Apa Itu Standarisasi Produk, Sortasi dan Grading


By on November 17, 2015
Apa Itu Standarisasi Produk, Sortasi dan Grading

Kalau bisnis Anda bergerak di bidang manufaktur, Anda pasti akan sering bersinggungan dengan masalah standarisasi produk.

Tetapi kalau Anda bergerak di bidang perikanan, perkebunan atau pertambangan, Anda akan selalu “bertemu” dengan apa yang disebut sortasi dan grading.

Standarisasi produk dengan sortasi dan grading adalah 2 istilah yang berbeda, meskipun banyak orang yang menyamakan keduanya.

Standarisasi produk adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil dari manufaktur. Biasanya orang juga menyebutkan dengan istilah normalisasi. Makanya di awal artikel ini saya mengatakan bahwa standarisasi produk selalu berkaitan dengan usaha manufaktur.

Dasar penentuan standar untuk produk-produk hasil manufaktur itu biasanya meliputi 4 hal di bawah ini :

  1. Ukuran Jumlah
    Contohnya rim untuk kertas, lusin untuk sendok dan semisalnya.
  2. Ukuran Kapasitas
    Contohnya 1 liter untuk oli atau 500 ml  untuk minuman air mineral.
  3. Ukuran Fisik
    Contohnya 4 R untuk ban sepeda motor.
  4. Ukuran Kekuatan
    Contohnya tenaga kuda untuk mesin dan motor.

Berbanding terbalik dengan standarisasi, grading dan sortasi adalah usaha untuk menggolong-golongkan produk atau barang ke dalam golongan standar kualitas yang telah mendapatkan pengakuan di dunia perdagangan. Cara penggolongannnya pun berbeda dengan standarisasi produk.

Ada 3 cara penggolongannya :

  1. Memeriksa dan menyortir dengan panca indera.
    Contohnya Anda punya usaha lobster air tawar atau udang galah. Anda harus menggunakan panca indera Anda untuk melakukan grading dan sortasi hasil panen Anda. Saya perah melakukannya. Kalau Anda tidak terlatih, mata Anda bisa juling, wkwkwkwkwk…
  2. Memeriksa dan menyortir dengan alat.
    Pada prinsipnya hal ini sama dengan hal di atas. Bedanya yang satu menggunakan panca indera, yang satunya dengan bantuan alat. Contohnya misalkan usaha benih ikan tawar. Anda bisa menggunakan alat grading benih ikan untuk memilah-milah ukuran bibit ikan tersebut.
  3. Memeriksa dan menyortir dengan contoh barang.
    Kalau yang satu ini saya belum tahu secara pasti. Tapi gambarannya kira-kira seperti di usaha pasir besi atau usaha pertambangan lainnya seperti tambang emas. Anda diberi contoh produk yang diinginkan, kemudian grading dan sortasinya disesuaikan dengan contoh barang tersebut.

Jadi kesimpulannya adalah, jika usaha Anda bukan usaha manufaktur seperti produsen deterjen misalnya, sortasi dan grading tidaklah begitu penting. Anda lebih mengkhususkan memakai standarisasi produk.

Tetapi jika usaha Anda adalah usaha pertanian atau usaha perkebunan durian montong misalnya, grading dan sortasi menjadi sebuah hal yang sangat penting dan wajib untuk Anda lakukan. Mengapa? Karena barang-barang tersebut adalah barang yang hasilnya sangat bergantung dengan alam. 

Emangnya Anda bisa mengatur hasil panen buah durian atau hasil panen ikan bawal sama semua ukurannya? Nggak kan? Makanya sortasi dan grading adalah pilihan yang tepat karena Anda akan kesusahan jika hasil produksi Anda harus disesuaikan dengan spesifikasi standar kualitas. Jadi jangan kebalik menggunakan standarisasi produk dengan sortasi dan grading ya?

(sumber gambar artikel sortasi dan grading bahan hasil pertanian, sortasi dan grading hasil pertanian, standarisasi produk adalah : newscenter.nmsu.edu)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *