Buruknya Cara Jualan Online di Facebook Kecuali yang Satu Ini

By on July 13, 2017
Bagaimana Cara Jualan Online di Facebook

Pasti Anda tahu bahwa begitu Anda punya ketertarikan untuk memulai bisnis online, cara jualan di Facebook dengan menjadikan teman-teman di akun Facebook Anda menjadi target market Anda adalah langkah praktis yang pertama kali Anda lakukan.

Iya apa iya? Anda mulai sibuk add friends di facebook tiap hari. Ada yang punya target 20 add per hari, ada yang lebih gila… 100 add per hari sampai di ” suspend sementara ” sama Facebook. Setelah itu tanpa bai bi bu langsung hajar dengan penawaran. Pernah ngalamin kayak gitu? Pasti pernah tho?

Saya pribadi kurang begitu cocok dengan cara itu. Di samping capek buat nge-add plus buat akun sebanyak-banyaknya, hasil yang didapatkan nggak begitu sebanding dengan kinerja yang dilakukan. Walaupun banyak mentor FB marketing yang menyarankan teknik di atas, well… saya tetap kurang sependapat.

Dan ternyata ada satu guru saya, pak Laksita yang juga berpendapat sama. Cara jualan online di Facebook dengan dengan add sebanyak-banyaknya lalu tawarkan sesering-seringnya adalah cara jualan online di facebook paling dia tentang. Beruntungnya, beliau sempat share di wall beliau tentang alasan mengapa dia anti dengan cara jualan online di facebook pakai teknik tersebut.

Mari, silahkan Anda simak penjelasan beliau tentang buruknya cara online jualan di facebook pakai cara di atas. Sekedar buat tambahan wacana bisnis dan marketing online, nggak ada salahnya kan? Saiap tahu ini termasuk cara jualan di facebook laris… Monggo, ini dia penjelasannya…
 
Pak Laks… Saya punya ribuan teman tertarget di facebook. Dan ratusan di WA. Copywriting status saya juga sudah keren. Tapi kok penjualan saya masih rendah, bahkan kalah jauh dibandingkan dengan angka penjualan sahabat sahabat saya yang kualitas copywritingnya jauh dibawah saya ?

Sebentar… saya kok agak penasaran dengan sesuatu yang janggal disini? Jadi maksudnya berteman dengan banyak orang di SocMed untuk di jadikan target market? Bukan karena kita ingin punya sahabat yang banyak?

Ok lah… saya bahas dari sisi rendahnya convertion ratio saja dech. Menjual di socmed convertion rationya sangat ditentukan oleh personal simply trust level kita di mata sahabat-sahabat kita di SocMed..

Kalau kita di mata sahabat-sahabat kita masih bukanlah siapa-siapa, saya sebutnya masih di red ocean level, sebagus apapun produk yang kita tawarkan nggak bakalan digubris. Kalaupun tertarik, mereka akan cari di sahabat-sahabat lainnya yang simply trust levelnya sudah di blue ocean level.

Jadi kita yang capek-capek jualan, pesaing dengan simply trust level lebih baik yang diuntungkan. Kalau simply trust level kita di biru, di blue ocean level, posisi dimana kita dibenak para sahabat socmed kita adalah sahabat yang menyenangkan, bisa lebih dipercaya dibanding sahabat sahabat kita lainnya yang masih di red ocean level.

Pesaing-pesaing yang di red ocean level sibuk jualan, tahu-tahu banyak sahabat-sahabat di socmed kita yang tanya, kita masih punya tidak produk produk itu. Kalau ada mereka akan pesan dari kita. Jadi pesaing yang jualan, kita yang panen…

Apa lagi kalau simply trust level kita di White Ocean Level, dimana posisi kepercayaan kita di mata para sahabat-sahabat kita jauh lebih dominan dibanding sahabat-sahabat lainnya yang sudah di level blue ocean sekalipun.

Saat mereka semua sibuk berusaha jualan, kita yang malah panen karena mayoritas sahabat-sahabat kita jauh lebih percaya dan nyaman untuk membelinya dari kita. Terus bagaimana upaya agar simply trust level kita naik di socmed? Ya sering-seringlah kasih tips, sering-seringlah kita kasih joke dan sering seringlah berinteraksi dengan sahabat sahabat kita disana.

Karena banyak sahabat-sahabat di socmed seneng sekali saat kita like postingan mereka kita nimbrung diskusi dan bersendau gurau sejenak dengan mereka. Tingkatkan keakraban kita dengan mereka.

Lah akrab saja tidak bagaimana mereka percaya untuk membeli dari kita yang belum mereka kenal sebelumnya? Intinya, jadilah pribadi paling menyenangkan bagi sahabat-sahabat kita di socmed di banding sahabat-sahabat lainnya agar posisi simply trust level kita. Katakan tidak bisa di white ocean level, minimal di blue ocean level lah…

Semakin genuine solusi solusi kita, semakin unique cara penyampaian kita akan semakin bagus sehingga sahabat-sahabat mengenal kita sebagai sosok sahabat unique pemberi solusi yang menyenangkan.

Sosok yang menjadi tempat untuk mencari banyak rujukan genuine dan unique yang bermanfaat bukan sosok copy paster dan hard seller yang menyebalkan. Tapi ini menurut pendapat saya pribadi loh, belum tentu benar…

Nah, sudah jelas sekarang? Jadi apa kesimpulannya? Sederhana… cara jualan di facebook laris manis adalah Anda cukup menjadi pribadi yang menyenangkan di akun sosmed Anda. Setelah pribadi Anda sudah terbentuk seperti itu layaknya seorang entrepreneur sejati, saat itulah Anda akan panen jualan di sosmed terkhusus di facebook.


Cuman ya itu… jualan online lewat facebook harus sabar. Namanya aja cara jualan online di facebook gratisan. Kalau mau cepet yang bayar aja pakai facebook ads, ha..ha..ha..

(sumber gambar artikel  jualan online lewat facebook, jualan online via facebook tips jualan online di facebook, trik jualan online di facebook: www.intenseblog.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *