Teknik Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Kepemimpinan

By on November 8, 2015
Teknik Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Kepemimpinan

Soft skill… keahlian yang kadang terlihat “basi” kalau dituliskan, tetapi buat mraktekkin sampai bener-bener bisa maksimal hasilnya, bujubuneng susahnya…

Contohnya teknik pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan. Ini soft skill… Tapi dari awal saya bangun bisnis sampai sekarang, selalu aja merasa ada yang kurang tepat dalam pengambilan keputusan.

Beda dengan menghitung modal awal misalnya. Semuanya bisa dihitung dengan pasti. Yang nggak pasti cuman investor mana yang mau nurunin modalnya buat usaha saya, wkwkwkkwkw…

Itu hitungan… matematis. Lha kalau soft skill macam teknik pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan, susah sekali lihat indikator maksimal keberhasilannya. Beruntungnya, saya punya adik ipar yang kuliah di manajemen. Jadinya ada ilmu-ilmu soft skill yang dikit-dikit bisa saya terapkan lah…

Termasuk yang saya akan bahas sekarang ini, teknik pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan. Kata “buku manajemen bisnis” adik ipar saya, supaya Anda bisa mengambil keputusan dengan tepat, ada faktor-faktor penting yang harus Anda pertimbangkan, baik yang punya hubungan langsung, maupun yang tidak.

Dan salah satu faktor yang benar-benar sangat berpengaruh dengan hasil dari teknik pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan Anda adalah KERASIONALAN Anda dalam memutuskan sebuah hal. Sepele, tapi mak jang… susahnya minta ampun !! Contohnya nih, waktu saya ingin pindah lokasi usaha. Secara rasional, saya seharusnya tidak memutuskan untuk pindah showroom.

Apa alasannya? Saat kontrakan showroom saya habis, pas berbarengan dengan terjadinya krisis moneter. Dengan terjadinya krisis moneter sudah pasti penjualan saya drop sak drop-drop’e… Harga sewa ruko saya sangat murah. Hanya 8,5 juta rupiah untuk ruang seluas 4 x 18 meter persegi.

Sewaktu saya harus memperpanjang ruko, banyak hal yang menggoda saya untuk segera pindah dari lokasi tersebut. Performance usaha… Walaupun ruko saya luas, tetep aja bentuknya jelek. Wong harganya murah. Beda kalau ruko luas tapi harganya 100 juta rupiah. Pasti joss gandhos kotos-kotos lah…

Kenyamanan… Sebelah ruko saya adalah bengkel cat mobil. Kadang kalau pas ada order, asap catnya kemana-mana dan masuk ke ruang usaha saya. Semua “civitas perkantoran” saya merasa tidak nyaman. Bahkan terkadang, kami harus masuk ke ruang tengah untuk menghindari “serangan senjata kimia” tersebut. 

Gengsi… Usaha saya sekarang sudah terbilang cukup besar untuk kelas UKM. Omset per bulan saya mencapai ratusan juta. Sebagai seorang manusia biasa, saya wajar dong ingin menunjukkan hasil usaha saya ke rekan saya, ke kompetitor saya bahkan ke mertua saya. Lha gimana mau nunjukkin kalau bentuk rukonya saja sudah kayak “getuk lindri”, wkwkwkkwkw…

Dari cerita saya di atas, seharusnya saya tidak pindah kan? Mengapa? Karena saat terjadi krisis keuangan di Indonesia, penjualan baru lesu. Saat seperti itu uang tunai jauh lebih penting dari segalanya. Sedangkan alasan-alasan yang lain bisa saja saya atasi. Masalah kenyamanan dan gengsi, bisa dihilangkan dengan cara menekan ego dan rasa tidak puas.


Kalau masalah “serangan senjata kimia” dari bengkel cat tetangga sebelah, tinggal pasang pintu kaca selesai. Tentu saja harganya masih bisa terjangkau. Lha kalau pindah ruko? Harga paling murah 50 juta rupiah !! Dan itu harus minimal 2 tahun.

Berarti saya harus sedia 100 juta rupiah HANYA demi hal-hal yang sebenarnya tidak begitu urgent. Belum pajak sewa ruko yang pasti dibebankan kepada si penyewa yang sudah punya badan usaha. Besarnya 10% lagi… Pahit kan?

Dengan uang 110 juta rupiah, seharusnya saya tetap bertahan di ruko saya paling tidak 1 tahun ke depan guna melihat bagaimana perkembangan ekonomi bangsa ini. Paling naik-naiknya cuman 2 juta rupiah. Jadi untuk perbaikan plus sewa kontrakan, saya mentok hanya mengeluarkan 30 juta rupiah sudah termasuk pajak. Save 80 juta rupiah kan?

So, pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan yang efektif memerlukan adanya tindakan yang rasional. Dan untuk bertindak ataupun mengambil keputusan yang efektif tersebut, Anda butuh 4 syarat yang harus Anda penuhi…

  1. Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak akan terpenuhi kecuali harus melalui tindakan yang positif.
  2. Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya.
  3. Harus punya kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian dari berbagai alternatif sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan.
  4. Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik.

Dengan Anda menggunakan keempat teknik pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan di atas, kemungkinan besar hasil keputusan yang akan Anda dapatkan akan efektif dan maksimal. Itu akan berdampak baik bagi usaha Anda.

Anda benar-benar terlatih untuk selalu mengambil tindakan positif, melihat sebuah keputusan dari sisi kelebihan dan kelemahannya, punya alternatif pilihan yang banyak berikut analisisnya serta terbiasa memilih alternatif pilihan yang terbaik karena Anda bisa mengalahkan dorongan emosional yang negatif.


Mantabs kan? Jadi sekali lagi jika Anda ingin mengambil keputusan, pakailah 4 syarat teknik pengambilan keputusan dalam manajemen kepemimpinan di atas. Ingat, baik buruknya sebuah keberlangsungan perusahaan ditentukan oleh pengambilan keputusan Anda, tentunya dengan ijin Allah SWT…

(sumber gambar artikel metode pengambilan keputusan, model pengambilan keputusan: coloradocoachingcompany.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. Menjadi pemimpin harus siap dan cepat dalam pengambilan keputusan

  2. fahrul rahmat

    March 29, 2016 at 16:17

    KISAH SUKSES SAYA 4 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi
    dan Akhirnya Berhasil Sampai sekarang PNS adalah profesi yang sangat diidam-idamkan
    oleh kebanyakan orang di Indonesia. Terbukti, setiap kali pemerintah membuka pendaftaran
    CPNS, peserta yang mendaftar selalu membludag. Menjadi PNS memang nikmat sekali
    rasanya. Wajar jika ribuan orang rela berdesak-desakan demi mendapatkan kursi PNS. Saya
    Akan Berbagi Cerita Nyata Dengan Kalian Semua. Mohon maaf mengganggu waktu dan
    rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga
    bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2015 yang lalu, dan Saya
    ingin berbagi cerita kepada anda, nama saya Fahrul Rahmat.S.Pd ini cuma seorang guru Honorer di SD 001
    Pagaran Tapah Riua, Sudah 8 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan
    saya sudah 4 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah,
    namun teman saya memberikan no tlp Bpk Agus Sutiadi.M.Si beliau selaku
    (Biro kepegawaian bagian kerjasama antar lembaga) di BKN PUSAT. saya pun hubungi beliau
    dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya
    sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa
    lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau yang
    sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda
    bisa,Hubungi Bpk Agus Sutiadi.M.Si No Hp Beliau: 0818-210-946 siapa tahu
    beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi PNS. Sedikit
    Tambahan Bahwa tanggal 02 Desember 2015 kemarin saya melakukan komunikasi
    pembicaraan kepada beliau untuk bisa meluluskan adik saya yang perawat sebagai CPNS ke PNS. Memang
    Pemerintahan Sudah mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni melakukan moratorium
    penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Selama 5 Tahun & Masalah Ini Sudah Saya
    Sampaikan Kepada Bpk Agus Sutiadi.M.Si Beliau Hanya menyampaikan kepada saya
    selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,
    Wassalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *