Artikel UKM Penting !! UKM Bisnis Harus Tahu Ratio Likuiditas yang Baik (Bag. 2)


By on November 17, 2015
Artikel UKM Penting !! UKM Bisnis Harus Tahu Ratio Likuiditas yang Baik (Bag.2)

Di artikel UKM bisnis yang pertama Anda sudah dikenalkan dengan 2 kewajiban yang harus Anda penuhi, yaitu kewajiban terkait likuiditas badan usaha dan kewajiban terkait likuiditas perusahaan.

Dan untuk menentukan sebuah likuiditas, Anda juga sudah dikenalkan dengan 2 rumus ratio likuiditas yang baik. Apa saja? Ya benar !! Current ratio dan quick ratio.

Sekarang di artikel UKM bisnis bagian yang kedua ini saya akan menepati janji saya untuk memberikan contoh bagaimana menghitung likuiditas dengan menggunakan 2 rumus ratio likuiditas yang baik.

“Sebentar dok… janjinya kan ada 3. Yang pertama sudah benar, ente mau memberikan contoh hitungan ratio likuiditas yang baik. Yang kedua juga sepakat, ente mau memberikan tutorial cara menghitungnya. Yang ketiga neh… berapa angka ratio likuiditas yang baik? Jangan pura-pura lupa lho dok… !!

Woh iya… sampeyan benar. Saya hampir saja lupa. Sebenarnya bukan lupa sih… belum tahu jawabannya. Jadi ntar tak buka primbon saya dulu ya, wkwkwkwkkwwkkw… Wokeh, karena matahari sudah mulai meninggi dan saya harus menuju ke showroom saya, ini dia tema artikel UKM bisnis kali ini, cara menghitung ratio likuiditas yang baik.

Cara Menghitung Ratio Likuiditas yang Baik Menggunakan Current Ratio

Misalkan Anda punya bisnis dagang barang industri. Data aktiva lancar Anda adalah :

  • Uang yang Anda pegang di tangan (Kas) : Rp. 15.000.000,-
  • Uang yang ada di rekening Bank Anda : Rp. 85.000.000,-
  • Anda ngutangin konsumen Anda (Piutang) : Rp. 50.000.000,-
  • Stok barang-barang yang ada di gudang Anda (Persediaan) : Rp. 150.000.000,-
  • Total aktiva lancar Anda Rp. 300.000.000,-

Kemudian Anda punya tanggungan alias utang dari 2 supplier Anda. Kebetulan supplier bisnis Anda adalah orang yang baik hati, jadi seringnya memberikan tenggat pembayaran 1 bulan setelah barangnya dikirim, ha..ha..ha.. Berapa besar utang Anda? Besarnya anggaplah Rp. 50.000.000,- untuk supplier ‘A’ dan Rp. 75.000.000,- untuk supplier ‘B’. Jadi total utang Anda adalah Rp. 125.000.000,-.

Nah, sekarang tinggal Anda masukkan saja rumus current ratio dengan data-data di atas :

Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
Rp. 300.000.000,- / Rp. 125.000.000,- = 2,4

Jadi current ratio perusahaan Anda adalah 2,4.

Cara Menghitung Ratio Likuiditas yang Baik Menggunakan Quick Ratio

Kita ambil data yang di atas saja ya… Nggak usah bikin yang baru. Biar nanti sinkron hasilnya. Lagian kalau saya harus mikir dan nulis angka atau nilai aktiva lancar dan utang lancar yang baru, ntar jadi lama mas bro. Saya baru dikejar waktu buat ngurusin showroom. Jadi harap maklum ya… (*alasan bae lah, ha..ha..ha..)

Apa rumus quick ratio? Ada yang masih ingat? Lali kabeh? Lupa semua? Wah… payah lah. Kan di artikel UKM bisnis tentang tahu ratio likuiditas yang baik bagian 1 sudah saya jelaskan, piye toh? Saya ulangi lagi ya… diinget-inget neh.

Quick Ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar

Sudah ingat? Sekarang tinggal masukin data-datanya saja…

(Rp. 300.000.000,00 – Rp. 150.000.000,00) / Rp. 125.000.000,00 = 1,2

So, quick ratio Anda adalah 1,2. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, berapa nilai current ratio dan quick ratio yang bagus? Ini dia jawabannya…

  • Current ratio yang bagus bila nilainya di atas 2.
  • Quick ratio yang bagus bila nilainya di atas 1,5.

Dari contoh perhitungan ratio likuiditas yang baik di atas, current ratio Anda adalah 2,4. Artinya apa? Artinya adalah aset lancar perusahaan Anda 2,4 kali lebih besar dibandingkan kewajiban lancar Anda. Berarti nilai current ratio Anda bagus.

Tetapi yang jadi problem adalah nilai quick ratio Anda, hanya 1,2. Padahal quick ratio yang bagus nilainya harus di atas 1,5, benar kan? So… apa yang harus dilakukan? Yang harus Anda lakukan adalah merubah persediaan atau stok barang Anda menjadi uang tunai.

Bisa Anda berlakukan sebagai kas, atau bisa Anda masukkin ke rekening bank Anda. Sehingga kalau kita aplikasikan pada contoh di atas, Anda harus bisa “menekan” tim marketing Anda untuk menjual stok barang Anda hingga jumlahnya menjadi Rp. 75.000.000,-.

Paham? Kalau bahasa “pasarnya” seperti ini, “Woi mbul… ini stok barang ‘X’ harus dikurangi. Pokoke dalam bulan ini sampeyan harus jual barang ‘X’ ini hingga stok di gudang tinggal separuhnya. Ini dana buat promosi penjualan-nya ya… Nanti kalau berhasil tak kasih bonus. Siap tho tim penjualanne sampeyan kalau saya bebankan program ini?”…

“Siap ndan, laksanakan !!”, kata manager marketing Anda sambil “mrengut”. Walhasil, dalam bulan berikutnya, stok barang Anda nilainya tinggal Rp. 75.000.000,-. Jadi nilai quick ratio Anda :

(Rp. 300.000.000,00 – Rp. 75.000.000,00) / Rp. 125.000.000,00 = 1,8

Dengan nilai quick ratio 1,8, berarti ratio likuiditas yang baik Anda sudah joss semua… di atas standar ratio kelayakan semuanya. Nggak susah kan materi di atas? Mudah kok. Yang penting Anda pahami pelan-pelan, beres dah…

Tetapi bentar… tak bacanya dulu artikel di atas. Jangan-jangan nilai current dan quick ratio usaha mesin UKM saya jelek ya? Hmmmm… tak ingat-ingat dulu. Haladalah… lha rak tenan tho, stock barang saya kebanyakan.

Wis… bubar-bubar !! Artikel UKM bisnis tentang tahu ratio likuiditas yang baik bagian 2 ini saya STOP sekarang. Enak aja… ntar ratio likuiditas Anda yang baik, punya saya yang bobrok markebrok. Blaik mengko… Bubar, bubar !!

(sumber gambar artikel strategi bisnis ukm, artikel bisnis ukm, ratio likuiditas yang sehat, yang termasuk dalam rasio likuiditas : allaboutalpha.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. Anonim

    January 2, 2016 at 16:31

    Bermanfaat

  2. Saskia Sibo

    June 23, 2016 at 15:26

    Terima kasih atas informasinya. Sangat bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *