Bisnis Rumah Makan Lesehan : Usaha Nasi Goreng Sukses


By on November 9, 2015
Bisnis Rumah Makan Lesehan : Usaha Nasi Goreng Sukses

Hobi saya kuliner. Kuliner yang paling saya sukai nasi goreng. Jadi kalau ada yang buka bisnis rumah makan lesehan atau gedongan macam usaha nasi goreng sukses, mesti saya jabanin.

Usaha nasi goreng gerobak, usaha nasi goreng kambing, usaha nasi goreng pinggir jalan, usaha nasi goreng keliling sampai usaha nasi goreng bungkus di warung koboi juga sudah pernah saya “hajar”.

Saking banyaknya nasi goreng yang saya cobain, saya jadi tahu bahwa bisnis rumah makan lesehan atau gedongan yang satu ini punya kesamaan… sama-sama padat persaingannya, wkwkwkwkkw…

Tetapi walaupun persaingannya padat, ada sisi positifnya juga. Usaha nasi goreng ini, kalau sudah punya pelanggan, kadang mereka suka kultus individu… Susah banget buat pindah ke lain hati. Kecuali kalau rasanya sudah kebangetan ya. Eh… ini berita baik apa berita buruk ya? 

Kalau usaha nasi goreng sukses Anda sudah punya pelanggan, jelas ini berita baik lah. Tetapi kalau Anda baru saja buka dan saingan Anda ternyata ada di seberang jalan, lha ini yang repot… pelanggannya nggak mau pindah soalnya, ha..ha..ha..

Lalu bagaimana caranya membuat usaha nasi goreng sukses? Bagaimana caranya agar bisnis rumah makan lesehan dan gedongan ini bisa memasuki pasar yang “katanya” persaingannya cukup ketat? Apa sebaiknya harga jual per porsinya dikurangin? Atau mungkin sebaiknya usaha nasi goreng sukses didirikan di lokasi yang lalu lalangnya ramai

Bujubuneng… banyak kali pertanyaannya. Well, kalau boleh jujur, saya juga kurang bisa memberikan sebuah masukan yang pasti kepada Anda. Ya maaf-maaf saja, bisnis saya bukan usaha nasi goreng unik. Tetapi ingat, karena saya penggemar nasi goreng, otomatis saya punya banyak pengalaman “menyatroni” bisnis nasi goreng sukses kan?

Dan berhubung saya juga pebisnis, saat makanpun, “insting” bisnis saya selalu muncul. Pertanyaan dan analisis seperti, “Apa ya kira-kira yang buat bisnis nasi goreng pinggir jalan ini ramai?”, “Oo.. jadi ini yang bikin bisnis nasi goreng gerobak bapak itu bangkrut…”, “Lho, bisnis nasi goreng gerobak pak “X” kok gerobaknya dibuat macam punya franchise Tela-Tela“, selalu saja muncul.

So, insting bisnis saat menyatroni bisnis nasi goreng kambing, sapi, telor bahkan nasi goreng kucingan inilah yang akan saya bagikan kepada Anda. Dan kebetulan sekali, asisten online saya membagikan beberapa data bisnis nasi goreng kaki lima di luar kota dimana saya tinggal. Jadi sekalian saja saya bagikan kepada Anda.

Well, apa saja contoh sekaligus tips dan kiat membuka usaha nasi goreng sukses di tengah padat dan “nggilaninya” persaingan di bisnis rumah makan lesehan dan gedongan ini? Monggo silahkan Anda simak…

  • Usaha Nasi Goreng dengan Diferensiasi Semur Daging
    Di salah satu sudut kota Medan, tepatnya di Jl. Sutrisno kawasan pasar Sukaramai Medan, berdiri satu warung tenda dengan tajuk “Nasi Goreng Pak Kumis”. Konon katanya nih, kedai nasi goreng ini sudah ada sejak tahun 60′ an. Tetapi bertahannya usaha nasi goreng “Pak Kumis” ini bukan karena sudah tua dan sarat pengalaman. Buktinya banyak nasi goreng di kota Medan yang muncul berbarengan dengan usaha nasi goreng sukses “Pak Kumis” ambrol di tengah jalan. Tetapi karena dia punya strategi produk yang kuat, yaitu menyajikan nasi goreng dengan “kucuran” semur daging sebesar dadu yang membuat usaha nasi goreng sukses miliknya digandrungi banyak orang. Dengan cara masak yang tepat, nasi goreng berpadu dengan telur dadar plus bawang dan semur daging sebesar menjadi bisnis rumah makan lesehan yang paling dicari di kota Medan.
  • Usaha Nasi Goreng dengan Diferensiasi Kaya Warna
    Sebenarnya konsep “kaya warna” di dunia kuliner bukan lagi barang yang baru. Contohnya usaha mie ayam hijau. Anda pernah tahu juga kan? Nah, konsep tersebut diadopsi ke usaha nasi goreng hijau, merah, ungu, hitam hingga jingga. (*Gimana kalau mie ayam warna “obar-abir” ya? Juling ntar orang yang lihatnya, wkwkwkkkw…). Dengan memadukan bumbu rahasia Anda bercampur dengan pewarna alami seperti buah bit, sawi hijau dan cabe hijau, wortel, tinta cumi dan kluwek hingga ubi ungu, tampilan nasi goreng Anda akan menarik orang. Hanya saja yang perlu Anda ingat, tampilan dengan warna yang berbeda adalah taktik marketing. Intinya tetap di rasa dari usaha nasi goreng Anda. Kalau rasa dari nasi goreng Anda “sepo” atau nggak enak, diferensiasi dari warna itu hanya akan mendatangkan konsumen untuk datang YANG PERTAMA KALINYA. Selanjutnya, terserah mereka… untuk tidak datang kembali. Untuk penjelasan lengkap yang satu ini, Anda harus baca artikel beda strategi dengan taktik marketing
  • Bisnis Nasi Goreng dengan Diferensiasi Bumbu Rendang
    Ide diferensiasi ini ditemukan oleh asisten online saya di kota Gombong, Kebumen. Maklum lah, beliau tinggalnya di Gombong, kota “ngapak”. Usaha nasi goreng bumbu rendang ini dijalankan oleh wirausahawan pendatang dari Minang, Padang. Mereka memadukan sajian nasi goreng dengan kuah santan kental (yang di daerah Jawa mungkin lebih dikenal sebagai areh kental) tetapi aroma dan rasanya khas bumbu rendang. Bentar… ada yang ketinggalan. Dagingnya belum saya sebut ya? Kelupaan, wkwkwkwkkw… Ya !! dalam kuah rendah yang kental tadi ada taburan daging cincang yang membuat nasi goreng “Minang” tersebut semakin gurih. Jadinya usaha nasi goreng “Minang Gombong” tersebut punya rasa dan nuansa yang berbeda dari kebanyakan nasi goreng yang biasa orang kenal di Gombong. Eh, nama nasi goreng “Minang Gombong” tersebut asal saya sebut lho. Habisnya asisten online saya nggak cerita apa nama bisnis rumah makan lesehan nasi goreng tersebut, ha..ha..ha..
  • Bisnis Nasi Goreng dengan Diferensiasi Bumbu Kari
    Nasi goreng ini menggunakan bumbu unik yang kaya akan rempah, aroma kari yang sarat dengan kunyit lengkap dengan santan yang kental. Dengan kuatnya perpaduan bumbu kari tersebut, nasi goreng Anda akan beraroma tajam, harum serta tampak berlemak dengan santan kental. Dari mana ide bisnis nasi goreng ini berawal? Dari masakan nasi goreng khas India atau dan Aceh. Asisten online saya menemukan masakan nasi goreng ini ini di salah satu penjaja nasi goreng di kota Bandung.
  • Bisnis Nasi Goreng dengan Diferensiasi Masakan Khas Korea
    Seperti apa aplikasi dari nasi goreng yang mengadopsi masakan khas Korea ini? Sederhana !! Anda hanya perlu mencari resep “Bokumbap” atau nasi goreng ala Korea di Internet. Setelah itu, Anda coba-coba di rumah yang tentunya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, baru Anda “test-kan” ke teman atau kerabat Anda. Oh iya, nasi goreng Korea ini ada bumbu unui yang membuat aromanya menjadi khas. Namanya gochujang. Saya juga nggak begitu ngerti seperti apa gochujang ini. Tetapi kalau Anda ingin tahu seperti apa rasanya, kota-kota besar seperti Semarang, Bandung, Malang hingga Jogja ada yang sudah menjual “Bokumbap” ini.

Itu tadi beberapa ide diferensiasi dari usaha nasi goreng sukses yang mungkin bisa Anda jadikan sebagai inspirasi usaha. Tetapi jika Anda ternyata sudah punya ide inovasi bisnis nasi goreng yang lebih “WOW”, monggo, silahkan Anda sharingkan di sini. Siapa tahu ide bisnis rumah makan lesehan nasi goreng Anda lebih tokcer…

(sumber gambar artikel usaha nasi goreng sukses : suksesbisnisusaha.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

3 Comments

  1. Nurul

    November 14, 2015 at 08:14

    keren artikelnya yaa…informatif…^^kekeke

    • pambudy

      September 19, 2016 at 14:19

      inspiratif…

  2. Sekolah Kapal Pesiar Yogyakarta

    October 21, 2016 at 15:03

    nasi goreng dicampur kuah rendang emang hasilnya yummy sekali..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *