Arti Waralaba Sebenarnya yang Banyak Orang Tidak Tahu

By on November 8, 2015
Arti Waralaba Sebenarnya yang Banyak Orang Tidak Tahu

Artikel tentang arti waralaba ini adalah buah dari bincang-bincang saya dengan salah teman lama di warung makan sea food beberapa hari yang lalu.

Dalam dialog tersebut, ternyata ada satu hal penting tentang hakekat waralaba yang banyak orang tidak tahu. Sepintas tidak terlalu penting untuk mengetahui pengertian bisnis waralaba.

Tetapi jika hal ini dibiarkan, lambat laun banyak orang yang akhirnya terjebak dengan definisi waralaba yang kurang tepat yang sudah terlanjur “beredar” di masyarakat.

Seperti yang dialami oleh teman saya tadi. Hampir saja dia melakukan sesuatu yang membahayakan dengan mencoba mewaralabakan bisnis barunya. Saat itu saran saya hanya satu, “jangan !!”.

“Lho dok… bukannya bagus langkah yang diambil oleh temannya tadi. Apa bukannya saran dokter yang justru menghambat perkembangan bisnisnya?”. Mungkin dari kacamata orang kebanyakan, langkah teman saya tadi benar. Dan dari kacamata kebanyakan orang lagi, saran saya bisa menghambat bisnisnya.

Tetapi bagi yang tahu pengertian waralaba yang sebenarnya, langkah yang saya sarankan tersebut lebih “mengamankan” bisnisnya. “Kok bisa dok? Dari sudut pandang mana Anda bisa ‘berdalil’ seperti itu dok?”… Wokeh, saya akan terangkan kepada Anda apa arti waralaba, hakikat cara bisnis waralaba serta pengertian waralaba yang sesungguhnya.

Apa itu arti waralaba? Well, menurut bahasa Perancis, waralaba atau franchise berarti hak atau kebebasan. Sedangkan menurut Wikipedia Inggris, arti waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan.

Kalau menurut pemerintah Indonesia, arti waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Sedangkan kalau menurut kebanyakan orang, arti waralaba adalah sebuah bisnis cepat yang menguntungkan yang mudah untuk dilakukan. Lalu apa arti waralaba yang sebenarnya? Mohon maaf sebelumnya, tanpa bermaksud menggurui siapapun, saya mempunyai arti waralaba yang berbeda dengan yang sudah ada. Arti waralaba tersebut saya simpulkan dari penjelasannya Robert Kiyosaki.

Apa itu waralaba? Waralaba adalah salah satu cara atau skema dalam mengembangkan sebuah bisnis.

“Hmmm… apa maksudnya dok?”. Maksudnya, sistem waralaba adalah sebuah skema yang lebih diperuntukkan untuk mengembangkan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan penghasilan dari si pemilik bisnis itu sendiri.

Jadi si pemilik bisnis atau yang lebih dikenal dengan sebutan franchisor menggunakan uang si pembeli franchise atau yang biasa disebut franchisee untuk membesarkan bisnisnya. Barternya, ia menjual kepada si pembeli franchise sebuah sistem bisnis yang sudah siap berjalan sehingga harapannya si franchisee punya penghasilan dari sebuah bisnis tanpa perlu bersusah-susah membangunnya.

Cuman perlu Anda ketahui, cara mengembangkan sebuah bisnis itu ada 4 model. Yaitu dengan menggunakan sistem waralaba seperti yang saya terangkan di atas, atau dengan membuka cabang usaha, atau dengan cara joint venture, atau dengan membuat perusahaan go public yang biasa dikenal dengan istilah IPO (Initial Public Offering). Penjelasan rincinya ada di artikel ini.

So, jika Anda jeli dengan penjelasan saya di atas, bukti bahwa sistem waralaba adalah cara mengembangkan sebuah bisnis dan bukannya seperti apa yang diyakini oleh masyarakat umum, ada di paragraf sebelum paragraf ini. Tidak percaya? Okay, saya ajak logika Anda untuk berpikir.

Coba Anda bayangkan seolah-olah Anda mempunyai sebuah bisnis di yang sudah mapan sistemnya. Bisnis Anda tersebut berlokasi di daerah “X”. Kemudian Anda ingin membuka lagi “kembaran” bisnis Anda di daerah “Y” dengan tujuan agar laba bersih bisnis Anda meningkat.


Well… saya tanya kepada Anda sekarang, bisakan Anda membuat “kembaran” usaha Anda tadi baik dengan modal Anda maupun dengan modal orang lain? Tentu bisa lah !! Nah, kalau dengan modal Anda sendiri, berarti Anda membuka cabang. Kalau dengan modal orang lain, berarti Anda membuat waralaba atau men-joint venture-kan bisnis Anda.

Coba Anda resapi kalimat di atas dengan seksama. Semuanya pada dasarnya sama hakekatnya kan, yaitu MENGEMBANGKAN SEBUAH BISNIS. Benar tidak? Kalau om Tung Desem Waringin bilang menciptakan FAKTOR KALI… 1 tempat penghasilannya kali satu, 2 tempat kali 2, 10 tempat kali 10 penghasilannya. Mau gimana cara melipatgandakan bisnisnya terserah… yang penting faktor kali.

Sampai di sini paham dengan apa yang saya maksud? So, dengan penjelasan arti waralaba di atas, Anda harus tahu 2 hal penting jika Anda ingin “bermain” di investasi waralaba.

  1. Bagi Anda yang berposisi sebagai orang yang akan membeli waralaba.
    Tentunya Anda sudah paham bahwa hakekat dari sistem waralaba adalah lebih ke “kepentingan” si pemilik usaha tersebut, yaitu mengembangkan bisnis mereka. Walaupun demikian, mereka juga paham bahwa mereka butuh Anda sebagai partner bisnis yang siap secara tempat, modal dan operasional bagi bisnis mereka. So, mereka mau “membagi kue” mereka kepada Anda tetapi dengan syarat, Anda memberikan mereka modal dengan cara “membeli sistem bisnis mereka”. Dengan kondisi yang seperti ini, Anda harus siap untuk “mengeluarkan uang lebih banyak”. Makanya jangan heran kalau bisnis waralaba yang bagus itu rata-rata harganya mahal.
  2. Bagi Anda yang berposisi ingin membuat bisnis franchise atau bisnis waralaba.
    Anda ingat kan bahwa hakekat dari sistem waralaba adalah sebagai faktor kali bisnis Anda? So, Anda harus paham betul bahwa sistem waralaba BUKAN SEBUAH JENIS BISNIS. Sistem waralaba adalah cara untuk MENGEMBANGKAN SEBUAH BISNIS. Jadi salah besar jika Anda berniat untuk langsung membuat bisnis dengan skema franchise atau waralaba. Apa alasannya? Karena sistem Anda belum teruji. Bagaimanapun usaha Anda dan sebesar apapun tenaga Anda untuk “menyempurnakan” sistem waralaba bisnis Anda, hal itu tidak akan bisa terjadi. Karena kodrat dari sistem waralaba adalah sebagai cara untuk mengembangkan sebuah bisnis. Dan lagi, sistem waralaba itu bisa menjadi sempurna karena ia sudah berjalan dan mengalami perbaikan selama bertahun-tahun. Lihatlah McDonalds, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut dan waralaba-waralaba besar dunia. Mereka tidak serta merta langsung mem-franchisekan bisnis mereka. Mereka “menstabilkan” bisnis mereka terlebih dahulu baru “me-waralaba-kan” bisnis mereka. Kecuali kalau Anda ingin mendapatkan uang besar dari hasil menjual franchise, bukan dari meningkatkan faktor kali. Dan bagi saya, “perbuatan” seperti ini buruk sekali !!

Lalu apa kesimpulannya? Kesimpulannya adalah bagi Anda yang ingin membeli waralaba, berhati-hatilah. Lihatlah apakah si franchisor langsung membuat bisnis dengan skema waralaba atau mereka me-waralaba-kan usahanya setelah mereka bertahun-tahun membangun usahanya.

Jika si franchisor langsung membuat bisnis dengan skema waralaba, kemungkinan besar ia hanya berniat untuk mendapatkan uang cepat dari hasil penjualan franchise. Dan ini berbahaya bagi Anda !! Karena sepanjang yang saya tahu, bisnis dengan langsung menerapkan skema waralaba biasanya belum teruji. Karena belum teruji, seringnya bangkrut.

Lalu bagi Anda yang ingin membuat bisnis langsung dengan skema waralaba? Ingatlah selalu hakekat dari sistem waralaba yang notabene hanyalah sebagai salah satu cara untuk mengembangkan usaha. Bangunlah satu dulu usaha Anda hingga bisa berjalan tanpa membutuhkan keberadaan Anda, barulah Anda gunakan waralaba sebagai faktor kali bisnis Anda.

Anda tidak akan bisa sukses dengan langsung membuat usaha dalam jumlah yang sangat banyak dengan sistem yang sangat rapuh. Tetapi jika Anda ingin menjadi franchisor dengan cara membuat bisnis berskema waralaba hanya untuk mengejar FEE atau UANG CEPAT dan BESAR dari orang-orang yang membeli waralaba Anda… berhentilah !!


Ingatlah bahwa usaha itu tidak melulu identik dengan uang yang melimpah. Tanggung jawab moral, barokah dan kehalalan adalah faktor yang lebih penting dibandingkan dengan keuntungan yang berlipat tetapi dengan jalan yang bathil. Okay, sepertinya jam sudah menunjukkan 8 malam. Saatnya saya undur diri, selamat malam, selamat beristirahat…

(sumber gambar artikel arti waralaba, arti franchise, definisi franchise, pengertian franchise dan apa itu franchise : articles.bplans.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *