis perusahaan yang kecil. Saya tetap menyarankan kepada Anda untuk menyelesaikan proses bisnis perusahaan Anda yang kecil, tetapi setelah Anda menyelesaikan proses bisnis perusahaan yang lebih besar. Dan ini yang lebih penting daripada hal-hal yang berbau teknis.

Selamat pagi, selamat beraktifitas, sukses untuk Anda !!

(sumber gambar artikel contoh proses bisnis perusahaan adalah : www.chrsolutions.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. Intan

    May 4, 2016 at 18:19

    kadang-kadang pembeli saya meributkan hal-hal kecil dari produk yang kami buat. mereka lupa kalau buatan tangan beda hasilnya dengan produk dari mesin-mesin canggih. Tapi saya tetap menikmati proses bisnis saya meski sering di komplain. Biasa aja…orang sini kurang menghargai produk handmade yang dibuat dengan susah payah…tapi bangga dengan produk-produk import yang tidak murah..padahal cuma produk tiruannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *